Arsenal Terancam Gagal Juara Liga Inggris Lagi, Mikel Arteta Ngomel Salahkan Wasit

Mikel Arteta mengecam keputusan-keputusan wasit baru-baru ini yang menurutnya merugikan timnya dalam pacuan gelar Liga Inggris 2025/2026.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 27 April 2026, 13:00 WIB
Hasil ini membuat selisih poin skuad asuhan Mikel Arteta sebagai pemuncak klasemen Liga Inggris 2025/2026 semakin menipis. Mereka kini hanya terpaut lima poin dari Manchester City yang belum memainkan laga ke-27 mereka. (AP Photo/Dave Shopland)

Bola.com, London - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, marah-marah. Dia mengecam keputusan-keputusan wasit baru-baru ini yang menurutnya merugikan timnya dalam pacuan gelar Liga Inggris 2025/2026. 

Dia menyoroti beberapa keputusan wasit pada momen-momen krusial saat melawan Manchester City dan Newcastle United, yang menurutnya bisa menjadi pembeda dalam perebutan gelar Premier League.

Advertisement

The Gunners sempat unggul sembilan di puncak klasemen Liga Inggris. Namun, keunggulan itu terkikis hanya dalam 12 hari, puncaknya saat kekalahan 1-2 dari Man City, akhir pekan lalu.

Arsenal kemudian bangkit dengan memetik kemenangan 1–0 atas Newcastle, Sabtu (25/4/2026), dan kembali ke posisi pertama,  meski Man City masih punya satu laga yang belum dimainkan. 

Namun, Arteta justru memfokuskan perhatiannya pada keputusan kontroversial lainnya yang merugikan timnya.

Kiper Newcastle, Nick Pope, hanya menerima kartu kuning setelah menerjang keluar dari kotaknya dan menjatuhkan Viktor Gyokeres yang sedang berlari kencang pada menit ke-74.

Match Center Premier League mengungkapkan bahwa pelanggaran tersebut dianggap bukan penghalangan peluang mencetak gol yang jelas (DOGSO), karena jarak yang dekat dengan bek Newcastle, yang memiliki kemungkinan untuk menguasai bola.

Arteta terang-terangan tidak setuju dengan pendapat itu. 

 


Bisa Menghantui Arsenal

Arsenal sukses memetik kemenangan penting atas Newcastle United di lanjutan Premier League 2025/2026 di Emirates Stadium pada Sabtu (26/4/2026) . (AP Photo/Ian Walton)

"Saya harus mengatakan juga menurut pendapat saya, itu jelas adalah kartu merah. Saya sudah menontonnya 10 kali. Jika Anda pernah bermain sepak bola, itu adalah kartu merah," tegas Arteta, seperti dikutip dari Sport Illustratif, Senin (27/4/2026). 

Keputusan tersebut memang tidak menghalangi Arsenal untuk mengamankan tiga poin, tetapi membuat mereka hanya mencetak satu. 

Faktor ini bisa kembali menghantui Arsenal jika perebutan gelar harus ditentukan melalui selisih gol, atau bahkan jumlah gol yang dicetak.

 


Kecam Wasit Lainnya

Erling Haaland menjadi kunci kemenangan Manchester City saat menjamu Arsenal dalam laga lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Etihad Stadium, Manchester, Inggris, Minggu (19/04/2026) waktu setempat. (AP Photo/Dave Thompson)

Setelah mengkritik keputusan wasit Sam Barratt di Emirates Stadium, Arteta kemudian membidik wasit Anthony Taylor. Dia meyakini Taylor melewatkan apa yang ia yakini sebagai kartu merah lainnya di Etihad Stadium akhir pekan lalu.

Ia bersikeras bek Manchester City, Abdukodir Khusanov, melakukan tekel terhadap Kai Havertz sebagai orang terakhir pada menit ke-53.

"Ini kedua kalinya dalam dua pertandingan, karena saat melawan Manchester City ketika Kai Havertz lolos dan Khusanov melanggarnya saat skor 1–1, gelar juara ada di sana. Itu adalah kartu merah," ujar pelatih berusia 44 tahun tersebut, meskipun ia tercatat tidak mempertanyakan keputusan itu segera setelah laga.

Delapan menit kemudian, Erling Haaland mencetak gol kemenangan, membawa City mendekat dalam jarak tiga poin dari Arsenal dengan satu simpanan pertandingan, yang kemudian mereka menangkan di Turf Moor melawan Burnley tengah pekan lalu untuk naik ke puncak. Arsenal sejak itu telah merebut kembali posisi pertama, tetapi sekali lagi telah memainkan satu pertandingan lebih banyak.

"Jadi inilah margin yang kita bicarakan. Mudah-mudahan itu akan berubah. Semua orang punya pendapat masing-masing, saya di sini untuk memberikan pendapat saya," tegas pelatih asal Spanyol itu. 

"Saya adalah seseorang yang sudah lama berkecimpung di dunia sepak bola. Anda bicara dengan pemain mana pun karena melihat lintasannya, di mana posisi bola, tidak ada kiper di sana. Jika itu terjadi sebaliknya, itu adalah kartu merah."

 


Bukan Cari-cari Alasan

Skuad asuhan Mikel Arteta meraih kemenangan penting saat menjamu Newcastle United dalam lanjutan Premier League, Sabtu (26/4/2026) malam WIB. Bermain di Emirates Stadium, The Gunners menang tipis 1-0. (AP Photo/Ian Walton)

Arteta dan Arsenal sedang merasakan tekanan karena kans merebut empat gelar atau quadruple kini hanya tersisa dua opsi trofi. The Gunners sudah tersingkir dari Carabao Cup dan Piala FA, sehingga kans meraih trofi hanya tersisa di Premier League dan Liga Champons. 

Arteta terus menyalahkan wasit atas kekurangan timnya baru-baru ini. "Saya mengatakan kenyataan dari dua pertandingan terakhir pada momen-momen krusial ketika segalanya dipertaruhkan, kami butuh segalanya berpihak pada kami dan itu tidak terjadi," kata Arteta. 

Manajer tersebut kemudian dengan cepat, dan ironisnya, menarik kembali komentarnya. "Saya tidak sedang memberikan alasan. Saya orang pertama yang mengerti. Saya tidak membicarakannya saat kami kalah. Saya melakukannya saat kami menang. Itu kartu merah hari ini. Itu kartu merah di Manchester dan dunianya (hasilnya) akan berbeda. Itu saja," imbuh dia. 

Sumber: Sport Illustrated

 


Yuk Intip Posisi Tim Favoritmu

Berita Terkait