Bola.com, Manchester - Manchester United berhasil membungkam Liverpool pada laga pekan ke-35 Premier League di Old Trafford, Minggu (03/05/2026) malam WIB. Sejumlah fakta menarik pun tersaji selepas duel tersebut.
Bertanding di hadapan pendukung sendiri, Tim Setan Merah justru kalah dominan dalam penguasaan bola. Manchester United hanya mencatatkan 37 persen ball possession, jauh di bawah Liverpool yang mencapai 67 persen.
Namun, efektivitas menjadi pembeda. Pasukan Michael Carrick tersebut mampu melepaskan 18 tembakan dengan enam di antaranya tepat sasaran. Di sisi lain, Liverpool hanya menciptakan 13 peluang dengan lima yang benar-benar mengancam.
MU pun akhirnya berhasil membungkam The Reds dengan skor 3-2. Tiga gol kemenangan The Red Devils masing-masing dicetak Matheus Cunha (6’), Benjamin Sesko (14’), dan Kobbie Mainoo (77’).
Adapun dua gol balasan Liverpool lahir lewat Dominik Szoboszlai pada menit ke-47 dan Cody Gakpo menit ke-56.
Kemenangan tersebut bukan hanya soal tiga poin. Ada sejumlah fakta menarik yang menyertai hasil impresif Manchester United.
Old Trafford Jadi Benteng Kukuh Michael Carrick
Di bawah arahan Michael Carrick, Manchester United tampil garang saat bermain di kandang. Dari sembilan laga kandang di Premier League (termasuk periode 2021 sebagai caretaker), Carrick sukses membawa MU meraih delapan kemenangan dan hanya sekali kalah.
Catatan tersebut menempatkan Carrick sebagai manajer Inggris pertama yang mampu mencatatkan minimal delapan kemenangan dari sembilan laga kandang awalnya di Premier League, mengikuti jejak Antonio Conte pada musim 2016/2017 yang juga menorehkan statistik serupa.
Benjamin Sesko Makin Gacor
Sejak Ruben Amorim meninggalkan kursi manajer pada Januari 2026, tidak ada pemain yang lebih tajam dibanding Benjamin Sesko di Premier League.
Striker asal Slovenia itu semakin gacor dengan mengoleksi sembilan gol, termasuk satu gol penting ke gawang Liverpool dalam laga ini.
Efektivitas MU Kalahkan Dominasi Liverpool
Liverpool memang menguasai jalannya pertandingan dari sisi penguasaan bola. Namun, Manchester United tampil jauh lebih klinis.
Dari 18 tembakan yang dilepaskan, enam mengarah ke gawang dan tiga berbuah gol. Sebaliknya, Liverpool kesulitan mengonversi peluang meski tampil dominan.
Musim Sulit Liverpool Berlanjut
Kekalahan tersebut menjadi yang ke-18 bagi Liverpool di semua kompetisi musim ini. Catatan itu mendekati tren terburuk mereka sejak promosi ke kasta tertinggi pada 1962.
Masalah Bola Mati Liverpool Kian Nyata
Liverpool kembali menunjukkan kelemahan dalam mengantisipasi bola mati. Sepanjang musim ini, mereka sudah kebobolan 17 gol dari situasi tersebut di Premier League. Itu menjadi yang terburuk sepanjang sejarah klub di kompetisi ini.
Gakpo Kerap Bobol Gawang MU
Meski kalah, Cody Gakpo tetap menunjukkan ketajamannya saat menghadapi Manchester United. Dia kini telah mencetak lima gol dari empat laga starter melawan MU di Premier League, catatan terbaiknya melawan satu tim.
Sumber: BBC Sport