Sikap Kontroversial Dino Zoff: Italia Harus Ambil Kesempatan ke Piala Dunia 2026, meski Tak Sportif

Pendapat nyeleneh datang dari kiper legendaris Italia, Dino Zoff.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 24 April 2026, 14:15 WIB
Pemain Timnas Italia tertunduk lesu setelah kalah dari Bosnia-Herzegovina lewat drama adu penalti pada laga final playoff Piala Dunia 2026 di Stadion Bilino Polje, Zenica, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Italia kembali gagal lolos ke putaran final Piala Dunia karena kekalahan ini. (AP Photo/Armin Durgut)

Bola.com, Jakarta - Legenda sepak bola Italia, Dino Zoff, ikut angkat suara dalam polemik peluang Italia tampil di Piala Dunia 2026.

Ia punya pandangan berbeda dari petinggi, pejabat, hingga kalangan media di Italia.

Advertisement

Seperti diketahui, Timnas Italia gagal lolos lewat jalur kualifikasi. Akan tetapi, kiper legendaris Italia itu menilai Azzurri tetap seharusnya memanfaatkan peluang jika pintu itu terbuka, meski secara sportivitas bisa diperdebatkan.

Italia gagal mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah finis di bawah Norwegia pada fase kualifikasi grup.

Harapan terakhir kandas di final play-off, ketika mereka kalah adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina, akhir Maret lalu.


Usulan Kontroversial

Sebelumnya, pada putaran final Piala Dunia 2018 dan 2022, Gli Azzurri gagal tampil. Tampak dalam foto, ekspresi pemain Timnas Italia setelah kalah dalam pertandingan final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica, Selasa 31 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 1 April 2026 dini hari WIB. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Situasi itu memicu wacana tak biasa. Italia disebut-sebut berpotensi menggantikan Iran di Piala Dunia 2026, yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Usulan tersebut datang dari Paolo Zampolli, sosok yang memiliki kedekatan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

"Iya, saya yang mengusulkan kepada Trump dan Infantino (Gianni Infantino, Presiden FIFA) agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia,” kata Zampolli.

"Saya orang Italia, dan akan menjadi mimpi melihat Azzurri tampil di turnamen yang digelar di Amerika Serikat. Dengan empat gelar, mereka punya rekam jejak untuk dibenarkan tampil," lanjutnya.


Sikap Berbeda

Mantan kiper dan pelatih Italia, Dino Zoff, berpose dengan foto dirinya memegang trofi Piala Dunia 1982, saat wawancara dengan AFP di Roma, pada 13 April 2018. (Alberto PIZZOLI/AFP)

Partisipasi Iran masih berada dalam ketidakpastian, bukan karena faktor teknis di lapangan, melainkan persoalan politik yang mengitari negara tersebut.

Di Italia, perdebatan pun menguat. Sejumlah pejabat, termasuk Presiden CONI, Luciano Buonfiglio, dan Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, menilai langkah untuk mengejar tempat di Piala Dunia tanpa lolos kualifikasi sebagai tindakan yang tidak pantas.

Namun, Zoff mengambil sikap berbeda.

Dalam wawancara di program "Un Giorno da Pecora" di Rai Radio1, ia mengakui langkah itu memang tidak ideal, tetapi tetap layak dipertimbangkan.

"Itu sesuatu yang bisa dilakukan. Memang bukan hal yang bagus," ujar Zoff.

"Kalau kesempatan itu ada, kita harus mengambilnya, meskipun tidak terlalu sportif," imbuhnya.

 

Sumber: Football Italia