MU Coret Tonali dan Wharton dari Daftar Pemain Incaran, Ini Alasan di Baliknya

MU sudah tak lagi tertarik mendatangkan Sandro Tonali dan Adam Wharton. Ini alasannya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 April 2026, 18:30 WIB
Newcastle United memastikan tempat di semifinal carabao Cup setelah mengalahkan Brentford di St James’ Park pada Kamis (19/12) dini hari WIB. (Owen Humphreys/PA via AP)

Bola.com, Jakarta - Manchester United mulai menyusun ulang rencana perekrutan gelandang untuk musim depan. Dua nama yang sebelumnya sempat masuk radar, Sandro Tonali dan Adam Wharton, kini dikabarkan telah dicoret dari daftar incaran.

Pada bursa transfer musim panas 2025, MUmenggelontorkan lebih dari 250 juta paun. Namun, investasi tersebut lebih difokuskan untuk memperkuat lini depan, sementara Senne Lammens didatangkan sebagai penjaga gawang utama.

Advertisement

Kondisi itu membuat lini tengah justru terabaikan, sesuatu yang sempat menuai kritik dari para pendukung.

Kini, MU bertekad memperbaiki kekurangan tersebut dengan membidik setidaknya dua gelandang baru.

Langkah itu juga dipicu oleh perubahan komposisi skuad. Casemiro sudah memastikan akan pergi secara gratis di akhir musim, sementara Manuel Ugarte diperkirakan akan dilepas.

 


Tonali dan Wharton Tak Lagi Masuk Hitungan

Gelandang Nottingham Forest asal Skotlandia #08, Elliot Anderson, melanggar gelandang Crystal Palace asal Inggris #20, Adam Wharton, dalam pertandingan Premier League Inggris antara Crystal Palace dan Nottingham Forest di Selhurst Park, London selatan, pada 24 Agustus 2025. (Ben STANSALL/AFP)

Tonali (Newcastle United) dan Wharton (Crystal Palace) sempat dikaitkan dengan kepindahan ke Old Trafford.

Namun, jurnalis transfer, Ben Jacobs, menegaskan keduanya kini bukan lagi opsi realistis bagi MU.

"Manchester United tidak tertarik merekrut Tonali karena biaya transfer dan gajinya terlalu tinggi, serta dinilai tidak sepadan dengan nilai yang akan didapat," ujar Jacobs di kanal The United Stand.

"Selain itu, Adam Wharton juga berpotensi dicoret karena klub menilai profilnya terlalu mirip dengan Kobbie Mainoo," lanjutnya.

 


Kritik dari Pengamat dan Suporter

Sandro Tonali diadang oleh Achraf Hakimi dalam laga Liga Champions antara PSG vs Newcastle di Parc des Princes, 29 Januari 2026. (AP Photo/Michel Euler)

Menanggapi hal tersebut, pengamat sekaligus figur publik pendukung MU, Mark Goldbridge, menyuarakan kritik tajam.

"Jadi, Anda merasa tidak akan mendapatkan nilai sepadan dari gelandang seharga 100 juta paun yang berusia 26 tahun dan termasuk salah satu yang terbaik di Eropa? Lalu Anda mengeluhkan gajinya," ujarnya.

"Kalau Anda membayar 100 juta paun untuk seorang pemain, tentu gajinya bisa mencapai 250 ribu hingga 300 ribu paun per pekan.”

"Kalau ingin gelandang bagus, Anda memang harus membayar mahal. Apalagi untuk pemain kelas atas, nilai dan gajinya memang sebanding. Ini akan selalu jadi masalah," tambahnya.

 


Pandangan Berbeda Giggs

Gelandang Nottingham Forest asal Skotlandia, Elliot Anderson (kiri), berebut bola dengan bek Arsenal asal Belanda, Jurrien Timber, selama pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris antara Nottingham Forest dan Arsenal di The City Ground di Nottingham, Inggris bagian tengah, pada 26 Februari 2025.

Legenda Setan Merah, Ryan Giggs, justru menilai Wharton sebagai sosok yang cocok untuk tim.

Ia menekankan bahwa prioritas utama klub tetap memperkuat lini tengah, di tengah banyaknya pemain yang harus dievaluasi, termasuk Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Rasmus Hojlund.

"Prioritas utama jelas lini tengah. Saya melihat mereka butuh dua pemain di sana," kata Giggs.

"Sepertinya Mainoo akan bertahan, Casemiro akan pergi, Ugarte juga kemungkinan pergi. Jadi, kita harus memperkuat lini tengah, tidak diragukan lagi."

"Saya selalu suka pemain berkaki kiri dalam tim, jadi saya tidak keberatan dengan Wharton. Menurut saya, dia terlihat seperti pemain Manchester United," ulasnya.

"Ia nyaman menguasai bola, bisa mengalirkan umpan ke depan, berlari ke depan, dan punya pengalaman di Liga Inggris," 

Giggs juga menyebut Elliot Anderson sebagai opsi menarik.

"Saya juga menyukai Anderson, pemain yang solid. Bermain di setiap pertandingan. Kombinasi Wharton dengan Mainoo, atau Anderson dengan Wharton, semuanya mungkin saja," ujarnya.

"Namun, pemain Inggris biasanya mahal, jadi semua tergantung pada anggaran yang tersedia. Yang jelas, kita butuh dua gelandang," tegasnya.

 

Sumber: Teamtalk

Berita Terkait