Kepala Federasi Iran Ultimatum FIFA: Jamin Kehormatan Kami, atau Kami Mundur dari Piala Dunia 2026

Ketua Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) Mehdi Taj melontarkan ultimatum keras kepada FIFA, meminta jaminan penuh bahwa negara dan institusi militernya akan dihormati selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat, atau Iran siap mengambil keputusan berbeda.

Bola.com, Jakarta - Partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 berada di ujung tanduk. Ketua Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) Mehdi Taj melontarkan ultimatum keras kepada FIFA, meminta jaminan penuh bahwa negara dan institusi militernya akan dihormati selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat, atau Iran siap mengambil keputusan berbeda.

Pernyataan mengejutkan itu disampaikan Taj kepada televisi pemerintah Iran, IRIB, di Teheran pada Rabu (6/5/2026). Pertemuan antara FFIRI dan FIFA dijadwalkan berlangsung di Zurich pada 20 Mei mendatang, setelah Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafström mengundang pihak Iran untuk membahas persiapan turnamen dan kerja sama visa secara darurat.

Ketegangan ini berakar dari insiden memalukan pekan lalu, ketika Taj dan sejumlah pejabat FFIRI gagal memasuki Kanada dalam perjalanan menuju Kongres FIFA di Vancouver. Kanada membatalkan visa Taj di tengah penerbangan karena rekam jejaknya sebagai mantan pejabat tinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), yang oleh Amerika Serikat dan Kanada ditetapkan sebagai organisasi teroris.

Situasi ini semakin rumit mengingat partisipasi Iran di Piala Dunia memang sudah berada dalam tanda tanya sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari lalu, memicu konflik bersenjata yang masih meninggalkan ketegangan diplomatik tinggi hingga hari ini.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Taj: FIFA, Bukan Amerika, yang Menjadi Tuan Rumah Kami

Taj menegaskan bahwa Iran tidak memiliki masalah langsung dengan Amerika Serikat sebagai negara, melainkan dengan siapa yang bertanggung jawab atas jaminan keselamatan dan kehormatan delegasi Iran selama turnamen berlangsung. Baginya, FIFA adalah pihak yang harus memikul tanggung jawab penuh atas hal tersebut.

"Kami akan menyampaikan ekspektasi kami kepada FIFA. Jika mereka dapat memenuhinya, kami pasti akan berpartisipasi," ujar Taj.

Namun nada peringatannya semakin keras ketika ia membahas kemungkinan terburuk. Taj secara eksplisit menyebut bahwa jika ketidakhormatan terus berlanjut, bahkan hingga para pemain dan pelatih diajukan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat politis dan merendahkan, Iran tidak akan segan mengambil langkah yang berbeda dari rencana semula.

"Jika mereka terus berjalan di jalur ketidakhormatan, dan bahkan mengajukan pertanyaan semacam itu kepada para pemain kami, kami mungkin akan mengambil keputusan yang berbeda," tegasnya.

 

Kementerian Luar Negeri Iran Ikut Bersuara, FIFA Tegaskan Iran Tetap Tampil

Dukungan terhadap sikap Taj datang langsung dari Kementerian Luar Negeri Iran. Juru bicara Esmail Baghaei menegaskan bahwa pemerintah tuan rumah memiliki kewajiban yang sangat jelas berdasarkan regulasi FIFA untuk memberikan fasilitas yang diperlukan dan mengeluarkan visa tanpa mempertimbangkan faktor politik.

"Tim sepak bola nasional kami tidak sedang 'bepergian' ke Amerika Serikat, melainkan kami pergi ke sana untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA. Oleh karena itu, adalah tanggung jawab FIFA untuk menyediakan semua fasilitas dan kondisi yang diperlukan," ujar Baghaei kepada wartawan di Teheran.

Di sisi lain, Presiden FIFA Gianni Infantino sudah mengkonfirmasi bahwa Iran tetap masuk dalam Grup G sesuai jadwal. Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni, Belgia di Los Angeles pada 21 Juni, dan menutup fase grup melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni.

 

Persiapan Tetap Berjalan, Skuad Berangkat ke Turki 16 Mei

Di tengah ketidakpastian diplomatik yang menyelimuti, tim pelatih Iran tetap menjalankan persiapan. Pelatih Amir Ghalenoei mengungkapkan bahwa skuad berencana tiba di Amerika Serikat 14 hari sebelum turnamen dimulai, setelah menjalani pemusatan latihan di Turki.

Taj menyebut daftar 30 pemain sementara akan diumumkan pekan ini sebelum dipangkas menjadi 26 nama setelah kamp latihan. Skuad dijadwalkan bertolak ke Turki pada 16 Mei, mengikuti jejak lawatan sebelumnya ke negara tersebut saat Iran menggelar dua laga uji coba melawan Kosta Rika dan Nigeria pada akhir Maret lalu.

Markas tim di Amerika Serikat akan berlokasi di Kino Sports Complex, Tucson, Arizona. Namun semua rencana itu masih sangat bergantung pada satu hal: apa yang akan disepakati di meja perundingan Zurich pada 20 Mei mendatang.

Video Populer

Foto Populer