Gagal Lolos, Italia Masih Bisa Tampil di Piala Dunia 2026, Ini Syaratnya

Bagaimana Italia masih bisa lolos ke Piala Dunia 2026, meski kalah di final play-off melawan Bosnia.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 02 April 2026, 14:40 WIB
Bosnia dan Herzegovina menyingkirkan Italia setelah menang adu penalti 4-1 dalam final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. (AP Photo/Armin Durgut)

Bola.com, Jakarta - Timnas Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Namun, peluang kecil masih terbuka bagi Gli Azzurri untuk tetap tampil di turnamen sepak bola paling akbar tersebut, meski harus bergantung pada situasi di luar lapangan.

Italia menelan kekalahan menyakitkan dari Bosnia-Herzegovina pada final play-off, Rabu (1-4-2026) dini hari WIB. Dalam laga yang berlangsung di Zenica, Italia takluk lewat adu penalti dengan skor 1-4 setelah bermain imbang 1-1 hingga 120 menit.

Advertisement

Tim asuhan Gennaro Gattuso itu sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat gol Moise Kean pada menit ke-15. Namun, kartu merah langsung yang diterima Alessandro Bastoni menjelang turun minum mengubah jalannya pertandingan.

Bosnia-Herzegovina kemudian menyamakan kedudukan melalui Haris Tabakovic pada menit ke-79.

Tidak ada gol tambahan di babak perpanjangan waktu sehingga pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti.


Pukulan Telak

Sebelumnya, pada putaran final Piala Dunia 2018 dan 2022, Gli Azzurri gagal tampil. Tampak dalam foto, ekspresi pemain Timnas Italia setelah kalah dalam pertandingan final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica, Selasa 31 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 1 April 2026 dini hari WIB. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Italia, yang sebelumnya juga gagal lolos ke Piala Dunia 2018 dan 2022. Artinya, mereka kembali absen dari panggung tertinggi sepak bola dunia sejak terakhir tampil pada 2014.

"Hari ini para pemain tidak pantas menerima hasil seperti ini," kata Gattuso dengan nada emosional kepada wartawan sesuai pertandingan.

"Kami bermain dengan 10 orang, kami punya tiga peluang bagus dan mereka hampir tidak mengancam kami. Saya minta maaf, ini sepak bola dan saya bangga dengan para pemain saya."

"Ini menyakitkan karena kami membutuhkannya untuk diri kami sendiri, untuk seluruh Italia dan untuk perkembangan sepak bola kami. Pukulan yang sulit diterima," lanjutnya.


Peluang Tipis yang Masih Tersisa

Para pemain dan tim teknis Iran merayakan kemenangan setelah pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia Grup A antara Iran dan Uzbekistan, pada 25 Maret 2025 di Teheran. (AFP)

Meski tersingkir, Italia masih punya peluang sangat kecil untuk tampil di Piala Dunia 2026. Laporan The Sun menyebut, hal itu bergantung pada situasi terkait Iran.

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran memunculkan ketidakpastian terkait keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026. Jika Iran mundur atau didiskualifikasi maka akan ada satu slot kosong di Piala Dunia.

Dalam situasi itu, Italia disebut-sebut menjadi satu di antara kandidat terkuat untuk menggantikan posisi Iran, berdasarkan peringkat dunia.

Dalam wawancara dengan talkSPORT, asisten pelatih Irak, Rene Meulensteen, menjelaskan skenario tersebut beberapa waktu lalu.

"Melalui konfederasi Asia, kami adalah tim dengan peringkat tertinggi, jadi kami bisa menggantikan Iran. Lalu, Uni Emirat Arab (UEA) mungkin akan menggantikan kami untuk menghadapi pemenang antara Suriname dan Bolivia," ujarnya.

"Namun, ada juga rumor bahwa jika FIFA mengambil keputusan akhir, mereka bisa memilih tim dengan peringkat tertinggi di dunia untuk menggantikan Iran, dan itu adalah Italia," kata Meulensteen.

 


Iran Tetap Tampil

Para pemain timnas Iran melakukan aksi simbolis dengan membawa tas sekolah sebelum melakoni laga uji coba melawan Nigeria di Stadion Corendon Airlines Park, Antalya, Turki, Jum’at, 27 Maret 2026. (AP Photo/Riza Ozel)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya juga sempat menyarankan agar Iran mundur dari Piala Dunia 2026 demi alasan keamanan.

Timnas Iran pun membalas dengan menyatakan justru Amerika Serikat yang seharusnya mundur.

Di tengah situasi tersebut, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa Iran tetap akan tampil.

"Kami ingin Iran bermain, dan Iran akan bermain di Piala Dunia. Tidak ada rencana B, C, atau D, hanya ada rencana A," kata Infantino.

"Iran mewakili rakyatnya, baik yang tinggal di dalam negeri maupun di luar negeri," imbuh Infantino.

Meski begitu, ketidakpastian masih bisa terjadi selama konflik antara Amerika Serikat dan Iran belum mereda. Jika skenario terburuk terjadi, Italia berpeluang menjadi tim yang diuntungkan.

Apabila itu terjadi, tim pengganti Iran akan menempati Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait