Bola.com, Jakarta - Kiper andalan Dewa United asal Belanda, Sonny Stevens, baru-baru ini mengungkapkan perasaannya dalam berkarier di kompetisi sepak bola Indonesia. Ia merasa nyaman membela Dewa United di BRI Super League.
Sonny Stevens susah tergantikan sejak kedatangannya di Dewa United tiga tahun lalu. Ia bergabung ketika klub ini promosi atau mengawali musim perdananya di kasta tertinggi Indonesia pada musim 2023/2024.
Ia digaet Dewa United dengan status bebas transfer dari klub lamanya OFI Crete di Liga Yunani. Kiper berusia 33 tahun itu kemudian sangat menikmati penampilannya di Liga Indonesia.
Total penampilannya di Liga Indonesia sejak bermain untuk Dewa United adalah melakoni 104 pertandingan. Dari jumlah itu, ia kebobolan 121 gol dan melakukan 32 kali clean sheet.
Pada BRI Super League musim ini atau 2025/2026, Sonny Stevens memainkan 32 laga, kebobolan 35, dan membukukan 10 clean sheet hingga sejauh ini.
Pengalaman Pertama Tinggalkan Eropa
Momen menandatangani kontrak bersama Dewa United pada 2023/2024, menjadi titik perubahan dalam perjalanan hidup Sonny Stevens. Saat itulah ia memulai pengalaman meninggalkan Eropa.
Lahir dan besar di Belanda, membuat Sonny Stevens banyak menghabiskan karier di Eropa. Di negaranya sendiri, Sonny bermain untuk klub Volendam, FC Twente, Go Ahead Eagles, Excelsior, Cambuur, hingga ADO Den Haag.
Sonny Stevens lalu mencicipi persaingan di Liga Yunani bersama OFI Crete, sebelum pergi ke Indonesia yang berjarak ribuan kilometer dari tempat tinggalnya.
Ia mengaku bisa bergabung dengan Dewa United karena pengaruh dari pelatih kiper Sjoerd Woudenberg, yang bekerja dengan Jan Olde Riekerink.
"Dia tahu tentang situasi saya. Dia menelepon saya, mengatakan sesuatu seperti: hei, apakah kamu bersedia datang ke Indonesia? Saya sekarang bersama Dewa United, kami memiliki pelatih Belanda, dan saya sangat menginginkanmu di sini," ujar Sonny Stevens seperti dikutip dari Voetbal Primeur.
"Saya harus memikirkannya sejenak: Wah, itu berarti kamu berada 12.000 kilometer jauhnya. Itu sangat berbeda dari penerbangan tiga jam ke Kreta (Yunani). Saya ingin memikirkannya sebentar," tuturnya.
Ada Kecocokan
Aroma kuat Belanda di Dewa United juga ikut menambah pengaruh bagi Sonny Stevens untuk mengatakan 'Ya' bergabung dengan klub berjulukan Banten Warriors itu. Selain Sjoerd Woudenberg, ada pula sosok Jan Olde Riekerink sebagai pelatih.
Jan Olde Riekerink merupakan salah satu pelatih berpengalaman asal Belanda, dengan pernah membesut tim besar seperti Galatasaray.
Dewa United juga punya bek asal Belanda yang malang melintang di Liga Indonesia, yaitu Nick Kuipers. Ditambah trio pemain naturalisasi Indonesia-Belanda yang membela skuad Garuda yakni Ivar Jenner, Stefano Lilipaly, dan Rafael Struick.
"Mungkin pasar Asia cocok untuk saya. Kami hanya mengambil risiko dan melihat ke mana arahnya. Saya sudah berada di sini selama hampir tiga musim sekarang, jadi saya menikmatinya sejauh ini," beber Sonny Stevens.
"Saya sama sekali tidak mengenal Jan sampai saat itu. Saya hanya tahu bahwa dia orang Belanda. Fokus utama saya adalah kepada Sjoerd. Semuanya terasa lebih dekat."
"Jika tidak ada staf Belanda, mungkin saya tidak akan melakukannya. Jika Sjoerd tidak menghubungi saya, saya mungkin harus mempertimbangkannya sejenak. Namun, ternyata itu adalah langkah yang sangat baik," lanjutnya.
Beri Pembuktian
Konsistensi Sonny Stevens bersama Dewa United dibayar dengan pencapaian. Baru-baru ini ia memainkan pertandingan ke-100 untuk klub, menjadikannya pemain dengan penampilan terbanyak untuk Dewa United.
Beberapa waktu lalu, ia juga membuat heboh dengan aksi penyelamatan luar biasa, yakni menggagalkan penalti pemain Persijap Jepara. Secara heroik pada menit-menit akhir, menghalau eksekusi 12 pas dari striker Persijap, Carlos Franca.
Awalnya Carlos Franca menyepak bola dengan kaki kanan ke arah kiri penendang. Bola mampu ditepis oleh Sonny Stevens. Bola kemudian muntah kembali ke arah Carlos Franca.
Pemain asal Brasil itu sudah dalam posisi bebas untuk menyelesaikan bola rebound tepisan Sonny Stevens. Lagi-lagi bola sontekan kaki kiri Franca kembali dihalau kiper Belanda berusia 33 tahun tersebut.
Sonny Stevens kemudian menangkap bola dengan sigap, tepat di garis gawang, menghindarkan gawangnya dari kebobolan. Aksi yang dilakukan sang kiper kemudian disambut dengan suka cita rekan-rekan setimnya di Dewa United.
"Tentu saja ini menyenangkan, saya belum pernah absen dalam satu pertandingan pun sejak saya tiba. Saya harap saya dapat terus melakukan ini untuk beberapa waktu lagi," ujar Sonny Stvens.
"Ini benar-benar hal yang menyenangkan. Klub ini masih sangat muda dan baru bermain di level tertinggi selama empat musim. Saya telah bermain di tiga musim tersebut."
"Pertandingan mudah atau sulit, saya selalu fokus, jadi Anda tidak akan menyangka hal itu dari saya. Tentu saja, akan menyenangkan jika saya bisa mengatakan: Kami memiliki 34 pertandingan dan kami dapat memenangkan 28 di antaranya."
"Saya akan menyukainya, tetapi tidak semudah itu. Idealnya, saya akan menjadi juara tiga kali," kata Stevens sambil tertawa.
Nikmati Perbedaan
Sonny Stevens juga berbicara mengenai proses adaptasinya berkarier di Indonesia. Ia mengaku tidak mudah untuk menyesuaikan diri di lingkungan yang sangat jauh berbeda dari negara asalnya, yakni Belanda.
"Terutama kehidupan di dalam ruangan. Di Jawa, sebagian besar aktivitas dilakukan di dalam ruangan. Di Belanda, kami terbiasa berjalan kaki ke kota, tetapi di sini semuanya dilakukan dengan mobil," ujar Sonny Stevens.
"Anda tidak melihat siapa pun berjalan di luar. Pertama, karena sangat panas, dan kedua, karena semuanya sangat tersebar. Kami sangat kesulitan dengan hal itu di awal," lanjutnya.
Musim ketiganya di Liga Indonesia, membuatnya justru makin betah dan nyaman. Ia mengaku belum memikirkan untuk segera kembali berkarier di negaranya, dan justru menyarankan para pemain di Belanda untuk mempertimbangkan hijrah ke Indonesia.
"Ini liga yang fantastis. Anda bisa mengalami berbagai macam hal. Anda bermain di stadion lama dan baru, jadi itu sangat menyenangkan," terangnya.
"Saya akan mempersiapkan diri untuk tahun depan terlebih dahulu, dan kemudian kita lihat bagaimana akhirnya. Pada akhirnya, kami akan kembali ke Belanda ketika saya sudah selesai dengan sepak bola," pungkas Sonny Stevens.
Sumber: Voetbal Primeur