Komite Wasit PSSI: Liga Sepak Bola Profesional Indonesia Perlu Lebih Banyak Kamera

Penambahan jumlah kamera diyakini akan mengurangi kontroversi di setiap pertandingan.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 24 April 2026, 10:45 WIB
Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa berbicara mengenai perkembangan wasit di BRI Super League dan Championship. (Liputan6.com/Dimas Ramadhan)

Bola.com, Jakarta - Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa menyebut pentingnya penambahan kamera untuk menunjang kinerja Video Assistant Referee (VAR) di kompetisi sepak bola profesional Indonesia, terutama di BRI Super League 2025/2026.

Penambahan kamera VAR bertujuan untuk meningkatkan akurasi keputusan wasit. Semakin banyaknya kamera yang digunakan tentu akan membuat sudut pandang dari suatu kejadian juga lebih banyak.

Advertisement

Misalnya yang terjadi pada laga Dewa United Banten FC melawan Persib Bandung di Banten International Stadium, Senin, dalam laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026. Sampai saat ini masih ada perdebatan apakah bola yang dikuasai Alexis Messidoro sudah keluar lapangan atau belum. 

"Kami tidak bisa memaksakan kepada liga profesional. Namun ke depan, jika ada dua kamera di garis gawang, itu akan membuat keputusan lebih adil bagi semua pihak dalam sepak bola. Tapi posisi kami harus memahami kondisi saat ini. Kami harus mengelola kondisi yang ada,"  kata Ogawa saat ditemui awak media di GBK Arena, Jakarta, Kamis, setelah acara Refereeing Workshop for Media.


Tidak Wajib, tapi...

Gelandang Dewa United, Ivar Jenner mendapatkan penjagaan ketat dari gelandang Persib Bandung, Beckham Putra dalam laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 di Banten International Stadium (BIS), Serang, Senin (20/4/2026). (Dok. Dewa United)

Yoshimi Ogawa menyebut keberadaan kamera di garis gawang sebenarnya tidak wajib dalam upaya penerapan VAR di sebuah kompetisi. Namun, keberadaan kamera itu tentu akan sangat membantu kinerja perangkat pertandingan.

"Sebenarnya kamera garis gawang tidak wajib dalam penggunaan VAR. Tapi kalau ada, tentu akan jauh lebih baik," jelas Ogawa. 

Tentu menarik untuk menanti inovasi dari operator liga dan pemilik hak siar pertandingan di BRI Super League 2026/2027. Apakah mereka akan menuruti saran dari Yoshimi Ogawa atau tidak.


Kalah Jauh

Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kiri) saat bertemu dengan Wakil Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa di Jepang guna membahas rencana-rencana perombakan sekaligus peningkatan kualitas perwasitan di Indonesia. (Dok. Instagram Erick Thohir)

Lebih lanjut, Yoshimi Ogawa menyebut VAR terkadang tidak bisa berjalan dengan maksimal di BRI Super League. Sebab, jumlah kamera terpaut jauh dibanding jumlah kamera VAR yang digunakan di Piala Dunia 2022 yang kabarnya mencapai 50 kamera.

Banyaknya jumlah kamera VAR di Piala Dunia 2022, kata Ogawa, turut membantu tim VAR mendapatkan banyak sudut pandang untuk meninjau sebuah insiden, salah satunya bagaimana gol kedua Jepang bisa disahkan saat mereka mengalahkan Spanyol di babak fase grup dengan skor 2-1.

Ketika itu, bola yang diterima Kaoru Mitoma pada gol kedua Jepang yang dicetak Ao Tanaka, sekilas sudah keluar lapangan. Namun, dari sudut pandang kamera lain, ternyata masih ada bagian bola yang berada di garis lapangan.

"Kejadian ini sama seperti waktu Jepang di Piala Dunia 2022," jelas Ogawa.


Persaingan di BRI Super League 2025/2026

Berita Terkait