Raphinha Minta Maaf atas Gesturnya ke Suporter Atletico usai Barcelona Tersingkir dari Liga Champions, Bersiap Dapat Sanksi UEFA

Raphinha akui khilaf atas gestur ke suporter Atlético Madrid setelah kiprah Barcelona di Liga Champions kandas.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 16 April 2026, 10:20 WIB
Selebrasi penyerang Barcelona, Raphinha usai membobol gawang Villarreal, Minggu (21/12/2025) (AP Photo/Alberto Saiz)

Bola.com, Jakarta - Barcelona harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari perempat final Liga Champions. Di tengah kekecewaan itu, penyerang mereka, Raphinha, menyampaikan permintaan maaf atas gestur yang ia tujukan kepada suporter Atletico Madrid.

Raphinha, yang tidak bermain pada laga Rabu dini hari WIB kemarin karena cedera otot paha belakang, tertangkap kamera membuat gestur ke arah pendukung tuan rumah di Stadion Metropolitano.

Advertisement

Ia juga terlihat memberi isyarat seolah-olah Atletico akan tersingkir di semifinal, bahkan sempat mengucapkan "kalian akan tersingkir".

Selain itu, pemain asal Brasil tersebut juga meluapkan kekesalan terhadap kepemimpinan wasit.

Ia membuat gestur "dirampok" dengan tangannya dan kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa Barcelona "dirampok" dalam dua leg pertandingan.


Permintaan Maaf

Memasuki babak kedua, tempo permainan sempat sedikit menurun. Tampak dalam foto, bek Atletico Madrid asal Spanyol, Robin Le Normand (kiri) berebut bola dengan bek Ronald Federico Araujo da Silva (Barcelona) selama pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 di Stadion Metropolitano, Madrid pada Selasa 14 April 2026 waktu setempat atau Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. (Oscar DEL POZO/AFP)

Melalui kolom komentar pada unggahan DAZN yang menampilkan aksinya, Raphinha akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf.

"Saya meminta maaf atas gestur saya, yang tidak mencerminkan nilai atau karakter saya," tulis Raphinha.

"Itu adalah tindakan dalam momen penuh ketegangan, sebagai respons terhadap seorang suporter yang tidak menghormati saya," imbuhnya.

Meski begitu, aksinya berpotensi berbuntut sanksi dari UEFA.

Barcelona sebenarnya menang 2-1 pada leg kedua, tetapi hasil tersebut tidak cukup untuk membalikkan kekalahan 0-2 pada pertemuan pertama. Mereka pun gagal melangkah ke semifinal untuk dua musim beruntun.


Respons Pemain Atletico

Kedua tim bermain lebih hati-hati, dengan Barcelona tetap mendominasi penguasaan bola. Tampak dalam foto, penyerang Atletico Madrid asal Argentina, Julian Alvarez (tengah) bersama rekan-rekan setimnya merayakan kemenangan di akhir pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 melawan FC Barcelona di Stadion Metropolitano, Madrid pada Selasa 14 April 2026 waktu setempat atau Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. (Thomas COEX/AFP)

Kritik Raphinha soal wasit langsung mendapat respons dari kiper Atletico, Juan Musso, yang menilai pernyataan tersebut berlebihan.

"Saya menghormati semua pendapat, tetapi jangan mengatakan ini perampokan, karena tidak seperti itu," ujar Musso.

"Kami menang di lapangan. Kami menang 2-0 di kandang mereka. Ini tim yang sangat kami hormati dan selalu memotivasi kami untuk bermain. Mereka tim besar, tetapi menyebutnya perampokan itu gila," lanjutnya.


Barcelona Komplain

Bertanding di Stadion Metropolitano, Madrid pada Selasa 14 April 2026 waktu setempat atau Rabu (15/4/2026) dini hari WIB, kedua tim langsung tampil menekan. Tampak dalam foto, bek Atletico Madrid asal Spanyol, Robin Le Normand (kiri), berebut bola dengan Gerard Martin (Barcelona) selama pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 di Stadion Metropolitano, Madrid pada Selasa 14 April 2026 waktu setempat atau Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. (Javier SORIANO/AFP)

Raphinha tidak langsung meminta maaf atas komentarnya terkait wasit.

"Bagi saya, ini adalah perampokan," katanya kepada wartawan seusai pertandingan.

"Bukan hanya pertandingan ini, tetapi juga yang sebelumnya. Kepemimpinan wasit sangat buruk. Keputusan-keputusan yang mereka ambil tidak masuk akal. Atletico melakukan banyak pelanggaran dan wasit tidak memberikan satu pun kartu kuning," cetus pemain Timnas Brasil itu.

Sejumlah pemain Barcelona lainnya juga ikut mengkritik kepemimpinan wasit dalam dua leg tersebut.

Presiden terpilih klub, Joan Laporta, bahkan menyebut keputusan wasit sebagai sesuatu yang memalukan dan tidak dapat diterima. Ia menegaskan bahwa klub akan mengajukan keluhan resmi kepada UEFA.

 

Sumber: AP News

Berita Terkait