Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia tercatat sekali lolos ke putaran final Piala Dunia. Namun, hal itu sudah sangat lama yakni terjadi pada edisi 1938 dengan nama Dutch East Indies (Hindia Belanda).
Timnas Indonesia sangat dekat dengan kelolosan ke putaran final Piala Dunia 2026. Namun, saat itu Rizky Ridho dan kawan-kawan harus terhenti di putaran keempat kualifikasi zona Asia.
Setelah kegagalan itu PSSI mendatangkan pelatih asal Inggris, John Herdman. Eks pelatih Timnas Kanada itu pun diberi tugas tidak mudah. Salah satunya membawa Garuda lolos ke putaran final Piala Dunai 2030.
John Herdman dengan tegas menyatakan keseriusannya untuk membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2023. Sebab, ada 280 juta rakyat yang menginginkannya.
"Alasan kami ingin lolos adalah karena ada 280 juta orang yang menginginkannya," ujar John Herdman dalam wawancara eksklusif dalam program Bola Break dari Bola.com baru-baru ini.
Tujuan Utama
John Herdman kemudian menyebut putaran final Piala Dunia 2020 menjadi target utama dirinya di Timnas Indonesia. Turnamen itu akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko.
Meski demikan, John Herdman juga tentu tidak melupakan ajang-ajang lain yang diikuti oleh Timnas Indonesia. Termasuk turnamen level Asia Tenggara atau Asia.
"Piala Dunia, itu tujuan utamanya. Anda bisa bicara tentang Piala Asia dan ASEAN. Bagi saya semua itu bagus, tetapi saya hanya punya satu visi. Lolos ke 2030. Pada akhirnya, hanya itu yang penting," tegas eks pelatih Timnas Selandia Baru itu.
Paham Peran Masing-Masing
Untuk mewujudkan target ke Piala Dunia 2030, John Herdman tentu tidak bisa berjuang sendirian. Untuk itu, Herdman menciptakan sistem yang membuat peran semua elemen di Timnas Indonesia menjadi jelas.
Para pemain sudah paham apa yang mereka harus lalukan sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia. Pun demikian dengan tim pelatih dan para staf pendukung.
"Saat mereka tiba di Jakarta, semua orang punya peran dan tanggung jawab yang jelas. Satu orang memasang roda. Satu orang mengisi bahan bakar mobil. Mereka melakukannya dengan presisi," jelas pelatih berusia 50 tahun itu.