Milomir Seslija Gembira Bosnia-Herzegovina Lolos ke Piala Dunia 2026, Puji Kontribusi Pemain Muda Abroad

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, gembira Bosnia-Herzegovina lolos ke Piala Dunia 2026. Ia juga memuji kontribusi pemain muda yang berkarier di luar negeri.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 02 April 2026, 14:15 WIB
Suporter Timnas Bosnia dan Herzegovina merayakan kemenangan atas Italia pada final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa melawan Italia di Stadion Bilino Polje, Zenica, Selasa 31 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 1 April 2026 dini hari WIB. Bosnia dan Herzegovina memastikan tiket berlaga di ajang Piala Dunia 2026. (Elvis BARUKCIC/AFP)

Bola.com, Solo - Keberhasilan Timnas Bosnia-Herzegovina menggenggam tiket ke Piala Dunia 2026 disambut dengan sukacita oleh rakyatnya, termasuk Milomir Seslija yang kini berkarier di Indonesia sebagai pelatih Persis Solo.

Milomir Seslija mengapresiasi keberhasilan skuad asuhan Sergej Barbarez itu yang mampu lolos setelah terakhir kali merasakan panggung Piala Dunia pada edisi 2014 yang berlangsung di Brasil.

Advertisement

Menurut pelatih yang akrab disapa Milo itu, Bosnia-Herzegovina akhirnya bisa memetik hasil dari perjuangan para pemain muda yang berkarier di luar negeri. Selain itu, chemistry antarpemain hingga dukungan fans jadi faktor krusial yang membantu setiap langkah mereka.

"Sangat luar biasa karena Timnas Bosnia-Herzegovina memiliki komposisi skuad yang muda dengan chemistry kuat. Mereka bermain dengan hati dan berkembang dengan baik," kata Milo saat dihubungi Bola.com, Kamis (2-4-2026).

"Mereka juga memiliki pasukan pendukung yang selalu mendukung para pemain dan berada di belakang mereka, meskipun ketika mereka kalah. Ini adalah sesuatu yang tidak umum terjadi di dunia ini," imbuhnya.

 


Talenta Abroad Lebih Berkembang

Timnas Bosnia merayakan keberhasilan melangkah ke Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Timnas Italia di final playoff Piala Dunia 2026, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Armin Durgut)

Semua pemain Timnas Bosnia-Herzegovina memang tercatat berkarier di luar negeri. Sebagian besar beredar di kompetisi Eropa seperti Jerman, Italia, Portugal, Belanda, Inggris, hingga Prancis. 

Ini memberi kesempatan bagi pemain-pemain tersebut untuk berkembang lebih maksimal.

Di laga terakhir kontra Italia, Sergej Barbarez masih mengandalkan sejumlah amunisi muda seperti Esmir Bajrektarevic (21 tahun), Ivan Basic (23 tahun), Amar Dedic (23 tahun), hingga nama-nama yang turun dari bangku cadangan seperti Benjamin Tahirovic (23 tahun).

"Para pemain muda juga sebagian besar berkarier tidak hanya di kompetisi domestik, tetapi berani abroad. Inilah yang membuat mereka bisa berkembang lebih jauh ketika berada di luar negaranya," kata Milo.

"Menurut saya, ini sangat baik bagi sebuah negara kecil seperti Bosnia-Herzegovina, yang sebetulnya selalu memiliki banyak talenta-talenta berbakat dan pelatih yang berkualitas," lanjut pelatih berusia 61 tahun itu.

Bagi Milo, kesuksesan tim berjuluk Zmajevi ini memang cukup mengejutkan banyak orang. Selain karena menyingkirkan Italia yang jadi satu di antara kompetitor terberat di fase play-off, banyak orang yang tak menyangka Bosnia bakal bisa melenggang ke putaran final.

'Federasi Sepak Bola Bosnia juga telah merancang rencana yang sangat baik dengan para pemain muda. Dua tahun yang lalu, tidak ada satu pun orang yang berpikir bahwa kami akan lolos ke Piala Dunia 2026," ujar Milo.

 


Peluang di Fase Grup

Pemain Bosnia dan Herzegovina, Edin Dzeko, berusaha menenangkan pemain Italia, Bryan Cristante, setelah laga final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Stadion Bilino Polje, Zenica, Rabu 1 April 2026 dini hari WIB. (AP Photo/Armin Durgut)

Setelah sukses mengunci satu tiket di Piala Dunia 2026, Bosnia-Herzegovina bakal tergabung di Grup B bersama Kanada, Qatar, dan Swiss. Kanada tentu bakal jadi lawan yang patut diwaspadai karena statusnya sebagai tuan rumah.

Menghadapi tantangan semacam ini, Milo meyakini Edin Dzeko dk. bisa melaluinya dengan baik. Asalkan, seluruh amunisi yang dimiliki Sergej Barbarez bisa tersedia. Artinya, pemain mesti berada dalam kondisi terbaik dan bebas dari cedera.

"Menurut saya, Bosnia-Herzegovina akan memiliki peluang yang baik di fase grup. Kami tentu berharap semua pemain bisa tersedia dan tidak mengalami cedera, termasuk dengan kapten, Edin Dzeko," ujar Milo.

Apa yang dikatakan Milo memang beralasan. Dzeko harus menanggung cedera bahu pada laga terakhir melawan Italia. Seluruh rakyat Bosnia-Herzegovina tentu berharap striker bintang kelahiran Sarajevo itu bisa pulih.

Sebab, meski usianya sudah 40 tahun, dia adalah sosok pemimpin yang berpengalaman. Di level internasional, ia sudah menyumbangkan 73 gol dari total 148 penampilannya bersama timnas.

"Saya berharap dia bisa pulih dengan segera karena bagi saya, dia adalah sosok penting yang bisa memotivasi para pemain. Dia adalah sosok leader yang sesungguhnya. Sudah berusia 40 tahun, tetap bermain dengan hati untuk negaranya," ucap Milo.

Berita Terkait