Dedi Kusnandar Kenang Memori Indah Jadi Kapten Timnas Indonesia U-23: Hadapi AS Roma hingga Lazio, Sampai Nodong Jersey Francesco Totti

Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar, masih mengenang memori indah ketika dipercaya menjadi kapten Timnas Indonesia U-23.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 02 April 2026, 08:30 WIB
Gelandang Timnas Indonesia, Dedi Kusnandar, saat tampil melawan Thailand pada final Piala AFF di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/12/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar, masih mengenang memori indah ketika dipercaya menjadi kapten Timnas Indonesia U-23. Pada masa-masa itulah, dia mendapatkan kesempatan berhadapan dengan sejumlah klub Italia, termasuk legenda AS Roma, Francesco Totti.

Dedi Kusnandar tercatat sebagai pemain yang sudah aktif memperkuat Timnas Indonesia U-23 sejak 2012. Dari sana, dia mulai mendapatkan tempat di bawah asuhan Rahmad Darmawan pada SEA Games 2013, hingga ditangani Aji Santoso pada Asian Games 2014.

Advertisement

Khusus di ajang yang disebut paling akhir, Dedi mulai dipercaya Aji Santoso untuk menjadi kapten. Ketika itu, dalam proses persiapan menuju Asian Games 2014, skuad Garuda Muda mendapatkan kesempatan untuk beruji coba melawan sejumlah klub Italia.

“Sebelum bermain di Asian Games 2014, ada pengalaman yang berharga. Saya menjadi kapten Timnas Indonesia U-23. Dalam masa persiapannya, kami juga mendapatkan kesempatan uji coba di Italia,” kata Dedi Kusnandar, seperti dikutip dari kanal YouTube Sport77.

 


Hadapi Tim Utama AS Roma

Bagi Dedi Kusnandar kembali ke Persib Bandung merupakan mimpinya yang terwujud setelah sebelumnya sempat hijrah ke Liga Malaysia. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Skuad Garuda Muda pun mendapatkan kesempatan untuk menjajal sejumlah klub Serie A seperti AS Roma, Lazio, hingga Cagliari. Saat bersua AS Roma, tim beralias I Giallorossi itu ternyata menurunkan semua pemain terbaiknya.

“Kami menghadapi AS Roma, Lazio, dan Cagliari. Kalau uji coba melawan tim-tim seperti ini, kita pasti berpikir kalau akan menghadapi tim cadangannya. Namun, saat lawan AS Roma, saya kaget karena mereka menurunkan full-team,” ujar Dado.

Menurut Dado, timnya harus berhadapan dengan tim utama AS Roma, termasuk nama-nama bintangnya seperti Ashley Cole, Radja Nainggolan, hingga Francesco Totti. Stadion juga penuh dihadiri penonton.

“Tidak hanya itu, kami bermain di stadion yang penuh dengan penonton. Saat itu, ada Totti, Cole, hingga Radja Nainggolan. Semua pemain terbaiknya diturunkan, dan penontonnya saat itu penuh. Mungkin, karena saat itu ada acara penghargaan untuk Totti,” kata dia.

 


Tetap Main Maksimal

Pemain Persib Bandung, Dedi Kusnandar saat melawan PS TNI pada lanjutan Liga 1 2017 di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (05/8/2017). Persib menang 3-1. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Yang mengejutkan, Skuad Garuda Muda justru sama sekali tak keder meski berjumpa para bintang dunia. Meskipun akhirnya kalah, anak asuh Aji Santoso bisa mengakhiri laga dengan kepala tegak karena hanya tumbang 1-3.

“Ketika itu, dalam pikiran kami, nanti akan kalah berapa gol dari AS Roma. Tetapi, para pemain dalam Timnas U-23 saat itu, saya percaya mereka bermain sangat kompak. Apalagi, saat itu ada salah satu seniornya Igbonefo,” ujar dia.

“Kami pun hanya kalah 1-3 dari AS Roma yang notabene klub besar. Kami bisa memberikan perlawanan. Salah satu pengalaman luar biasanya saya bisa berhadapan dengan Sang Pangeran, Totti,” lanjut pemain asal Sumedang itu.

 


Todong Jersey Totti

Francesco Totti. Legenda AS Roma ini berusia 40 tahun, 8 bulan dan 1 hari saat melakoni laga terakhirnya melawan Genoa di Liga Italia, 28 Mei 2017. Selama total 25 musim telah bermain dalam 785 laga dengan mencetak 307 gol dan 184 assist. (AFP/Filippo Monteforte)

Salah satu momen yang masih diingat Dado ialah ketika bersinggungan langsung dengan Totti. Saat berada di lorong menuju lapangan, dia sempat berinteraksi dengan legenda Timnas Italia itu. Bahkan, Dado sempat meminta bertukar jersey kepada Totti sebelum laga.

“Saat momen sebelum bertanding, kami saat itu berada di lorong menuju lapangan. Walaupun dengan Bahasa Inggris yang terbatas, saat itu saya beranikan diri berbicara dengan Totti. Saya ingin bertukar jersey,” katanya.

“Dia pun menyanggupinya. Namun, karena momen saat itu membuat saya speechless, saya jadi lupa. Apalagi, kami juga sudah fokus untuk bertanding. Akhirnya sampai lupa untuk bertukar. Terlepas dari itu, ini jadi pengalaman yang luar biasa bisa berhadapan dengan AS Roma dan Totti,” lanjut dia.   

Berita Terkait