Bola.com, Jakarta - Arsenal melangkah ke final Liga Champions setelah menyingkirkan Atletico Madrid lewat kemenangan agregat 2-1. The Gunners menang tipis 1-0 dalam laga leg kedua semifinal yang berlangsung pada Rabu (6/5/2026) dini hari WIB.
Keberhasilan Arsenal melangkah ke final Liga Champions ini merupakan yang pertama dalam sejarah klub sejak kali terakhir pada musim 2005/2006.
Gol semata wayang dicetak oleh Bukayo Saka lewat sontekan di akhir babak pertama. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang 20 tahun Arsenal untuk kembali ke partai puncak kompetisi elite Eropa.
Dalam laga final liga Champions yang akan digelar di Puskas Arena, Budapest, Arsenal akan menghadapi pemenang antara Bayern Munchen atau Paris Saint-Germain (PSG), yang penentuannya baru akan berlangsung pada Kamis (7/5/2026) dini hari WIB.
Berikut lima poin penting kemenangan Arsenal atas Atletico Madrid di semifinal Liga Champions.
Gol Saka Antar Arsenal ke Final Bersejarah
Arsenal memastikan tempat di final Liga Champions setelah mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 1-0 (agregat 2-1). Gol tunggal di leg kedua dicetak Bukayo Saka, yang memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Leandro Trossard yang ditepis kiper Jan Oblak.
Kemenangan ini membawa Arsenal ke final Liga Champions pertama mereka dalam 20 tahun. Meski hanya mencatat dua tembakan tepat sasaran, permainan disiplin dan efisien cukup untuk menyingkirkan wakil Spanyol tersebut.
Lewis-Skelly Curi Perhatian di Lini Tengah
Salah satu kejutan dari susunan pemain Mikel Arteta adalah kehadiran Myles Lewis-Skelly sebagai starter. Pemain muda itu tampil percaya diri di lini tengah bersama Declan Rice, menunjukkan fleksibilitas dalam sistem permainan Arsenal.
Penampilannya bahkan mendapat sorotan dari legenda Arsenal Thierry Henry, yang sebelumnya mengatakan: “Lewis-Skelly menunjukkan itu bisa menjadi posisi barunya untuk musim depan.”
Kehadiran pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel di stadion juga menambah motivasi sang pemain muda.
Kesabaran Arsenal Membongkar Pertahanan Atletico
Arsenal tahu mereka akan menghadapi tim Atletico Madrid yang solid dan terorganisasi di bawah asuhan Diego Simeone. Setelah babak pertama yang ketat, momen penentu akhirnya datang.
Pergerakan Viktor Gyokeres di belakang lini pertahanan memancing Oblak keluar dari sarangnya. Bola kemudian jatuh ke Trossard dan akhirnya disambar Saka menjadi gol kemenangan. Kesabaran Arsenal dalam membangun serangan terbukti menjadi kunci.
VAR Minim Intervensi, Gyokeres Tampil Kontras
Pertandingan ini juga diwarnai beberapa momen yang berpotensi melibatkan VAR, tapi tidak ada keputusan besar yang diubah.
Trossard sempat terjatuh setelah kontak dengan Antoine Griezmann, sementara Atletico mengklaim penalti setelah duel antara Gabriel Magalhaes dan Giuliano Simeone, tetapi semua dianggap sah oleh wasit.
Sementara di sisi lain, performa Gyokeres menjadi sorotan. Ia memang berperan dalam proses gol, tetapi juga menyia-nyiakan peluang emas yang seharusnya bisa menggandakan keunggulan Arsenal.
Kontribusinya tetap penting, terutama dalam duel fisik melawan lini belakang Atletico Madrid.
Final Kontras Gaya Menanti di Budapest
Pada partai final yang akan digelar di Puskas Arena pada 30 Mei 2026, Arsenal akan menghadapi pemenang antara Paris Saint-Germain dan Bayern Munchen.
Pertandingan final diprediksi menjadi duel kontras gaya bermain. Arsenal mengandalkan organisasi, disiplin, dan determinasi tinggi, sementara calon lawan mereka dikenal dengan permainan menyerang yang lebih terbuka.
Meski bukan favorit, Arsenal membuktikan mentalitas dan konsistensi bisa membawa mereka sejauh ini.
Sumber: Mirror