Arsenal ke Final Liga Champions, Buah Manis Keputusan Besar Mikel Arteta

Arsenal kini melaju ke Budapest untuk menghadapi Bayern Munchen atau Paris Saint-Germain (PSG) di final Liga Champions 2025/2026.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 06 Mei 2026, 11:15 WIB
Gelandang Arsenal, Noni Madueke, merayakan keberhasilan timnya melangkah ke final Liga Champions 2025/2026 setelah menyingkirkan Atletico Madrid dengan kemenangan agregat 2-1. (Adrian Dennis / AFP)

Bola.com, Jakarta - Arsenal akhirnya mengakhiri penantian panjang selama 20 tahun untuk kembali ke final Liga Champions. Kemenangan 1-0 atas Atletico Madrid di Emirates Stadium, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB, memastikan agregat 2-1 untuk The Gunners.

Gol kemenangan Arsenal dicetak Bukayo Saka menjelang akhir babak pertama, memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Leandro Trossard.

Advertisement

Arsenal kini melaju ke Budapest untuk menghadapi Bayern Munchen atau Paris Saint-Germain (PSG) di final Liga Champions 2025/2026.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memuji atmosfer luar biasa yang diciptakan para pendukung sejak sebelum pertandingan dimulai.

Sambutan meriah di luar stadion hingga dukungan tanpa henti di dalam stadion menjadi faktor penting dalam meraih kemenangan.

“Ini adalah malam yang luar biasa, kami kembali menciptakan sejarah bersama,” kata Arteta.

“Saya tidak bisa lebih bahagia dan bangga untuk semua orang di klub ini. Cara kami disambut di luar stadion sangat spesial dan unik.”

“Atmosfernya, dukungan yang kami dapatkan menciptakan energi. Cara mereka mendukung kami di setiap momen membuatnya sangat spesial. Saya belum pernah merasakan hal seperti ini di stadion,” lanjutnya.


Keputusan Berani Arteta Jadi Kunci

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta tampak senang di sesi latihan jelang leg kedua semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid di Emirates Stadium, London, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB. (AFP/Glyn Kirk)

Mikel Arteta mengungkapkan keberhasilan ini juga ditentukan oleh keputusan besar dalam pemilihan susunan pemain. Ia mempertahankan lineup yang sama seperti saat mengalahkan Fulham, termasuk memainkan Myles Lewis-Skelly di lini tengah.

Selain itu, keputusan memainkan Ben White di posisi bek kanan dan Viktor Gyokeres sebagai ujung tombak juga terbukti tepat.

“Jika Anda melihat iPad saya, ada begitu banyak susunan pemain yang saya coba,” ujar Arteta.

“Itu adalah firasat saya pada akhirnya. Saya punya perasaan yang sangat baik dari apa yang saya lihat beberapa hari lalu melawan Fulham.”

Arteta mengakui bahwa keputusan tersebut tidak mudah karena harus mencadangkan beberapa pemain penting.

“Selalu sulit meninggalkan pemain penting di bangku cadangan, karena semua ingin bermain di laga seperti ini,” tambahnya.


Target Selanjutnya: Konsistensi di Level Tertinggi

Selebrasi Bukayo Saka dkk. dalam laga Arsenal vs Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu (6/5/2026). (AP Photo/Alastair Grant)

Mikel Arteta juga menegaskan membangun koneksi antara pemain dan suporter adalah salah satu target jangka panjangnya, dan kini telah tercapai.

“Target itu sekarang sudah tercapai, tapi kami harus mempertahankannya,” ujarnya.

Menurutnya, Arsenal kini harus naik ke level klub elite yang mampu bersaing secara konsisten untuk trofi tertinggi.

“Sekarang kami berada di level di mana klub besar harus selalu bersaing untuk trofi terbesar. Itu wajib, dan sekarang kami harus menjaganya,” ujarnya.

Dengan momentum yang ada, Arsenal tidak hanya membidik gelar Liga Champions, tetapi juga ingin memastikan musim ini menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah klub.

Sumber: Evening Standard

Berita Terkait