Nasib Spanyol di Piala Dunia 2026 Ditentukan Tiga Pemain Ini

Nasib Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 ditentukan tiga pemain ini.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 03 Mei 2026, 07:00 WIB
Timnas Spanyol bermain imbang 2-2 kontra Turki pada laga terakhir Grup E kualifikasi Piala Dunia 2026 di Estadio La Cartuja de Sevilla, Rabu (19/11/2025) dini hari WIB. Meski gagal menang, Spanyol tetap berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia tahun depan dengan status pemuncak Grup E. (AFP/CRISTINA QUICLER)

Bola.com, Jakarta - Timnas Spanyol menatap Piala Dunia 2026 dengan target jelas: mengangkat trofi dan menambah satu bintang di jersey, 16 tahun setelah gelar pertama mereka.

Sejak ditangani Luis de la Fuente, performa La Roja menunjukkan arah yang konsisten dan membuat mereka masuk kelompok kandidat juara.

Advertisement

Bersama Timnas Prancis, Inggris, dan Brasil, Spanyol diperkirakan akan bersaing hingga fase akhir turnamen.

Kedalaman skuad menjadi satu di antara kekuatan utama di Piala Dunia 2026, tetapi ada sejumlah pemain yang perannya diproyeksikan sangat menentukan.

Siapa saja? Berikut ini ulasan singkatnya.


Lamine Yamal

Laga uji coba antara Timnas Spanyol kontra Mesir di RCDE Stadium, Barcelona, Rabu (01/04/2026) dini hari WIB, tercoreng aksi oknum suporter yang tidak terpuji. Lamine Yamal, mengecam keras nyanyian rasis dan Islamofobia yang menggema dalam laga uji coba tersebut. (AP/Joan Monfort)

Lamine Yamal: Pembeda di Momen Kritis

Lamine Yamal menjadi sorotan utama. Di usia 18 tahun, ia sudah dianggap sebagai talenta yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam satu aksi.

Kondisi fisiknya sempat memunculkan tanda tanya setelah cedera hamstring yang membuatnya menepi hingga akhir musim.

Secara teori, ia akan pulih tepat waktu untuk tampil di Piala Dunia 2026, tetapi tingkat kebugarannya saat kembali masih belum bisa dipastikan.

Jika dimainkan di sisi kanan serangan, Yamal menawarkan dua hal yang sulit digantikan pemain lain di skuad Spanyol: umpan akhir yang presisi dan kemampuan menggiring bola yang mampu merusak struktur pertahanan lawan.


Mikel Oyarzabal

Pemain Timnas Spanyol, Mikel Oyarzabal, merayakan gol dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup E antara Spanyol dan Georgia di Stadion Manuel Martinez Valero, Elche, Sabtu, 11 Oktober 2025. (AP Photo/Alberto Saiz)   

Mikel Oyarzabal: Ujung Tombak yang Mulai Pasti

Di banyak posisi, Spanyol memiliki pilihan melimpah. Namun, posisi penyerang tengah tidak menawarkan banyak alternatif yang benar-benar meyakinkan.

Mikel Oyarzabal kini muncul sebagai kandidat utama. Dengan kontribusi 17 gol (gabungan gol dan assist) dalam 10 penampilan terakhir bersama timnas, perannya makin kuat.

Ia juga mencetak gol penentu di Euro 2024, meski saat itu posisi starter masih lebih sering diisi Alvaro Morata.

Kini, Oyarzabal diharapkan memberi ketajaman di kotak penalti sekaligus menjaga aliran serangan dari lini tengah tetap hidup. Konsistensi performanya akan berdampak langsung pada produktivitas tim.


Aymeric Laporte

Penyerang Prancis Athletic Bilbao #14, Aymeric Laporte (kiri), bereaksi terhadap gol Real Sociedad yang dicetak oleh gelandang Spanyol-Real Sociedad #08, Benat Turrientes, selama pertandingan leg pertama semifinal Copa del Rey (Piala Raja) Spanyol antara Athletic Club Bilbao dan Real Sociedad di Stadion San Mames di Bilbao pada 11 Februari 2026. (ANDER GILLENEA/AFP)

Aymeric Laporte: Penentu Stabilitas Lini Belakang

Sektor pertahanan menjadi area yang paling menyisakan pertanyaan bagi De la Fuente. Sejumlah nama seperti Pau Cubarsi, Dean Huijsen, Cristhian Mosquera, dan Robin Le Normand bersaing untuk mengisi satu slot di jantung pertahanan, tanpa ada kandidat yang benar-benar dominan.

Di posisi bek kanan, perubahan juga mungkin terjadi dengan opsi seperti Marcos Llorente atau Pedro Porro, menggantikan peran Dani Carvajal seperti di Euro 2024. Sementara di kiri, Marc Cucurella relatif lebih stabil sebagai pilihan utama.

Dalam situasi itu, Aymeric Laporte menjadi figur paling berpengalaman di lini belakang. Perannya bukan sekadar bertahan, tetapi juga mengatur organisasi pertahanan dan menjaga koordinasi antarpemain.

Jika Laporte mampu menunjukkan kepemimpinan yang konsisten, ia bisa menjadi perekat yang menjaga struktur pertahanan Spanyol tetap solid, faktor yang akan sangat menentukan dalam fase gugur Piala Dunia nanti.

 

Sumber: Football Espana

Berita Terkait