BRI Super League 2025/2026 Memasuki Pekan-Pekan Mencekam, Bagaimana Kans Persib, Borneo FC, dan Persija?

Memasuki pekan ke-26, pemegang gelar back to back Persib Bandung masih memuncaki klasemen BRI Super League dengan torehan 61 poin.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 12 April 2026, 15:30 WIB
Borneo FC Samarinda, Persib Bandung, dan Persija Jakarta terlibat dalam persaingan di papan atas BRI Super League 2025/2026. (Bola.com/Hery Kurniawan)

Bola.com, Jakarta - Pentas BRI Super League 2025/2026 memasuki pekan-pekan mencekam. Tiga tim teratas sama-sama bertekad jangan sampai terpeleset sembari mengharapkan nasib baik terus berpihak hingga akhir musim.

Memasuki pekan ke-26, pemegang gelar back to back Persib Bandung masih memuncaki klasemen BRI Super League dengan torehan 61 poin.

Advertisement

Maung Bandung diteror oleh dua pesaing terkuat, Borneo FC dan Persija Jakarta. Borneo FC yang berada di posisi kedua bermodalkan 60 poin, sedangkan Persija mengintai di posisi ketiga dengan genggaman 55 poin.

Maung Bandung, di atas kertas, memang lebih berpeluang mengukuhkan diri sebagai yang terdigdaya. Namun, di atas lapangan rumput, semua hal masih bisa tersaji di luar prediksi.

Mencekamnya persaingan diakui oleh pengamat sepak bola nasional yang juga podcaster balbalan, Riphan Pradipta.

Via kanal YouTube Liputan6 Sport belum lama ini, Riphan Pradipta membeberkan prediksinya, termasuk kemungkinan-kemungkinan yang masih bisa terjadi.

"Kalau masih hitungannya delapan laga, ya masih dua-duanya sebetulnya. Namun, yang cukup menguntit Persib, menurut saya Borneo FC. Persija dalam beberapa match seperti ada turbulensi sedikit ya. Belum kembali ke treknya," kata Riphan.

 
 

Persija Tetap Mengancam

Penyerang Persija Jakarta, Eksel Runtukahu, merayakan gol ke gawang Persebaya Surabaya bersama Fabio Calonego pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Persija, menurut Riphan, masih berpeluang menjadi ancaman dalam perburuan gelar jika Macan Kemayoran bisa kembali ke jalur kemenangan, seperti yang baru saja mereka raih ketika menjamu Persebaya Surabaya, Sabtu (11/4/2026).

"Kalau Persija dalam, katakanlah ini delapan laga tersisa, di satu atau dua match lagi bisa kembali ke trek, ya itu kembali Persija dan Borneo FC lagi menurutku," ujarnya.

"Cuma untuk saat ini, untuk delapan match ke depan masih Borneo yang paling di belakangnya Persib. Mereka punya performa bagus, terutama Juan Felipe Villa Ruiz dan Mariano Peralta".

Khusus Persija, lebih lanjut Riphan menuturkan, sebenarnya punya kasus serupa dengan Persib. Kedua raksasa kudu benar-benar konsentrasi dengan diri sendiri.

"Nah, kalau untuk Persija dan Persib sebetulnya mereka harus berkonsentrasi terhadap diri mereka sendiri. Adhitia Putra Herawan pernah bilang fokus Persib soal lawan terberatnya adalah diri mereka sendiri," tukas Riphan.

"Menurutku itu juga berlaku di Persija. Lawan terberat Persija adalah, ya Persijanya sendiri. Bagaimana mereka membuat tikungan terakhir ini, mereka harus berkonsentrasi tanpa ada lagi hal-hal kecil yang menganggu."

"Mereka sempat kehilangan poin dalam tiga pertandingan. Sudah unggul dan tinggal mengunci kemenangan misalnya, tapi mereka masih bisa kecolongan. Nah, hal-hal seperti itu yang harus dihindari dan mereka bisa fokus lagi kembali ke trek untuk kalau mau juara," lanjutnya.


Borneo FC Terus Menekan

Dua pemain Borneo FC Samarinda, Juan Villa dan Mariano Peralta. (Bola.com/Dok.Instagram Borneo FC).

Bagaimana dengan Borneo FC? Pesut Etam, walau sempat sedikit oleng, tapi cepat kembali bangkit dan kembali menekan Persib.

"Kalau Borneo FC memang sudah di jalurnya dalam rangka mengejar terus Persib. Mereka menekan terus dan berhasil di trek," tandas Riphan.

Keputusan manajemen Borneo membeli sejumlah amunisi anyar di putaran kedua membuahkan hasil manis. Pasukan Fabio Lefundes bermain lebih agresif, juga impresif.

"Ya, dalam bursa transfer paruh musim ya, menurut saya yang cukup berhasil ya Borneo FC. Bursa transfer paruh musim itu tricky sebetulnya. Ketika struktur itu terbangun sejak pramusim, mereka sebenarnya mengganti satu atau dua hal yang diperlukan," jelas Riphan.

"Tidak bisa langsung mengganti frontal gitu. Nah, itu terjadi di Persib. Bahkan Persib membeli Layvin Kurzawa pun, tapi dia tidak benar-benar masuk ke dalam struktur tim utama. Dia praktis bermain selama 10 menit, 15 menit."

"Nah, untuk Borneo justru terbalik. Mereka justru efektif di pembelian putaran kedua. Sejak pemain datang di putaran kedua, Borneo FC jadi stabil banget sampai sekarang," pungkas Riphan.

Berita Terkait