Bola.com, Jakarta - Bintang Timnas Prancis, Adrien Rabiot, punya ambisi tinggi di Piala Dunia 2026. Setelah menelan kegagalan menyakitkan di final Piala Dunia 2022, Rabiot ingin menebusnya pada Piala Dunia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Selama Piala Dunia pertamanya di Qatar 2022, Adrien Rabiot mengalami apa yang bisa digambarkan sebagai emotional rollercoaster. Ia pertama kali merasakan kegembiraan luar biasa saat mencetak gol pembuka Prancis melawan Australia dalam laga perdana mereka di Al Wakrah.
Sundulannya yang tak terhentikan pada menit ke-27 membantu Les Bleus menyamakan kedudukan sebelum akhirnya menang telak 4-1 berkat dua gol Olivier Giroud dan satu gol Kylian Mbappe.
Gelandang berusia 31 tahun itu kemudian menjadi starter saat menang 2-1 melawan Denmark, kemenangan 3-1 melawan Polandia di babak 16 besar, dan hasil 2-1 atas Inggris di perempat final.
Sebagai andalan sejati di skuad asuhan Didier Deschamps, pria kelahiran Saint-Maurice ini kemudian jatuh sakit di fase akhir, dan terpaksa absen di semifinal, yang dimenangkan Prancis 2-0 atas Maroko.
Ia pulih dengan cepat dan dapat kembali untuk merasakan momen puncak dalam karier pesepak bola mana pun: final Piala Dunia. Pertandingan melawan Argentina adalah salah satu penentuan gelar paling epik dalam sejarah turnamen, berakhir 3-3 setelah perpanjangan waktu, sebelum tim asuhan Lionel Messi menang 4-2 lewat adu penalti, yang meninggalkan duka mendalam bagi Les Bleus.
Status Favorit Tak Jadi Tekanan
Tiga setengah tahun setelah kekalahan menyakitkan itu, Rabiot yang kini membela AC Milan untuk menoleh kembali ke final tersebut dan mendiskusikan ambisinya untuk Piala Dunia dengan format 48 tim mendatang. Prancis berada di Grup I bersama Senegal, Irak, dan Norwegia.
Kini, Prancis kembali disebut-sebut sebagai salah satu favorit juara Piala Dunia 2026, bersama dengan tim-tim seperti Spanyol hingga Argentina. Saat ditanya apakah status favorit bakal menambah tekanan bagi Les Bleus, begini jawaban Rabiot.
"Itu tidak menimbulkan tekanan, karena pada akhirnya, kami memiliki status yang mirip empat tahun lalu sebagai juara bertahan. Memasuki edisi 2022, orang-orang jelas melihat kami sebagai salah satu favorit," kata Rabiot, seperti dikutip dari situs FIFA, Kamis (7/5/2026).
"Kami adalah skuad yang kuat, dan kami perlu menyadari kekuatan kami tanpa menjadi arogan atau sombong. Kami harus memiliki ide yang jelas tentang ke mana kami ingin melangkah. Kapan pun kami tampil seperti babak pertama melawan Brasil (dalam laga persahabatan Maret lalu yang dimenangkan Prancis 2-1), dengan pola pikir dan tekad seperti itu, kami bisa menyulitkan tim mana pun yang menghadapi kami."
"Namun, kami juga tahu bahwa kami akan menghadapi tim-tim yang bermain hampir di level yang sama, dan detail kecil akan menjadi pembedanya," imbuh dia.
Bintang Tiga
Adrien Rabiot terang-terangan mengatakan target Prancis di Piala Dunia 2026 adalah menjadi juara.
"Menjuarainya akan menjadi skenario ideal, terutama mengingat hasil di tahun 2022. Lebih serius lagi, impiannya adalah menjalani perjalanan yang indah, menikmati diri kami sendiri, selalu mengingat besarnya skala ajang ini, memahami momen saat ini dan menikmatinya, sambil mencoba memberikan yang terbaik untuk jersei ini dan Timnas Prancis," ujar Rabiot.
"Jelas, tujuan Timnas Prancis, terutama mengingat hasil terakhir kami di kompetisi besar, dan di Piala Dunia khususnya, adalah mencapai semifinal, sebagaimana yang diharapkan semua orang. Itulah tujuan kami. Kami tidak akan menutup-nutupinya karena jika kami tampil di bawah performa, itu jelas akan dianggap sebagai kegagalan."
"Kami memiliki pemain dengan semangat dan tekad, serta keinginan untuk menang. Kami benar-benar memiliki pola pikir yang sangat bagus di dalam skuad. Jika semua orang tetap fokus sepenuhnya pada tujuan, dengan pola pikir untuk memberikan segalanya, saya pikir kami bisa menjalani perjalanan yang sangat indah. Di Piala Dunia 2026, warisan kami nantinya adalah bintang ketiga," imbuh Rabiot.
Sumber: FIFA