Bola.com, Jakarta - Jean Todt angkat bicara soal Michael Schumacher yang selama ini kerap disalahpahami. Ia menegaskan, anggapan bahwa Schumacher adalah pribadi arogan sama sekali tidak benar.
Todt menjadi satu di antara sosok yang paling mengenal Schumacher di luar keluarga. Keduanya menjalin hubungan erat sejak bekerja bersama di Ferrari, saat Schumacher meraih lima gelar juara dunia secara beruntun dan menjelma menjadi ikon global, bahkan di luar dunia balap.
Namun, di balik reputasi sebagai pembalap yang sangat kompetitif, Schumacher kerap dinilai sebagian orang sebagai sosok keras dan arogan.
Penilaian itu ditepis tegas oleh Todt.
Sebagai sahabat dekat sekaligus satu dari sedikit orang di luar keluarga yang masih diizinkan menjenguk Schumacher sejak kecelakaan ski pada 2013, Todt merasa punya gambaran jelas tentang karakter sang legenda.
"Michael adalah manusia yang cukup rapuh, bukan sosok dengan suara keras seperti orang yang merasa lebih tahu dari yang lain," ujar Todt.
Disalahartikan
Ia kemudian menceritakan pengalaman yang menurutnya sangat menggambarkan kepribadian Schumacher.
"Setelah menjadi juara dunia, sebelum memulai musim baru, dia meminta saya kembali ke lintasan pribadi di Fiorano. Dia berkata, 'Bisakah Anda memberi saya setengah hari untuk melakukan pengujian agar saya yakin masih dalam kondisi terbaik?' Menurut saya, itu adalah kekuatan besar, tidak selalu merasa diri sudah cukup baik," ungkapnya.
Saat ditanya apakah publik keliru menilai Schumacher sebagai pribadi arogan, Todt menjawab tanpa ragu.
"Ya, sepenuhnya mereka salah," tegasnya.
Meluruskan Citra
Ia menambahkan bahwa Schumacher sebenarnya adalah sosok yang pemalu dan murah hati, tetapi sering menutupi sifat tersebut dengan sikap yang terlihat keras.
"Michael adalah orang yang agak pemalu dan dermawan. Namun, dia menyembunyikan rasa malunya dengan terlihat seperti arogan. Itu bukan untuk keuntungan, itu memang bagian dari karakternya," kata Todt.
Hubungan keduanya berkembang pesat sejak awal kerja sama mereka, bahkan sebelum masa kejayaan Ferrari di awal 2000-an.
"Masalahnya, kami harus berjuang sejak 1997. Dia sadar dirinya dilindungi, dia sadar dirinya dicintai, jadi itu berjalan dua arah. Perlahan, hubungan profesional kami berubah menjadi hubungan pertemanan, bahkan seperti keluarga," ungkap Todt.
Masih Dijaga Ketat
Sejak mengalami kecelakaan ski yang mengubah hidupnya pada 2013, kondisi Schumacher jarang diketahui publik.
Istrinya, Corinna Schumacher, terus menjaga privasi keluarga dengan sangat ketat, terlebih setelah beberapa upaya pihak tak bertanggung jawab mencoba memanfaatkan situasi tersebut.
Kabar terbaru tentang Schumacher pun sangat terbatas. Wawancara dari anggota keluarga juga jarang muncul ke publik.
Namun, putrinya, Gina-Maria Schumacher, sempat berbagi cerita dalam sebuah dokumenter tentang kariernya di dunia berkuda.
"Setelah kecelakaan ayah, saya benar-benar menekuni ini karena saya harus melakukan sesuatu. Kuda selalu penting bagi saya, tetapi sejak saat itu, mereka benar-benar berarti segalanya. Saya tidak bisa hidup tanpa kuda," ujarnya.
"Mereka membantu saya melewati semuanya. Saya bersyukur bisa menjalani ini. Ini bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh. Orang tua saya yang memungkinkan semua ini terjadi," kata Gina-Maria.
Sumber: Express