Bola.com, Jakarta - Persipura Jayapura adalah salah satu nama besar di sepak bola Indonesia. Namun, Mutiara Hitam seperti ada di habitat yang salah. Mereka harus berlaga di liga level kedua sejak terdegradasi pada akhir musim 2021/2022.
Setelah empat musim berkutat di liga sepak bola level kedua Indonesia, Persipura Jayapura ada di posisi yang sangat dekat untuk mendapatkan tiket promosi ke BRI Super League 2026/2027.
Persipura Jayapura akan berlaga di babak playoff promosi Pegadaian Championship 2025/2026. Tim asuhan Rahmad Darmawan pun tampak diuntungkan saat menjalani laga itu.
Persipura Jayapura bertindah sebagai tuan rumah di babak playoff promosi Pegadaian Championship 2025/2026. Ramai Rumakiek dan kawan-kawan akan menjamu tantangan dari Adhyaksa FC di Stadion Papua Bangkit, Jayapura, Jumat (8/5/2026) sore WIT.
Start Loyo
Persipura Jayapura memiliki ambisi untuk segera keluar dari Pegadaian Championship. Namun, Jeam Kelly Sroyer menjalani awal musim 2025/2026 dengan start yang loyo.
Bahkan, Persipura Jayapura baru nyaman berada di posisi tiga besar sejak pekan ke-10. Mutiara Hitam sempat mengalami performa naik turun di awal musim.
Seperti diketahui, hanya dua juara grup yang berhak mendapatkan tiket promosi langsung ke BRI Super League 2026/2027. Garudayaksa FC dan PSS Sleman mendapatkan kesempatan emas itu.
Sementara penghuni posisi kedua seperti Persipura Jayapura dan Adhyaksa FC akan bertarung di babak playoff promosi Pegadaian Championship 2025/2026.
Pergantian yang Menentukan
Manajemen Persipura Jayapura mengambil keputusan besar di pekan kelima Pegadaian Championship 2025/2026. Mutiara Hitam melepas Ricardo Salampessy dari posisi pelatih kepala.
Sosok yang menggantikan Ricardo Salampessy bukan pelatih sembarangan. Rahmad Darmawan masuk sebagai pelatih yang diharapkan membawa kembali martabat Persipura Jayapura ke level tertinggi sepak bola Indonesia.
Rahmad Darmawan memiliki sejarah manis bersama Persipura Jayapura di masa lalu. Kini, pelatih asal Lampung itu bertekad mendapatkan hasil manis lain bersama tim kebanggaan masyrakat Papua.
The Last Dance?
Generasi baru pesepak bola berbakat asal Indonesia Timur kini mulai menjadi andalan Persipura Jayapura. Sebut saja Ramai Rumakiek, Jeam Kelly Sroyer, atau Reno Salampessy.
Namun, Persipura Jayapura masih menyediakan tempat untuk para legenda. Para pemain gaek yang telah lama memberikan servis terbaik untuk Mutiara Hitam.
Sebut saja Tinus Pae (42 tahun) Boaz Solossa (40), Ian Kabes (39), Ruben Sanadi (39), dan Yohanes Pahabol (34). Mereka sejauh ini tampak mampu memberikan kepemimpinan dan inspirasi kepada para pemain muda.