BRI Super League: Jadi Man of The Match, Cahya Supriadi Akui Duel Kontra Persija Selalu Tak Mudah

Cahya Supriadi tampil gemilang saat PSIM Yogyakarta bermain imbang 1-1 kontra Persija Jakarta pada lanjutan BRI Super League 2025/2026. Kiper berusia 23 tahun itu terpilih sebagai Man of the Match dalam laga pekan ke-29.

Bola.com, Jakarta - Cahya Supriadi tampil gemilang saat PSIM Yogyakarta bermain imbang 1-1 kontra Persija Jakarta pada lanjutan BRI Super League 2025/2026. Kiper berusia 23 tahun itu terpilih sebagai Man of the Match dalam laga pekan ke-29.

Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (22/4/2026) sore WIB. Cahya jadi sorotan setelah sukses menepis tendangan penalti winger Persija, Maxwell Souza, yang nyaris membawa lawan unggul.

Cahya bersyukur atas penghargaan pemain terbaik yang ia raih. Menurut dia, pencapaian tersebut merupakan suntikan motivasi untuk terus berkembang bersama tim berjuluk Laskar Mataram itu.

"Tentunya bersyukur ya bisa menjadi Man of the Match dalam pertandingan kemarin. Ini sebuah pencapaian yang baik untuk saya secara pribadi," ujar Cahya Supriadi, Senin (27/4/2026).

"Pastinya saya juga sangat senang bertemu kembali dengan mantan tim saya yaitu Persija Jakarta dan bisa menghadapi mereka," lanjut eks kiper Timnas Indonesia U-22 itu.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Selalu Tidak Mudah

Cahya menilai laga melawan Persija selalu menghadirkan tantangan besar. Ia menyebut kualitas pemain Macan Kemayoran membuat lini pertahanan PSIM harus bekerja ekstra keras sepanjang laga.

"Kualitas pemain Persija tidak perlu diragukan lagi. Mereka juga banyak menciptakan serangan-serangan berbahaya ke gawang kami," kata mantan pemain FC Bekasi City tersebut.

Namun, Cahya memuji kerja keras seluruh pemain PSIM yang tampil disiplin sepanjang pertandingan. Solidnya lini pertahanan membuat tim berlogo Tugu Pal Putih itu mampu membawa pulang satu poin penting.

"Tapi Alhamdulillah tim berjuang dengan sangat keras di lapangan. Kami bermain cukup solid dan bisa meraih satu poin," sambungnya.

 

Pujian Jean-Paul van Gastel

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, memberikan apresiasi atas performa anak asuhnya tersebut. Menurut pelatih asal Belanda itu, Cahya merupakan pemain muda dengan masa depan cerah.

"Saya puas dengan performa Cahya. Ia masih muda dan terpilih masuk ke tim nasional sehingga masa depannya sangat cerah. Dia memainkan peran penting dengan menepis tendangan penalti," pujinya.

"Secara keseluruhan penampilannya sangat baik dan saya puas dengan konsistensinya sepanjang musim ini. Pemain muda pasti pernah melakukan kesalahan dan mereka harus belajar dari hal tersebut."

"Ketika seorang penjaga gawang membuat kesalahan hal itu biasanya berujung pada gol bagi lawan, tetapi dia harus belajar untuk menghadapinya, menjadikannya pelajaran dan terus melangkah maju," imbuh Van Gastel.

Persaingan di BRI Super League

Video Populer

Foto Populer