Kilas Balik Timnas Indonesia di Piala Asia: Edisi 2023 Paling Gemilang

Catatan penampilan Timnas Indonesia di pentas Piala Asia: Paling gemilang edisi 2023.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 16 Mei 2026, 13:30 WIB
Kilas Balik Timnas Indonesia di Piala Asia: Edisi 2023 Paling Gemilang. (AFP dan AP)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia menatap persaingan Piala Asia 2027 yang digelar di Arab Saudi. Turnamen bergengsi antarnegara Asia dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi mulai 7 Januari hingga 5 Februari 2027.

Timnas Indonesia kembali berpartisipasi untuk yang keenam kalinya sepanjang sejarah. Skuad Garuda tergabung di Grup F pada Piala Asia awal tahun depan, bersaing dengan Jepang, Qatar, dan Thailand.

Advertisement

Tim yang diarsiteki pelatih John Herdman, bakal mengandalkan kekuatan utamanya dengan waktu yang masih tersisa tujuh bulan lagi. Jay Idzes dan kawan-kawan bertekad memperbaiki prestasi pascakegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.

Piala Asia 2027 akan menjadi partisipasi yang keenam bagi Timnas Indonesia. Tim Merah-Putih punya perjalanan cukup panjang di lima edisi sebelumnya yang dilalui.

Berikut catatan penampilan Timnas Indonesia di pentas Piala Asia yang dihimpun Bola.com:


Piala Asia 1996

Aksi bek Timnas Indonesia, Aples Tecuari (kanan) saat melawan Kuwait di fase grup Piala Asia 1996. (AFP/Rabih Moghrabi)

Timnas Indonesia pertama kali tampil di putaran final Piala Asia adalah pada tahun 1996 yang digelar di Uni Emirat Arab. Debut bersejarah bagi skuad Garuda yang kala itu dilatih Danurwindo.

Meski tersingkir di fase grup, Indonesia menunjukkan perlawanan sengit terhadap lawan-lawannya. Diawali dengan hasil imbang 2-2 melawan Kuwait, yang diwarnai gol salto yang penuh kenangan oleh Widodo C. Putro.

Kemudian Timnas Indonesia kalah 2-4 dari Korea Selatan yang kala itu diperkuat Shin Tae-yong. Kemudian ditutup dengan kalah 0-2 dari tuan rumah UEA.


Piala Asia 2000

Pemain Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas (kiri), mengontrol bola dibayangi pemain Timnas Korsel, Kim Jin-kyu, dalam pertandingan Grup D Piala Asia 2007 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (11/7/2007). Bambang Pamungkas yang merupakan legenda Persija tampil sebanyak enam kali di Piala Asia edisi 2000, 2004 dan 2007. (AFP/Jewel Samad)

Konsistensi Timns Indonesia berlanjut pada edisi berikutnya atau empat tahun berselang. Skuad Garuda kembali tampil untuk kedua kalinya di Piala Asia pada edisi 2000 di Lebanon.

Kiprah timnas Indonesia di Piala Asia 2000 di Lebanon berlangsung kurang memuaskan, di mana skuad Garuda gugur di fase grup sebagai juru kunci. Tim asuhan Nandar Iskandar ini mencatat satu hasil imbang dan dua kekalahan, mencetak 4 gol tapi kebobolan 8 gol, dalam ajang tersebut.

Pada laga pertama, Timnas Indonesia bermain sama kuat 0-0 versus. Disusul kekalahan telak 0-3 dari China, dan diakhiri dengan kembali kandas 2-3 dari Korea Selatan yang kala itu gol dicetak Widodo C. Putro dan Yusuf Ekodono.

 


Piala Asia 2004

Firmansyah (18) dan Hendro Kartiko (kiper) berjibaku menahan serangan penyerang Timnas Qatar, Mohammed Gholam pada Piala Asia 2004 (AFP/Frederic Brown)

Timnas Indonesia masih konsisten dengan kembali menembus putaran final Piala Asia 2004 yang digelar di China sebagai tuan rumahnya. Tim Merah-Putih menorehkan kemenangan pertama di pentas Piala Asia saat menggasak Qatar pada laga pertama.

Timnas Indonesia akhirnya gagal melaju jauh, sebab kalah telak 0-5 dari China di pertandingan kedua. Serta ditutup dengan kekalahan 1-3 dari Bahrain.

Meski gagal lolos ke fase gugur, di edisi ini Indonesia untuk pertama kalinya meraih kemenangan di pentas Piala Asia.


Piala Asia 2007

Timnas Indonesia kala itu ditangani pelatih asal Bulgaria, Ivan Kolev dan diperkuat materi pemain terbaik di Tanah Air saat Piala Asia 2007. Mereka adalah Yandri Pitoy, Ferry Rotinsulu, Markus Haris Maulana (kiper), Ricardo Salampessy, Maman Abdurahman, Erol Iba, Ismed Sofyan, Charis Yulianto, Supardi Nasir, Achmad Jufriyanto, Harry Saputra (belakang). Ada juga Muhammad Ridwan, Eka Ramdani, Ponaryo Astaman, Firman Utina, Syamsul Chaeruddin, Mahyadi Panggabean, Atep Rizal (tengah), Elie Aiboy, Budi Sudarsono, Zaenal Arief, Bambang Pamungkas (depan). (AFP/Adek Berry)

Timnas Indonesia bertanding lagi di putaran final Piala Asia edisi 2007, dan menariknya menjadi tuan rumah bersama dengan Thailand, Malaysia, serta Vietnam. Timnas Indonesia dilatih Ivan Kolev pada edisi ini dan tampil impresif.

Bambang Pamungkas dkk. mengakhiri fase grup di peringkat ketiga Grup D dengan satu kemenangan dan dua kekalahan. Indonesia mampu memberikan perlawanan sengit, termasuk menang 2-1 atas Bahrain, namun gagal lolos ke babak gugur.

Selain menang atas Bahrain, Timnas Indonesia kalah 1-2 dari Arab Saudi, dan kembali kalah 0-1 dari Korea Selatan. Pencapaian apik di edisi ini menjadi kenangan tersendiri.

 


Piala Asia 2023

Keputusan Graham Arnold sebenar tidak mengejutkan. Sebab, setelah kegagalan di Piala Asia 2023 dan hasil buruk pada dua laga awal putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, dia mendapat banyak tekanan. (AFP/Aditya Aji)

Timnas Indonesia cukup lama absen untuk bermain lagi di pentas Piala Asia. Kesempatan itu baru didapat lagi pada edisi 2023 di Qatar, saat diasuh Shin Tae-yong.

Timnas Indonesia mengukir sejarah di Piala Asia 2023 (yang digelar Januari 2024) dengan lolos ke babak 16 besar untuk pertama kalinya sepanjang keikutsertaan.

Indonesia melaju sebagai salah satu dari empat tim peringkat ketiga terbaik, dengan mengandalkan skuad termuda di turnamen tersebut. Di fase grup, Indonesia mengawali hasil dengan kalah 1-3 dari Irak, disusul kemenangan 1-0 atas musuh bebuyutan Vietnam, dan kalah 1-3 dari Jepang.

Langkah Indonesia terhenti di babak 16 besar usai kalah 0-4 dari Australia. Meski demikian, prestasi ini menjadi yang tertinggi sepanjang keikutsertaan Indonesia di Piala Asia.

Berita Terkait