4 Pesepak Bola Top yang Rasio Golnya di Eropa Ungguli Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo: Erling Haaland Terdepan

Berikut adalah empat pemain, dengan minimal 25 gol, yang memiliki rasio gol per pertandingan di kejuaraan klub Eropa lebih baik dibandingkan Messi dan Ronaldo

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 09 April 2026, 21:00 WIB
Yang bikin Erling Haaland tambah senang karena yang dikalahkan ialah Liverpool yang notabene salah satu tim terbaik di Inggris saat ini. (AFP/Darren Staples)

Bola.com, Jakarta - Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sejauh ini merupakan dua pencetak gol terbanyak dalam sejarah panjang European Cup, termasuk era modern Liga Champions. Sulit membayangkan rekor mereka akan terkejar dalam waktu dekat.

Namun, dua ikon yang mendefinisikan era tersebut ternyata tidak memiliki rasio gol per pertandingan terbaik.

Advertisement

Messi mencatatkan 129 gol dalam 163 penampilan (rata-rata 0,79 per laga). Dia sedikit lebih baik dibandingkan Ronaldo yang memiliki rata-rata 0,77 dari 140 gol dalam 183 penampilan, angka yang sama persis dengan Ruud van Nistelrooy dan, hingga saat ini, Robert Lewandowski.

Berikut adalah empat pemain, dengan minimal 25 gol, yang memiliki rasio gol per pertandingan di kejuaraan klub Eropa lebih baik dibandingkan Messi dan Ronaldo.   

 


1. Erling Haaland

Tujuh menit berselang, Erling Haaland kembali menunjukkan tajinya dengan mencetak gol melawan klub lamanya. Hingga paruh pertama pertandingan, Manchester City unggul 2-0 atas Borussia Dortmund. Tampak dalam foto, penyerang Manchester City asal Norwegia, Erling Haaland (kiri) merayakan gol kedua timnya bersama gelandang Manchester City asal Belanda, Tijjani Reijnders dalam pertandingan lanjutan fase liga Liga Champions 2025/2026 antara Manchester City dan Borussia Dortmund di Stadion Etihad, Manchester, Inggris barat laut, pada 5 November 2025 waktu setempat atau Kamis (6/11) dini hari WIB. (Oli SCARFF/AFP)
  • 57 Gol dalam 58 penampilan: rata-rata 0,98 gol per laga   

Erling Haaland adalah satu-satunya pemain aktif yang memiliki rasio gol per pertandingan di Liga Champions lebih baik dibandingkan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Haaland mulai mencuri perhatian di panggung Eropa saat berusia 19 tahun bersama Red Bull Salzburg. Ia mencetak hat-trick di babak pertama pada debutnya di kompetisi Eropa melawan Genk dan sejak saat itu terus tampil impresif.

Striker asal Norwegia tersebut mencetak delapan gol dalam enam penampilan di fase grup musim itu bersama Salzburg sebelum pindah ke Borussia Dortmund. Ia juga mencatat rata-rata lebih dari satu gol per pertandingan dengan 15 gol dalam 13 laga.

Menariknya, produktivitas golnya sedikit menurun sejak bergabung dengan Manchester City, namun 34 gol dalam 39 laga Liga Champions tetap merupakan catatan yang luar biasa. Termasuk saat membawa City meraih trofi (dan treble) di musim debutnya, dengan 12 gol dalam 11 pertandingan serta total 52 gol di semua kompetisi.

Di usia 25 tahun, Haaland kini berada di peringkat ketujuh dalam daftar pencetak gol sepanjang masa. Jika terus mempertahankan performa ini, bukan tidak mungkin ia suatu hari nanti melampaui Messi dan Ronaldo.   


2. Gerd Muller

Gerd Muller. Eks striker Jerman Barat yang telah tutup usia pada 15 Agustus 2021 dalam usia 75 tahun ini hanya tampil dalam dua edisi Piala Dunia, 1970 dan 1974. Namun ia juga total berkontribusi dalam 20 gol dalam dua edisi tersebut, dengan rincian mencetak 14 gol dan 6 assist dari 13 laga. Torehannya tersebut mampu membawa Jerman Barat menjadi juara Piala Dunia pada edisi 1974. (AFP)
  • 35 Gol dalam 34 pertandingan: 0,97 gol per laga

Bisa dibilang, hampir tidak pernah ada penyerang tengah yang seefektif Der Bomber. Ia nyaris mencetak satu gol per pertandingan antara 1969 hingga 1977 bersama Bayern Munchen.

Tak ada yang mampu menandingi puncak performa Gerd Muller, bahkan tidak Cristiano Ronaldo. Antara 1972 hingga 1975, ia menjuarai Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa bersama Jerman Barat, serta meraih tiga gelar Piala Eropa berturut-turut bersama Bayern.

Sebelumnya, ia menyabet Ballon d'Or pada 1970. Catatan golnya sepanjang era 1970-an benar-benar luar biasa.  


3. Ferenc Puskas

Ferenc Puskas memiliki karier paling cemerlang bersama Real Madrid. Ia sukses mempersembahkan banyak gelar untuk Los Blancos, seperti Piala Eropa, gelar Liga Spanyol, dan Copa Del Rey. Sayangnya, ia tak mampu menikmati kesuksesan dalam karier internasionalnya bersama Timnas Hungaria. (AFP/Staff)
  • 36 Gol dalam 41 pertandingan: 0,88 gol laga 

Alfredo Di Stefano mencetak hat-trick dalam kemenangan Real Madrid di final Piala Champions 1970 melawan Eintracht Frankfurt.

Namun luar biasanya, pemain asal Argentina itu masih kalah bersinar pada malam tersebut dari Ferenc Puskas, yang mencetak empat gol. Los Blancos menang dengan skor 7-3.

Sang penyerang mencetak lebih dari 400 gol untuk klub kampung halamannya, Budapest Honved, termasuk satu gol di Piala Champions, sebelum menutup kariernya dengan gemilang di ibu kota Spanyol dengan meraih tiga gelar juara.   


4. Alfredo Di Stefano

Alfredo Di Stefano. Eks striker Argentina yang wafat di usia 88 tahun pada 7 Juli 2014 ini memperkuat Real Madrid selama 11 musim mulai 1953/1954 hingga 1963/1964. Ia menjadi pemain Real Madrid pertama yang meraih gelar Ballon d'Or, yaitu sebanyak dua kali pada tahun 1957 dan 1959. (AFP/Staff)
  • 49 Gol dalam 58 pertandingan: 0,88 gol per laga

Alex Ferguson masih menjadi pemain magang sekolah di Queen's Park ketika menyaksikan Alfredo Di Stefano membawa Real Madrid menghancurkan Eintracht Frankfurt di final Piala Champions 1960. Ia menjadi salah satu dari 127.000 penonton yang hadir pada malam bersejarah itu.

“Ia memiliki keseimbangan dan ketenangan yang luar biasa. Jika Anda melihat salah satu gol yang ia cetak ke gawang Eintracht Frankfurt, itu benar-benar menggambarkan apa yang kami maksud—keseimbangan yang ia miliki. Luar biasa,” tambahnya.

“Hal yang menakjubkan adalah Eintracht Frankfurt mengalahkan Rangers di semifinal, 6-3 dan 6-1. Mereka datang ke Hampden Park seperti dewa. Namun kemudian dihancurkan oleh Real Madrid di final dengan skor 7-3.”

Di Stefano mencetak hat-trick pada malam itu, menjadikannya final kelima berturut-turut ketika ia mencetak gol untuk Los Blancos.

Kita mungkin tidak akan pernah melihat pemain seperti itu lagi.   

Sumber: Planet Football

Berita Terkait