Bola.com, Jakarta - Dua mantan pelatih Timnas Italia Antonio Conte dan Luciano Spalletti buka suara soal kegagalan Gli Azzurri ke Piala Dunia 2026. Sejarah kelam pun tercatat karena untuk tiga edisi beruntun, Timnas Italia tidak lolos ke putaran final Piala Dunia.
Luciano Spalletti sendiri meninggalkan peran sebagai pelatih kepala Timnas Italia kurang dari setahun yang lalu setelah performa buruk tim pada Euro 2024 dan dilanjutkan kekalahan yang merugikan melawan Norwegia di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Gennaro Gattuso pun ditunjuk sebagai pengganti Spalletti namun ternyata gagal membawa Gianluigi Donnarumma dan kawan-kawan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
"Ketika pertandingan melawan Bosnia berakhir, saya bersumpah, saya menempatkan diri saya di posisi Gattuso, pikiran pertama saya tertuju padanya," ujar Spalletti usai membawa skuad asuhannya Juventus mengalahkan Genoa 2-0 di Liga Italia.
"Dia orang yang baik, dia memiliki semangat, dia memiliki semua kualitas untuk menjadi salah satu yang terbaik di dunia,” tambahnya.
Conte: Sesuatu Harus Dilakukan
Sementara itu, Antonio Conte, 56 tahun, muncul sebagai salah satu kandidat terkuat untuk mengambil alih kendali Timnas Italia.
Ini akan menjadi sebuah kepulangan, karena ia sudah pernah duduk di bangku cadangan Timnas Italia dari tahun 2014 hingga 2016, sebelum pergi untuk mencari pengalaman baru di klub Chelsea.
Conte sendiri menyebut sesuatu harus dilakukan sepak bola Italia usai kegagalan lolos ke Piala Dunia pada tiga edisi beruntun.
"Sangat mengecewakan bahwa jika kami memenangkan adu penalti melawan Bosnia dan lolos ke Piala Dunia, orang-orang akan membicarakan pencapaian besar dan Italia memainkan sepak bola yang hebat. Sayangnya, hanya hasil yang dihitung dalam olahraga ini sekarang,” kata Conte.
“Namun, setelah tiga Piala Dunia berturut-turut, sesuatu yang serius perlu dilakukan. Ketika saya menjadi pelatih Timnas Italia, banyak pembicaraan, tetapi saya mendapat sedikit bantuan dari klub-klub."
"Sekarang semuanya dilihat sebagai bencana, tetapi bahkan dalam bencana, selalu ada sesuatu yang dapat diselamatkan. Kita harus memahami bahwa jika sesuatu tidak berjalan dengan baik, maka akan tetap sama terlepas dari apakah kita lolos atau tidak."
Jika kita lolos, orang-orang yang sama yang mengkritik akan menyebutnya sebagai kemenangan. Kita semua peduli dengan Nazionale dan sesuatu harus dilakukan," analisisnya.
Conte Kandidat Pelatih Timnas Italia
Pada kesempatan ini, Antonio Conte turut ditanya soal kemungkinan dirinya menjadi kandidat kuat untuk menjadi pelatih Timnas Italia.
"Jangan lupa bahwa tahun lalu, dalam tiga bulan terakhir musim, ada pembicaraan di media bahwa saya akan meninggalkan Napoli untuk pergi ke Juventus, kan?" kata Conte.
"Media harus menulis sesuatu, dan sudah sepatutnya nama saya muncul dalam daftar itu. Jika saya adalah Presiden FIGC, saya akan mempertimbangkan saya bersama yang lain. Karena banyak alasan, saya akan memasukkan Conte dalam daftar itu," tambahnya.
Akibat kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026, bukan cuma Gattuso, tapi Gianluigi Buffon (Ketua Delegasi Timnas Italia) dan Gabriele Gravina (Presiden FIGC) juga mundur dari jabatannya.
Sumber: Football Italia