Mengulas Strategi Kurniawan Dwi Yulianto saat Timnas Indonesia U-17 Merubuhkan China U-17 di Piala Asia U-17 2026

Timnas Indonesia U-17 berhasil mengamankan tiga poin pertama setelah menggulung China U-17 dengan skor 1-0.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 06 Mei 2026, 10:30 WIB
Timnas Indonesia U-17 dipastikan gagal lolos ke semifinal Piala AFF U-17 2026. Tampak dalam foto, ekspresi pelatih Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto jelang bertanding melawan Vietnam pada laga pamungkas Grup A Piala AFF U-17 2026 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026) malam WIB. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, berhasil melewati ujian pertama dengan menumbangkan China U-17 di Grup B Piala Asia U-17 2026. Skuad Garuda Muda bermain tangguh sepanjang laga meski kesulitan menghadapi tekanan lawan.

Dalam duel yang berlangsung di Lapangan A King Abdullah Sports City Training Stadium, Jeddah, Selasa (5/5/2026) malam hari WIB itu, Timnas Indonesia U-17 berhasil mengamankan tiga poin pertama setelah menggulung China U-17 dengan skor 1-0.

Advertisement

Skuad Garuda Muda memang kalah dominasi penguasaan bola sepanjang laga. Setelah berusaha mencari celah, mereka akhirnya bisa memecah kebuntuan lewat gol tunggal Keanu Sanjaya pada menit ke-87.

Menghadapi tim yang lebih superior, skuad Garuda Muda memang harus terkurung sepanjang laga. Kesabaran ini membuahkan hasil jelang laga berakhir. Berikut Bola.com menyajikan ulasan strategi Kurniawan Dwi Yulianto.

 
 

Garis Pertahanan Rendah

Pandu Aryo Wicaksono (tengah kiri), Peres Awkila Tjoe (tengah kanan), dan sejumlah pemain Timnas Indonesia U-17 menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam laga Grup A Piala AFF U-17 2026 melawan Vietnam di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/04/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Timnas Indonesia U-17 kesulitan untuk mengembangkan permainan karena mendapatkan tekanan tinggi dari kubu lawan. Alhasil, skuad Garuda Muda lebih banyak bermain menunggu dengan garis pertahanan rendah.

Skuad Garuda Muda menumpuk hampir semua pemainnya di area permainan sendiri. Kurniawan Dwi Yulianto hanya meninggalkan beberapa pemain di tengah untuk menginisiasi skema serangan balik.

Dengan banyaknya pemain di area kotak penalti, sulit bagi China U-17 untuk bisa menembus pertahanan ini. Kubu lawan mengalami kebuntuan dan terpaksa mengirimkan umpan silang ke depan gawang yang tak efektif.


Skema Transisi dan Direct

Di tengah tekanan tinggi saat menguasai bola, Timnas Indonesia U-17 mengandalkan skema-skema transisi untuk menyerang pertahanan lawan. Tusukan semacam ini bisanya mengandalkan tiga pemain di lini depan.

Selain Ichiro Al Buchori, ada juga Dava Yunna serta Chico Yarangga yang dimaksimalkan kecepatannya untuk melakukan penetrasi. Skuad Garuda Muda juga mengandalkan bola-bola direct dari lini pertahanan.

Skema semacam ini memang menghasilkan beberapa peluang, termasuk salah satunya yang dikirimkan oleh Matthew Baker melalui tendangan gawang, yang langsung diterima Keanu Sanjaya hingga menjadi gol di laga ini.


Lemparan ke Dalam

 

Salah satu strategi lama yang masih digunakan Timnas Indonesia U-17 pada laga ini ialah memanfaatkan lemparan ke dalam jarak jauh untuk menciptakan situasi kemelut di area kotak penalti lawan.

Strategi ini sebetulnya cukup efektif untuk menghasilkan peluang. Bahkan, salah satunya bisa menghasilkan gol pada menit ke-68. Namun, gol ini dianulir oleh wasit karena dianggap terjadi pelanggaran terlebih dahulu.

Momen lainnya juga bisa membuat barisan pertahanan China U-17 kocar-kacir pada menit ke-78. Sayangnya, tendangan pemain Timnas Indonesia U-17 masih menyamping di sisi gawang lawan.

Berita Terkait