Kebijakan Transfer Jadi Bumerang, Liverpool Dipusingkan Lini Depan Bertabur Bintang

Legenda Liverpool, John Aldridge, mengkritik kebijakan transfer mantan klubnya yang dinilai justru menimbulkan masalah.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 02 April 2026, 05:15 WIB
Striker Swedia Liverpool #09, Alexander Isak (C), mengalami cedera dalam duel dengan bek Belanda Tottenham Hotspur #37, Micky van de Ven, saat mencetak gol pembuka dalam pertandingan Liga nggris antara Tottenham Hotspur dan Liverpool di Stadion Tottenham Hotspur di London, pada 20 Desember 2025. (JUSTIN TALLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Legenda Liverpool, John Aldridge, mengkritik kebijakan transfer mantan klubnya yang dinilai justru menimbulkan masalah di dalam tim.

Liverpool sebelumnya membuat gebrakan besar dengan mendatangkan sejumlah penyerang top seperti Alexander Isak, Florian Wirtz, dan Hugo Ekitike pada musim panas lalu. Namun, menurut Aldridge, keputusan tersebut kini justru menjadi bumerang.

Advertisement

Isak, yang didatangkan dengan nilai fantastis dari Newcastle United, mengalami masalah cedera yang membatasi kontribusinya di musim debut. Meski kini penyerang asal Swedia itu dikabarkan segera kembali bermain, situasi ini justru menambah dilema bagi tim pelatih.

Aldridge menilai kehadiran terlalu banyak pemain bintang di lini depan membuat pelatih Arne Slot kesulitan menentukan komposisi terbaik. Ia mempertanyakan bagaimana ketiga pemain tersebut bisa dimainkan secara bersamaan tanpa mengganggu keseimbangan tim.

“Ketika Isak dan Ekitike direkrut, kami mengira Isak akan menjadi pilihan utama dan Ekitike hanya sebagai pelapis. Namun, kenyataannya justru berbalik dan membuat segalanya lebih rumit,” ujar Aldridge.


Perubahan Posisi

Gelandang Liverpool asal Jerman #07, Florian Wirtz, mengontrol bola dalam pertandingan Liga Champions UEFA antara Eintracht Frankfurt dan Liverpool FC di Frankfurt, Jerman Barat, pada 22 Oktober 2025. (Kirill KUDRYAVTSEV/AFP)

Ia juga menyoroti kemungkinan perubahan posisi, seperti memainkan Wirtz di sayap atau menempatkan Ekitike di belakang striker utama. Namun menurutnya, eksperimen tersebut kemungkinan baru akan dilakukan pada pramusim, bukan dalam fase krusial musim ini.

Dengan jadwal padat dan persaingan ketat, termasuk menghadapi Manchester City di ajang FA Cup, Slot dihadapkan pada tantangan besar untuk mengelola skuad bertabur bintang tersebut.

Situasi ini menunjukkan bahwa memiliki banyak pemain berkualitas tidak selalu menjamin kelancaran tim. Justru, tanpa strategi yang tepat, hal tersebut bisa menjadi sumber masalah dalam menjaga keseimbangan dan efektivitas permainan.          

Berita Terkait