Jelang Ajax Ladeni Heracles, Maarten Paes Masih Diolok-olok Pundit Sepak Bola Belanda

Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, masih saja menjadi sasaran kritik hingga olok-olok beberapa pengamat sepak bola Belanda.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 10 April 2026, 15:00 WIB
Aksi penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes sat memperkuat Ajax Amsterdam bertandang ke markas Feyenoord Rotterdam dalam lanjutan Eredivisie 2025/2026, Minggu (22/3/2026) malam WIB. (Instagram Maarten Paes)

Bola.com, Jakarta - Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, masih saja menjadi sasaran kritik hingga olok-olok beberapa pengamat sepak bola Belanda. Khususnya menyangkut kiprah Paes bersama Ajax Amsterdam dalam persaingan di Eredivisie 2025/2026.

Maarten Paes sudah menjalani enam pertandingan bersama Ajax sejak digaet dari FC Dallas pada Februari lalu. Kiper berusia 27 tahun itu kemudian mengukir statistik tujuh kali kebobolan, dua clean sheet, dan memiliki rata-rata rating 6,94 per laga.

Advertisement

Maarten Paes mendapat kesempatan menjadi kiper utama Ajax, setelah Vitezslav Jaros menepi karena cedera panjang. Selanjutnya, dia akan diandalkan Ajax saat menantang tuan rumah Heracles Almelo, Minggu (12/4/2026).

Performa eks kiper FC Dallas tersebut kemudian mengundang perhatian dari dua mantan pesepak bola Belanda yang kini menjadi pundit, Rene van der Gijp dan Wim Kieft.

Dalam sebuah pemberitaan di media Voetbal Primeur, keduanya tertawa terpingkal-pingkal setiap kali kiper klub Amsterdam tersebut dibahas dalam podcast KieftJansenEgmondGijp belum lama ini.

"Wouter Paes, saya tidak tahu nama depannya," kata Van der Gijp sambil tertawa. Setelah itu menjadi jelas bahwa nama depan Paes adalah Maarten. "Di mana dia bermain sebelum Ajax?" tanya Kieft dengan lantang. Sementara itu, Gijp terkekeh dan menjawab dengan kalimat "Saya tidak tahu."

 


Jadi Bahan Tertawaan

Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, jadi penjaga gawang terbaik dalam PSSI Awards 2026. Malam penghargaan digelar di Studio 6 Emtek City, Jakarta Barat, pada Sabtu (28/3/2026) malam WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Seperti diketahui, Maarten Paes kerap menjadi sasaran kritik setiap Ajax bermain dengan hasil kurang memuaskan. Puncaknya adalah kekalahan yang ditelan klub legendaris Belanda itu dari tamunya FC Twente, akhir pekan lalu.

Mereka dipermalukan tamunya FC Twente 1-2 pada pekan ke-29 Eredivisie 2025/2026 di Johan Cruyff ArenA, Sabtu (5/4/2026) malam.

Dalam duel kontra Twente, Maarten Paes menampilkan tiga penyelamatan penting dari total 51 sentuhan bola, termasuk usaha membangun serangan dari posisinya. Ia juga melakukan enam kali defensive contribution, terlepas dari dua kali kebobolan.

Pembawa acara Podcast, Michel van Egmond, kemudian mengklarifikasi bahwa kiper tersebut datang ke Ajax bersama Jordi Cruyff, lalu mencari tahu klub-klub yang diperkuat Maarten Paes sebelumnya.

"NEC, nol pertandingan dimainkan, nol pertandingan dimenangkan. Saya hanya membacakan semuanya," kata Van Egmond tepat sebelum meja kembali dipenuhi tawa. "Itu jelas merupakan puncak kariernya," teriak Van der Gijp.

 


Dihujani Kritik

Aksi penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes sat memperkuat Ajax Amsterdam bertandang ke markas Feyenoord Rotterdam dalam lanjutan Eredivisie 2025/2026, Minggu (22/3/2026) malam WIB. (Instagram Maarten Paes)

Kemudian Wim Kieft mengkritik penampilan Maarten Paes yang dianggap tidak bisa memanfaatkan postur tinggi seorang kiper dengan baik. Paes diketahui memiliki postur setinggi 1,92 meter.

"Dia tinggi, tapi dia tidak bisa menjaga gawang. Dia sama sekali bukan kiper," tambah Kieft sinis.

Selain kariernya profesionalnya di klub yang mentereng bersama Ajax dan sejumlah klub di Belanda yang pernah ia perkuat, Maarten Paes merupakan penjaga gawang andalan Timnas Indonesia.

Paes mendapat paspor Indonesia pada 30 April 2024 dari jalur blijvers dari silsilah neneknya yang lahir di Kediri, Jawa Timur. Sang pemain kemudian mencatat 11 penampilan bersama Timnas Indonesia sejak debutnya pada 5 September 2024.

Penampilan terkininya adalah membawa Timnas Indonesia menggasak St. Kitts and Nevis 4-0 pada ajang FIFA Matchday di Jakarta, 27 Maret lalu.

Sumber: Voetbal Primeur


Simak Persaingan Musim Ini:

Berita Terkait