Rotasi Bukan Prioritas, Jean-Paul van Gastel Fokus Bawa PSIM Menang di Sisa BRI Super League Musim Ini

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menegaskan tidak akan melakukan banyak rotasi pemain dalam dua pertandingan tersisa di BRI Super League 2025/2026.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 13 Mei 2026, 22:30 WIB
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel pada laga kontra Persita Tangerang pada pertandingan pekan kesembilan BRI Super League 2025/2026. (Muhammad Iqbal Ichsan/Bola.com)

Bola.com, Jakarta - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menegaskan tidak akan melakukan banyak rotasi pemain dalam dua pertandingan tersisa di BRI Super League 2025/2026.

Juru taktik asal Belanda tersebut tetap memegang prinsip konsistensi demi membawa skuad berjuluk Laskar Mataram itu menutup musim dengan hasil maksimal.

Advertisement

Saat ini, PSIM berada di posisi ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 42 poin. PSIM Yogyakarta membukukan 10 kemenangan, 12 imbang, dan 10 kekalahan dari 32 laga musim ini.

Terbaru, PSIM sukses menghentikan tren negatif setelah menekuk Malut United 2-0 di Stadion Sultan Agung, Bantul pada 10 Mei 2026. Hasil itu mengakhiri paceklik kemenangan PSIM dalam delapan partai beruntun.

 


Percaya Konsistensi Tim

Ekspresi kapten PSIM Yogyakarta, Franco Ramos Mingo usai tandukannya membobol gawang PSBS Biak dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (27/2/2026). (Dok. PSIM Yogyakarta)

Kompetisi musim ini tinggal menyisakan dua laga lagi bagi PSIM. Mereka dijadwalkan menjamu Madura United pada 17 Mei 2026 sebelum menutup musim dengan melawat ke markas Arema FC lima hari berselang.

Ditanya mengenai kemungkinan melakukan rotasi pemain pada dua laga terakhir, Jean-Paul van Gastel memberikan jawaban. Ia memastikan tetap akan menurunkan komposisi terbaik.

Van Gastel mengaku sangat percaya terhadap pentingnya konsistensi permainan. Dia bukan tipe pelatih yang gemar mengganti susunan pemain hanya demi memberikan kesempatan tampil kepada talenta lain.

"Saya percaya pada konsistensi. Jadi, saya bukan tipe pelatih yang banyak melakukan pergantian pemain hanya untuk sekadar mengganti karena setiap pertandingan saya ingin menang," ujar Van Gastel.

 


Tetap Mengutamakan Tim Terbaik

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, saat memimpin timnya menghadapi Persik Kediri pada laga pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Jumat (13/2/2026) sore WIB. Sayangnya, PSIM harus puas bermain imbang 2-2 kontra Persik. (dok. PSIM Yogyakarta)

Pelatih berusia 54 tahun itu berujar, dirinya tidak meragukan kualitas pemain pelapis. Namun, dia merasa keputusan memainkan line-up utama merupakan langkah tepat demi menjaga kans meraih kemenangan.

"Saya tidak mengatakan bahwa jika saya memasukkan pemain yang berbeda kami tidak bisa menang, tapi saya mencoba untuk selalu memasukkan tim terbaik. Itulah tugas saya untuk dilakukan," katanya.

Selama ini Van Gastel memang dikenal sangat jarang merombak starting XI. Perubahan komposisi biasanya dilakukan apabila ada pemain yang mengalami cedera atau terkena akumulasi kartu.

Beberapa nama yang nyaris selalu menjadi andalan sejak menit pertama antara lain Cahya Supriadi, Franco Ramos, Yusaku Yamadera, Raka Cahyana, Ze Valente, Rakhmatsho Rakhmatzoda, Ezequiel Vidal, hingga Deri Corfe.

 


Sulit bagi Pemain Pelapis

Di sisi lain, Van Gastel memahami situasi yang dihadapi pemain cadangan. Menurut dia, mereka yang minim menit bermain tetap menunjukkan etos kerja tinggi sepanjang musim.

"Terkadang sulit bagi pemain pengganti karena mereka selalu bekerja keras. Saya tidak bisa menyalahkan mereka bahwa mereka kecewa, ya mereka terus bekerja keras," ucap Jean-Paul van Gastel.

"Pada akhirnya kami harus menang dan saya memasukkan tim terbaik saya," sambung mantan pelatih NAC Breda tersebut.


Simak Persaingan Musim Ini:

Berita Terkait