Foto: Momen Kontroversial saat Presiden FIFA Minta Perwakilan Palestina dan Israel Berjabat Tangan di Kongres

BolaCom | Bagaskara LazuardiDiterbitkan 02 Mei 2026, 11:43 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjadi sorotan setelah tindakannya yang berusaha menciptakan momen damai antara perwakilan asosiasi sepak bola Palestina dan Israel di panggung saat penutupan Kongres FIFA terbaru di Vancouver, Kanada, Kamis (30/4/2026) waktu setempat. (AP Photo/The Canadian Press/Darryl Dyck)
Rajoub dan Infantino kemudian terlibat diskusi emosional di sisi panggung, sementara Suliman tetap berada di atas panggung. (AP Photo/The Canadian Press/Darryl Dyck)
Menurut laporan, ada rencana sebelumnya agar Rajoub dan Suliman berjabat tangan sebagai simbol perdamaian. Namun, hal itu tidak terjadi. FIFA sendiri tidak memberikan komentar resmi terkait rencana tersebut. (AP Photo/The Canadian Press/Darryl Dyck)
Rajoub menjelaskan alasannya menolak berjabat tangan. Ia berkata bahwa, "bisakah saya berjabat tangan dengan seseorang yang mewakili pemerintah fasis dan rasis, serta membela kebijakan pemerintah tersebut? Saya rasa dia bukan mitra yang layak bagi saya." (AP Photo/The Canadian Press/Darryl Dyck)
Presiden FA Palestina itu pun mengkritik cara pendekatan Gianni Infantino tersebut. Meski menilai Infantino punya hak untuk menciptakna momen tersebut, sang Presiden FIFA tak benar-benar memahami situasi yang terjadi. (AP Photo/The Canadian Press/Darryl Dyck)
Sementara itu, pihak Israel melalui sekretaris jenderal sementara IFA, Yariv Teper, membantah jabat tangan tersebut sudah direncanakan sebelumnya. Meski begitu, ia menyayangkan kegagalan momen tersebut. (AP Photo/The Canadian Press/Ethan Cairns)
Kontroversi ini menambah panjang daftar tantangan yang dihadapi FIFA dalam menjaga netralitas olahraga di tengah konflik geopolitik global. (AP Photo/The Canadian Press/Ethan Cairns)