Marc Klok Bantah Tuduhan yang Dilontarkan Bhayangkara FC: Berikan Penjelasan soal Ucapan yang Sebenarnya

Dalam pernyataan resminya, Marc Klok dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai informasi yang tidak benar serta merugikan nama baiknya.

BolaCom | Erwin SnazDiterbitkan 02 Mei 2026, 15:50 WIB
Marc Klok, gelandang dan kapten tim Persib Bandung. (Dok. ileague.id)

Bola.com, Bandung - Kapten Persib Bandung, Marc Klok, akhirnya angkat bicara terkait tuduhan rasisme yang diarahkan kepadanya usai laga melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke 30 BRI Super League 2025/2026.

Dalam pernyataan resminya, Marc Klok dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai informasi yang tidak benar serta merugikan nama baiknya.

Advertisement

“Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya. Penyebaran informasi tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima,” tegas Marc Klok dalam pernyataan resminya, Sabtu (2/5/2026).

Gelandang naturalisasi kelahiran Belanda itu menegaskan bahwa sepanjang hidup dan kariernya selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme, dan sikap anti-rasisme.

Ia juga mengingatkan selama berkarier, dirinya telah berbagi ruang ganti dengan pemain dari berbagai latar belakang budaya dan kebangsaan.

“Rasa hormat selalu menjadi nilai utama bagi saya, baik di dalam maupun di luar lapangan. Orang-orang yang mengenal saya tahu nilai-nilai yang saya pegang,” tuturnya.

 
 

Klarifikasi Marc Klok

Marc Klok, Persib Bandung di BRI Super League 2025/26. (Dok. ileague.id)

Insiden yang menjadi polemik disebut bermula saat momen pertandingan ketika Persib Bandung tertinggal dan berusaha cepat melanjutkan permainan usai kebobolan.

Marc Klok menjelaskan saat itu ia hanya meminta bola kepada pemain lawan, Henri Doumbia, dengan mengatakan, “Give me the ball back” atau "berikan bolanya."

Namun, Henri Doumbia sempat mengira Marc Klok mengucapkan kata yang berkonotasi rasis. Situasi tersebut, menurut Klok, telah diklarifikasi secara langsung.

“Kami sudah membicarakannya. Ia meminta maaf karena salah paham. Ia mengira saya mengatakan kata ‘black’. Ia mengakui kesalahan itu, begitu juga rekan setim dan pelatihnya,” jelas Klok.

Meski begitu, situasi memanas ketika manajer tim lawan, Sumardji, tetap melontarkan tuduhan rasisme terhadap Klok di berbagai momen setelah pertandingan, termasuk di lorong stadion dan area ruang ganti.

“Saya sudah memintanya berhenti dan menyampaikan saya merasa terluka atas tuduhan tersebut. Ini sudah melampaui batas sepak bola,” tegasnya.


Meminta Adanya Klarifikasi dari Bhayangkara FC

Bhayangkara FC vs Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026. (Dok Persib)

Marc Klok pun berharap adanya klarifikasi sekaligus permintaan maaf resmi dari pihak Bhayangkara Presisi Lampung FC atas kesalahpahaman yang terjadi dan dampaknya terhadap reputasinya.

Sementara di sisi lain, manajemen Persib Bandung turut memberikan pernyataan resmi sebagai bentuk dukungan terhadap kapten mereka.

Persib Bandung menegaskan komitmennya dalam menjunjung tinggi nilai integritas, sportivitas, dan penghormatan terhadap keberagaman, serta menolak segala bentuk rasisme.


Persib Mendukung Marc Klok

Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, mencoba menggiring bola melewati pemain Arema FC pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat (24/4/2026). (Bola.com/Erwin Snaz)

Namun demikian, Persib juga menekankan pentingnya keadilan dalam menyikapi tuduhan serius.

“Setiap tuduhan harus didasarkan fakta dan bukti yang jelas. Kami mendukung penuh Marc Klok yang telah menyatakan tidak pernah melakukan tindakan rasisme,” tulis pernyataan resmi klub.

Persib juga mengajak semua pihak untuk menahan diri, tidak berspekulasi, serta menjunjung asas praduga tak bersalah demi menjaga kondusivitas kompetisi sepak bola nasional.


Persaingan di BRI Super League

Berita Terkait