Nobar Makin KressNyes, Belanja Camilan Bisa Pulang Bawa Kartu Panini Piala Dunia 2026

Lay's resmi menghadirkan kemasan edisi khusus FIFA World Cup Edition sebagai bagian dari kolaborasi globalnya bersama FIFA selaku Official Sponsor FIFA World Cup 26, Kamis (7/5/2026).

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 07 Mei 2026, 19:14 WIB
Lay's resmi menghadirkan kemasan edisi khusus FIFA World Cup Edition sebagai bagian dari kolaborasi globalnya bersama FIFA selaku Official Sponsor FIFA World Cup 26, Kamis (7/5/2026).

 

Bola.com, Jakarta - Demam Piala Dunia 2026 kini merambah ke rak-rak minimarket di seluruh Indonesia. Lay's resmi menghadirkan kemasan edisi khusus FIFA World Cup Edition sebagai bagian dari kolaborasi globalnya bersama FIFA selaku Official Sponsor FIFA World Cup 26, Kamis (7/5/2026).

Advertisement

Kemasan spesial tersebut menampilkan wajah-wajah ikon sepak bola dunia, termasuk Lionel Messi dan David Beckham, menjadikannya koleksi tersendiri bagi para penggemar yang ingin menyimpan kenangan dari turnamen paling akbar di jagat sepak bola ini.

Yang membuat program ini semakin menarik, konsumen berkesempatan mendapatkan kartu limited edition Panini FIFA World Cup 26 dengan cara cukup sederhana. Cukup belanja produk PepsiCo seperti Lay's, Cheetos, atau Doritos senilai Rp50 ribu di Alfamart, Alfagift, Lawson, Alfamidi, dan Midi Kriing.

Program ini hadir bukan tanpa alasan kuat. Indonesia disebut memiliki sekitar 165 juta penggemar sepak bola, menjadikannya salah satu pasar penggemar terbesar di Asia Tenggara, sebuah modal yang membuat kolaborasi global Lay's dengan FIFA menjadi sangat relevan ketika dihadirkan di tanah air.

 


Lay's Ingin Jadi Bagian dari Setiap Momen Nobar

Senior Marketing Manager PepsiCo Indonesia Hanussa Hamzah menegaskan bahwa Lay's tidak sekadar ingin hadir sebagai produk, melainkan sebagai bagian dari pengalaman menonton yang lebih hidup dan berkesan bagi konsumen Indonesia.

"Sepak bola memiliki kekuatan luar biasa untuk menyatukan orang-orang. Melalui partnership Lay's dengan FIFA World Cup 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman menonton yang lebih seru dan berkesan. Di setiap momen nobar, Lay's hadir bukan sekadar sebagai pelengkap, tapi sebagai elemen penting yang menghidupkan suasana," ujar Hanussa.

Ia juga menyoroti tekstur khas produk yang disebutnya sebagai "KressNyess" sebagai faktor pembeda yang memperkuat pengalaman menonton. Sensasi kress saat digigit dan nyess saat dinikmati diklaim mampu menambah intensitas momen pertandingan, baik saat ketegangan memuncak maupun saat euforia selebrasi meledak.

"Dengan tekstur khas Lay's 'KressNyess'... di tengah tegangnya pertandingan hingga euforia selebrasi, KressNyess Lay's jadi 'reward' kecil yang memperkaya pengalaman kebersamaan," tambahnya.

 


Alfamart Sambut Positif, Aktivitas Watch Party Disiapkan

General Manager Alfamart Said Yusni menyambut kolaborasi ini dengan antusias. Ia memandang program ini sebagai kesempatan bagi Alfamart untuk ikut menyemarakkan euforia Piala Dunia langsung dari gerai-gerai yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

"Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan Lay's untuk menghadirkan keseruan dan pengalaman spesial bagi para penggemar bola di seluruh dunia. Melalui program ini, kami berharap bisa ikut menyemarakkan euforia Piala Dunia di Indonesia, langsung dari toko-toko kami yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia," kata Said.

Selain program koleksi kartu Panini, Lay's juga menyiapkan beragam aktivitas bertema sepak bola termasuk acara watch party bagi para penggemar. Sebuah cara untuk memastikan bahwa pengalaman Piala Dunia tidak hanya dirasakan di depan layar, tetapi juga menjadi momen sosial yang nyata di tengah komunitas.

 


Coach Justin: Nobar Sudah Jadi Tradisi Sosial Indonesia

Pengamat sepak bola Justinus Lhaksana atau yang akrab disapa Coach Justin turut memberikan perspektifnya soal budaya menonton sepak bola di Indonesia yang menurutnya sudah jauh melampaui sekadar aktivitas hiburan semata.

Bagi Coach Justin, yang membuat momen nobar benar-benar berkesan bukan hanya kualitas pertandingannya, melainkan dimensi sosial yang terbangun di sekelilingnya, mulai dari kebersamaan, gelak tawa, hingga camilan yang menemani setiap detik ketegangan di layar.

"Di Indonesia, nonton bola itu sudah menjadi tradisi, entah di rumah, di warung, atau kumpul bareng teman. Bukan cuma soal pertandingan, tapi soal kebersamaan dan momen-momen keseruan kecil yang dibangun di sekitarnya," tutur Coach Justin.

Berita Terkait