Tersingkir dari Liga Champions, Manuel Neuer Mengakui Bayern Munchen Kurang Memiliki Mentalitas Pembunuh

Meski bermain di kandang sendiri dan mendapat dukungan penuh suporter, Bayern Munchen tidak mampu menunjukkan ketajaman yang dibutuhkan di laga sebesar ini.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 07 Mei 2026, 07:45 WIB
Aksi Manuel Neuer saat menghentikan peluang berbahaya dari PSG, Kamis (7/5/2026) (AP Photo/Matthias Schrader)

Bola.com, Jakarta - Bayern Munchen harus mengubur mimpi tampil di final Liga Champions 2025/2026 setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan PSG pada leg kedua semifinal, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB. Hasil itu membuat wakil Jerman tersebut gagal mengejar ketertinggalan agregat dan harus tersingkir dari kompetisi.

Meski bermain di kandang sendiri dan mendapat dukungan penuh suporter, Bayern Munchen tidak mampu menunjukkan ketajaman yang dibutuhkan di laga sebesar ini. Kapten tim, Manuel Neuer, menilai timnya kehilangan mentalitas pembunuh yang justru dimiliki PSG.

Advertisement

Menurut Manuel Neuer, Bayern Munchen sebenarnya masih mampu menciptakan sejumlah peluang sepanjang pertandingan. Namun, buruknya akurasi tembakan dan kegagalan memanfaatkan momen penting menjadi penyebab utama kegagalan.

“Kami tidak memiliki banyak peluang besar hari ini, tetapi kami tetap menciptakan cukup kesempatan untuk mencetak gol. Kami kehilangan mentalitas pembunuh yang dimiliki PSG untuk mencetak gol. Kami hampir mencapai final tetapi tidak mampu mengambil langkah berikutnya,” ujar Neuer.

Manuel Neuer juga menambahkan Bayern gagal memanfaatkan momen-momen penting selama pertandingan berlangsung.

“Gol kami datang terlambat. Kami melewatkan momen-momen penting hari ini. Para suporter sudah hadir, kami juga sudah siap, tetapi kami sama sekali tidak menciptakan cukup banyak peluang besar di kotak penalti mereka,” lanjut sang kapten.


Dominasi Tak Berbuah Efektif

Marquinhos dan Joshua Kimmich bersalaman usai laga PSG vs Bayern Munchen di leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026 di Parc des Princes, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Aurelien Morissard)

 

Pasukan Vincent Kompany sebenarnya cukup dominan dalam membangun serangan. Bayern Munchen tercatat melakukan 40 sentuhan di kotak penalti PSG, tapi mereka kesulitan menghasilkan tembakan yang benar-benar berbahaya.

Kesalahan umpan, buruknya antisipasi duel udara, hingga penyelesaian akhir yang tidak efektif membuat Bayern Munchen terus frustrasi sepanjang laga.

Gol dari Harry Kane baru tercipta di penghujung pertandingan, ketika situasi sudah semakin sulit bagi tuan rumah.


Kekecewaan Besar Setelah Perjalanan Impresif

Bintang Bayern Munchen, Harry Kane, menutup wajahnya setelah laga kontra Paris Saint-Germain (PSG) di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026 berakhir. Bayern Munchen gagal melangkah ke final Liga Champions karena kalah agregat 5-6 dari Paris Saint-Germain (PSG). (AP Photo/Matthias Schrader)

 

Kegagalan ini menjadi pukulan besar bagi Bayern Munchen yang sebenarnya tampil cukup impresif sepanjang perjalanan Liga Champions musim ini.

Bayern Munchen sempat dianggap sebagai salah satu kandidat kuat juara berkat performa konsisten di fase gugur.

Namun pada akhirnya, efektivitas PSG menjadi pembeda utama dalam duel semifinal tersebut.

Bayern Munchen kini harus menerima kenyataan perjalanan mereka terhenti tepat sebelum partai puncak, dan kekalahan ini diperkirakan akan meninggalkan rasa sakit dalam waktu yang lama.

Sumber: Bavarian Football Works

Berita Terkait