Barcelona Ajukan Protes Kedua ke UEFA, Soroti Wasit di Dua Laga Perempat Final Liga Champions

Barcelona mengajjukan protes kedua ke UEFA, soroti kesalahan wasit di perempat final Liga Champions.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 17 April 2026, 12:30 WIB
Pemain Barcelona, Lamine Yamal, tertunduk lesu setelah ditaklukkan Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026 di Stadion Camp Nou, Kamis (9/4/2026). (AP Photo/Joan Monfort)

Bola.com, Jakarta - Barcelona kembali melayangkan protes resmi kepada UEFA terkait kinerja wasit dalam laga perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid.

Klub asal Katalonia itu mengajukan keluhan kedua, menyusul tersingkirnya mereka dari kompetisi tersebut. Mereka menilai standar kepemimpinan wasit dalam dua leg pertandingan tidak dijalankan sesuai aturan yang berlaku.

Advertisement

Barcelona menegaskan tidak menerima begitu saja hasil tersebut. Dalam pernyataan resminya pada Kamis waktu setempat, klub menyebut berbagai keputusan perangkat pertandingan telah menimbulkan "kerugian signifikan secara olahraga dan finansial".


Pernyataan Barcelona

Bertanding di Stadion Metropolitano, Madrid pada Selasa 14 April 2026 waktu setempat atau Rabu (15/4/2026) dini hari WIB, kedua tim langsung tampil menekan. Tampak dalam foto, bek Atletico Madrid asal Spanyol, Robin Le Normand (kiri), berebut bola dengan Gerard Martin (Barcelona) selama pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 di Stadion Metropolitano, Madrid pada Selasa 14 April 2026 waktu setempat atau Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. (Javier SORIANO/AFP)

Atletico memastikan langkah ke semifinal setelah unggul agregat 3-2 dan selanjutnya akan menghadapi wakil Liga Inggris, Arsenal.

"Klub telah mengajukan keluhan kepada UEFA terkait kinerja wasit dalam pertandingan Liga Champions melawan Atletico," bunyi pernyataan Barcelona.

"Klub menilai bahwa dalam dua leg pertandingan tersebut terdapat sejumlah keputusan wasit yang tidak sesuai dengan hukum permainan, akibat penerapan peraturan yang keliru serta kurangnya intervensi yang tepat dari sistem VAR dalam insiden-insiden penting."

"Akumulasi kesalahan tersebut berdampak langsung terhadap jalannya pertandingan dan hasil akhir sehingga menimbulkan kerugian signifikan secara olahraga dan finansial bagi klub."

"Melalui keluhan ini, klub kembali menegaskan permintaan yang sebelumnya telah diajukan kepada UEFA, sekaligus menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan organisasi tersebut demi meningkatkan sistem perwasitan agar penerapan hukum permainan menjadi lebih ketat, adil, dan transparan," demikian pernyataan Barcelona.


Protes Lagi

Kedua tim bermain lebih hati-hati, dengan Barcelona tetap mendominasi penguasaan bola. Tampak dalam foto, penyerang Atletico Madrid asal Argentina, Julian Alvarez (tengah) bersama rekan-rekan setimnya merayakan kemenangan di akhir pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 melawan FC Barcelona di Stadion Metropolitano, Madrid pada Selasa 14 April 2026 waktu setempat atau Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. (Thomas COEX/AFP)

Sebelumnya, Barcelona juga telah melayangkan protes setelah leg pertama.

Saat itu, mereka menilai seharusnya diberikan penalti serta kartu merah kepada bek Atletico, Marc Pubill, yang sudah mengantongi kartu karena menyentuh bola dengan tangan setelah kiper Juan Musso diduga telah menghidupkan kembali permainan.

Namun, UEFA menyatakan protes tersebut "tidak dapat diterima" pada awal pekan ini.

Dalam pernyataan terbarunya, Barcelona tidak merinci secara spesifik keputusan mana saja yang dipermasalahkan. Meski begitu, Presiden Barcelona, Joan Laporta, sebelumnya membeberkan sejumlah keberatan usai pertandingan leg kedua, Selasa lalu.


Tudingan Barcelona

Pertandingan sendiri berakhir dengan keberhasilan Atletico Madrid melaju ke semifinal setelah unggul agregat atas Barcelona, sekaligus mengakhiri langkah Blaugrana di Liga Champions musim ini. (AFP/Javier Soriano)

Laporta menilai kartu merah yang diberikan kepada Pau Cubarsi pada leg pertama dan Eric Garcia di leg kedua seharusnya hanya berujung kartu kuning.

Ia juga menyebut Dani Olmo layak mendapatkan penalti, gol Ferran Torres yang dianulir karena offside semestinya sah, serta insiden ketika Musso mengenai bibir Fermin Lopez dengan sepatunya seharusnya mendapat tindakan dari wasit.

"Perwasitan ini memalukan," kata Laporta kepada wartawan.

"Kami sudah mengajukan keluhan setelah leg pertama dan UEFA menyebutnya 'tidak dapat diterima'. Kami akan meminta penjelasan lebih lanjut. Klub juga akan mengajukan keluhan lagi karena yang tidak dapat diterima adalah apa yang terjadi kepada kami pada Selasa," ujar Laporta.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait