BRI Super League: Teppei Yachida Makin Klop di Bali United, Johnny Jansen Sudah Belajar dari Kesalahan Jelang Hadapi Malut United

Bali United akan menghadapi Malut United di Stadion Kapten I Wayan Dipta dalam pekan ke-28 BRI Super League.

BolaCom | Alit BinawanDiterbitkan 16 April 2026, 14:45 WIB
Gelandang Bali United, Teppei Yachida, berselebrasi setelah membobol gawang Arema FC pada laga BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Kabutapen Malang, Jumat (6/3/2026). (Bola.com/Alit Binawan)

Bola.com, Gianyar - Bali United akan menghadapi Malut United di Stadion Kapten I Wayan Dipta dalam pekan ke-28 BRI Super League, Minggu malam (19/8/2026), 

Kekalahan menghadapi Persib Bandung pekan lalu di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), menjadi cambuk untuk Thijmen Goppel dkk. Kekalahan pekan lalu, menjadi modal untuk menghadapi Malut United pekan ini.

Advertisement

Masalahnya, Malut United bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.

Pelatih Bali United Johnny Jansen masih ingat betul bagaimana kemenangan Serdadu Tridatu yang sudah di depan mata di Stadion Kie Raha dalam pekan kedua BRI Super League 2025/2026, sirna begitu saja pada menit ke-90+11 setelah gol bunuh diri Rizky Dwi.

Saat itu di babak pertama, Bali United meskipun mencetak gol cantik dari sprint Thijmen Goppel, justru kebobolan dua gol dari skema serangan balik dari Malut United.


Malut Berbahaya

Pemain Malut United merayakan gol yang dicetak David da Silva dalam kemenangan 3-1 atas Dewa United dalam laga pekan pertama BRI Super League 2025/2026 di Stadion Internasional Banten, Sabtu (9/8/2025). Malut United menang 3-1 atas Dewa United. (Bola.com/Gatot Sumitro)

Di babak kedua, Bali United sempat unggul 3-2 sebelum akhirnya imbang 3-3. Situasi ini tampaknya masih sangat diingat oleh Johnny Jansen.

“Waktu itu, Malut United sangat bagus saat transisi dalam serangan,” ucapnya.

Apalagi masih ada momok Bali United yang merupakan mantan pemain Persib, David da Silva dan Ciro Alves. kedua pemain tersebut kebetulan menjadi aktor krusial saat pertemuan pertama kedua tim.

“Kalau kami kehilangan bola, mereka sangat jago dalam serangan Bali,” tegasnya. Namun situasi di putaran kedua BRI Super League bisa saja berubah.


Kepingan Puzzle Hilang yang Sudah Ditemukan

Selain bermain di Stadion Dipta dan kembali dihadiri suporter, Bali United sekarang memiliki playmaker yang tidak dimiliki pada putaran pertama.

Teppei Yachida bisa menjadi aktor utama saat menghadapi Malut seperti dalam dua pertandingan terakhir menghadapi Semen Padang dan Persib Bandung.

Teppei seakan jadi kepingan puzzle terakhir yang sempat hilang di Bali United. 10 pertandingan, Teppei berkontribusi dalam 4 gol dan 2 assist dari 734 menit di dalam lapangan.

Dukungan dari pelatih dan pemain menurut Teppei menjadi kuncinya. Seandainya manta pemain RB Omiya Ardija tersebut datang di awal musim, mungkin saja performa Serdadu Tridatu tidak fluktuatif seperti sekarang.

“Tim pelatih dan pemain memahami kemampuan saya meskipun masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi. Sekarang saya bisa menunjukkan kemampuan dan performa terbaik saya untuk Bali United,” bebernya.


Tantangan di Indonesia

Baginya, BRI Super League adalah salah kompetisi yang cukup menarik. Setiap pekan, tim manapun bisa saja kalah atau menang. Ia juga senang dengan dukungan suporter yang luar biasa.

“Banyak pertandingan menarik yang saya jalankan di kompetisi di sini dan saya benar-benar menikmatinya. Suporter di sini juga luar biasa dalam mendukung tim dan saya selalu berusaha ingin menampilkan yang terbaik sesuai ekspektasi mereka,” tutupnya.

 

Berita Terkait