Cafu Sambut Manis Vinicius Law di Piala Dunia 2026: Semua Orang Harus Jujur di Lapangan

Legenda sepak bola Brasil, Cafu, menyambut positif penerapan aturan baru yang dikenal sebagai “Vinicius Law” jelang Piala Dunia 2026.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 01 Mei 2026, 19:45 WIB
Gelandang Brasil #05, Casemiro (tengah), dikerumuni oleh bek Brasil #03, Gabriel Magalhaes (kiri), dan gelandang Brasil #07, Vinicius Jr, setelah mencetak gol kedua dalam pertandingan persahabatan internasional antara Brasil dan Senegal di Stadion Emirates, London, pada 15 November 2025. (Ian Kington/AFP)

Bola.com, Jakarta - Legenda sepak bola Brasil, Cafu, menyambut positif penerapan aturan baru yang dikenal sebagai “Vinicius Law” jelang Piala Dunia 2026.

Aturan tersebut menyebutkan bahwa pemain yang menutup mulut saat berbicara dengan lawan di lapangan akan langsung diganjar kartu merah. Kebijakan ini muncul sebagai upaya meningkatkan transparansi komunikasi dan mencegah potensi pelanggaran verbal yang sulit terdeteksi.

Advertisement

Berbicara kepada Marca dalam sebuah laga amal, Cafu menilai aturan tersebut sebagai langkah yang tepat dalam menjaga sportivitas di sepak bola.

“Saya pikir ini fantastis. Tidak perlu menutup mulut saat berbicara dengan rekan setim, lawan, atau siapa pun di lapangan. Semua orang harus menunjukkan diri mereka apa adanya,” ujar mantan kapten timnas Brasil tersebut.

Vinicius Law akan diterapkan pada FIFA World Cup musim panas ini dan langsung menjadi sorotan dunia sepak bola. Regulasi ini menetapkan bahwa pemain yang menutup mulut saat berkonfrontasi dengan lawan di lapangan dapat langsung dikenai kartu merah.

Perubahan aturan ini muncul setelah insiden yang melibatkan Vinicius Junior dalam pertandingan Liga Champions, ketika ia melaporkan dugaan pelecehan yang dilakukan oleh Gianluca Prestianni. Insiden


Penjelasan Lebih Lanjut

Trofi Piala Dunia FIFA dipajang menjelang pengundian kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 di markas besar FIFA di Zurich, pada 13 Desember 2024. (Fabrice COFFRINI/AFP)

Pemain di FIFA World Cup musim panas ini berpotensi langsung diganjar kartu merah jika menutup mulut saat berkonfrontasi dengan lawan atau wasit.

Aturan baru ini disahkan dalam pertemuan khusus IFAB di Vancouver dan akan mulai diterapkan di turnamen yang digelar di Amerika Utara dan Meksiko.

Langkah ini diambil untuk mencegah pemain menyembunyikan ucapan yang berpotensi mengandung hinaan atau tindakan diskriminatif dari pantauan wasit maupun kamera.

Perubahan aturan tersebut dipicu oleh insiden antara Gianluca Prestianni dan Vinicius Junior pada musim ini, yang kemudian memicu diskusi luas soal perilaku di lapangan.

Dengan aturan baru ini, wasit kini memiliki wewenang lebih besar untuk memberikan sanksi tegas demi menjaga fair play dan transparansi dalam pertandingan.


Sanksi

Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni (kanan). (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Dalam aturan baru, pemain yang menutup mulut saat beradu argumen dengan lawan berisiko langsung dikeluarkan dari pertandingan. Keputusan ini bersifat situasional dan bergantung pada penilaian penyelenggara kompetisi.

“Atas kebijakan penyelenggara kompetisi, setiap pemain yang menutup mulut dalam situasi konfrontasi dengan lawan dapat dikenai sanksi kartu merah,” demikian pernyataan FIFA.

Aturan ini muncul setelah insiden di Liga Champions yang melibatkan Gianluca Prestianni dari Benfica dan Vinicius Junior dari Real Madrid. Dalam kejadian tersebut, Prestianni menutup mulutnya saat melontarkan ucapan bernada rasis.

Vinicius terlihat emosional usai insiden tersebut, sementara Prestianni kemudian dijatuhi sanksi larangan bermain enam pertandingan oleh UEFA.

 Sumber: Marca

Berita Terkait