Presiden FIGC Mundur, Buntut Italia Gagal ke Piala Dunia 2026

Salah satu imbas kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026 adalah keputusan Gabriele Gravina yang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden FIGC, Kamis (2/4/2026).

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 02 April 2026, 21:51 WIB
Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, menghadiri konferensi pers di markas tim di Iserlohn, pada 30 Juni 2024, setelah mereka tersingkir oleh Swiss dalam pertandingan babak 16 besar Euro 2024. (Alberto PIZZOLI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026 berbuntut panjang. Hasil itu sangat buruk karena Gli Azzurri karena sudah tiga kali beruntun gagal melaju ke Piala Dunia

Salah satu imbasnya adalah keputusan Gabriele Gravina yang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden FIGC, Kamis (2/4/2026). 

Advertisement

Gravina mengajukan pengunduran diri dalam rapat darurat dewan umum FIGC menyusul kekalahan Italia dari Bosnia and Herzegovina di final play-off Piala Dunia pada Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.

Pemilihan untuk menunjuk penggantinya akan digelar pada 22 Juni 2026.

Seperti dikutip dari Football Italia, Hadir dalam rapat darurat tersebut antara lain Presiden Serie A Ezio Simonelli, Presiden Serie B Paolo Bedin, Presiden Serie C Matteo Marani, Presiden liga amatir Giancarlo Abete, Ketua asosiasi pemain Umberto Calcagno, serta Ketua asosiasi pelatih Renzo Ulivieri.

Gravina menjabat posisi tertinggi di federasi sepak bola Italia sejak Oktober 2018. Selama masa kepemimpinannya, Timnas Italia menjuarai Euro 2020, namun juga gagal lolos ke Piala Dunia 2022 dan 2026. Italia bahkan sudah gagal lolos ke Piala Dunia 2018 sebelum Gravina menjabat.

Gravina juga menjadi sosok di balik penunjukan Luciano Spalletti dan Gennaro Gattuso sebagai pelatih masing-masing pada 2023 dan 2025.

 


Sepak Bola Italia Harus Dibangun Ulang

Bek Timnas Italia, Alessandro Bastoni, mendapatkan kartu merah dalam laga kontra Bosnia-Herzegovina pada final playoff Piala Dunia 2026. (Elvis BARUKCIC / AFP)

Desakan dari suporter dan tokoh sepak bola Italia agar Gravina mundur semakin menguat setelah kegagalan terbaru lolos ke Piala Dunia.

Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, mengatakan bahwa sepak bola Italia perlu dibangun ulang, dan proses itu harus dimulai dengan pembaruan kepemimpinan FIGC.

Masih belum jelas siapa yang akan menggantikan posisi tersebut. Mantan kepala CONI, Giovanni Malago, termasuk kandidat terdepan, bersama Abete dan Marani.

 


Pernyataan Resmi FIGC

(kiri-kanan) Pemain Italia Giovanni Di Lorenzo, Presiden Federasi Sepak Bola Italia Gabriele Gravina, Manuel Locatelli dan Giacomo Raspadori menghadiri sesi latihan jelang pertandingan semifinal UEFA Nations League melawan Spanyol di Stadion San Siro, Milan, Italia, 5 Oktober 2021. (FRANCK FIFE/AFP)

“Pertemuan antara Presiden Gabriele Gravina dan para pimpinan komponen federasi berlangsung hari ini di kantor pusat FIGC di Roma,” demikian bunyi awal pernyataan FIGC.

“Di awal pertemuan, Gravina memberi tahu para perwakilan utama, Presiden Liga Serie A Ezio Maria Simonelli, Liga B Paolo Bedin, Liga Pro Matteo Marani, Liga Amatir Nasional Giancarlo Abete, Asosiasi Pesepakbola Italia Umberto Calcagno, serta Asosiasi Pelatih Sepak Bola Italia Renzo Ulivieri, bahwa ia telah mengundurkan diri dari jabatan yang dipercayakan kepadanya pada Februari 2025 dan telah menetapkan Sidang Luar Biasa Pemilihan FIGC pada 22 Juni di Roma."

“Tanggal tersebut ditetapkan dengan sepenuhnya mematuhi Statuta Federasi serta untuk memastikan bahwa kepengurusan baru dapat menyelesaikan proses pendaftaran kompetisi profesional berikutnya."

“Selama pertemuan, Gravina juga mengucapkan terima kasih kepada para anggota atas dukungan yang kembali mereka berikan, baik secara terbuka maupun pribadi. Ia juga memberi tahu para presiden bahwa dirinya siap untuk hadir dalam sidang dengar pendapat pada 8 April (pukul 11.00) di Komisi VII (Budaya, Sains, dan Pendidikan) DPR untuk melaporkan kondisi sepak bola Italia."

“Di sana, Presiden Gravina akan memaparkan laporan secara selengkap dan sekomprehensif mungkin mengenai kekuatan dan kelemahan sepak bola Italia, sekaligus menyinggung sejumlah isu yang sebelumnya telah dibahas dalam konferensi pers setelah pertandingan tim nasional di Zenica pada Selasa, 31 Maret lalu."

“Terkait hal ini, Gravina menyatakan penyesalannya atas penafsiran terhadap ucapannya mengenai perbedaan antara olahraga amatir dan profesional, yang sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyinggung cabang olahraga mana pun."

"Pernyataan tersebut merujuk pada perbedaan aturan internal (misalnya keberadaan liga dalam struktur beberapa federasi dengan otonominya masing-masing) dan eksternal (khususnya terkait status korporasi klub sepak bola profesional yang tunduk pada regulasi nasional dan internasional yang berbeda dari klub amatir)," ungkap FIGC. 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait