Alexis Messidoro Berharap Persis Bisa Lolos dari Degradasi BRI Super League, Sebut Manajemen Buruk Penyebab Klub Terpuruk

Alexis Messidoro masih menyimpan sayang terhadap mantan klubnya, Persis Solo, yang saat ini sedang berjuang lepas dari degradasi.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 17 Mei 2026, 13:45 WIB
Pada menit ke-58, Dewa United unggul 3-1. Alexis Messidoro maju sebagai eksekutor dan menuntaskan tugasnya dengan sempurna lewat sepakan kaki kanan ke pojok kiri atas gawang. Tampak dalam foto, pemain Dewa United, Alexis Messidoro merayakan golnya ke gawang Shan United pada matchday ketiga Grup E AFC Challange League 2025-2026 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Sabtu (1/11/2025) malam WIB. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Solo - Gelandang Dewa United, Alexis Messidoro, masih menyimpan rasa cinta terhadap mantan klub yang membesarkan namanya di Indonesia, Persis Solo.

Dia berharap Laskar Sambernyawa bisa lolos dari degradasi pada akhir musim BRI Super League 2025/2026.

Advertisement

Harapan itu disampaikan Alexis Messidoro setelah Dewa United tumbang 0-1 dari Persis dalam duel pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (16-5-2026) malam WIB.

"Persis Solo adalah klub yang sangat saya cintai. Saya berharap mereka bisa menyelamatkan diri (lolos dari degradasi) di akhir kompetisi nanti,” ujar Messidoro.

Saat ini, Persis memang sedang harap-harap cemas menanti nasibnya di kasta tertinggi. Mereka masih tertahan di peringkat ke-16 klasemen dengan koleksi 31 poin. Nasibnya akan ditentukan lewat hasil laga PSIM Yogyakarta kontra Madura United, Minggu (17-5-2026) malam WIB.

 


Manajemen Buruk, Klub Terpuruk

Gelandang Dewa United, Alexis Messidoro mencoba melewati penjagaan gelandang Persijap Jepara, Wahyudi Hamisi dalam laga pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 di Banten International Stadium, Serang, Rabu (29/4/2026). (Dok. Dewa United)

Messidoro menilai tata kelola manajemen klub yang buruk menjadi penyebab Persis terpuruk. Menurut dia, faktor inilah yang menghambat Laskar Sambernyawa bisa tampil maksimal dalam beberapa musim terakhir.

Oleh sebab itu, seandainya Persis bisa menyelamatkan nasibnya pada akhir musim nanti, Messidoro berharap manajemen bisa berbenah sehingga Laskar Sambernyawa bisa berkembang lebih baik pada musim-musim berikutnya.

"Sayangnya, saya selalu mengatakan bahwa manajemen yang buruklah yang membuat klub berada dalam kondisi seperti sekarang ini. Mari kita berharap ini bisa diselesaikan, dan ya, saya harap mereka bisa selamat dan terus berkembang jika keadaan berubah," harap gelandang asal Argentina itu.

 


Masih Dicintai Penggemar

Aksi playmaker Persis Solo, Alexis Messidoro (kanan) saat melawan PSIS Semarang pada lanjutan BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (16/9/2023) malam WIB. (Bola.com/Radifa Arsa)

Kendati sudah dua musim meninggalkan Persis, Messidoro tampaknya masih tetap memiliki banyak penggemar. Dia berharap, fans memahami kondisinya sebagai pemain Dewa United yang harus bersikap profesional.

"Tidak ada pesan khusus. Saya hanya sangat berterima kasih atas kasih sayang yang selalu mereka berikan kepada saya. Saya berharap mereka memahami situasinya," kata pemain berusia 29 tahun itu.

"Saat ini saya bekerja di Dewa United, saya harus memberikan segalanya untuk klub ini yang telah memberi saya pekerjaan. Tapi, seluruh kasih sayang saya tetap untuk mereka, para penggemar Persis," imbuhnya.

 


Jadi Pemain Andalan

Para pemain Persis Solo melakukan selebrasi untuk merayakan gol Alexis Messidoro yang membawa timnya menang 3-2 atas Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Senin (6/2/2023). (Dok Persis)

Selama memperkuat Persis, Alexis Messidoro memang menjadi satu di antara pemain paling penting.

Pada musim 2022/2023, dia mencatatkan delapan gol plus sembilan assist dari 33 penampilan. Ketika itu, dia mampu membawa Persis finis di peringkat ke-10 dengan koleksi 44 poin.

Sementara pada musim 2023/2024, pemain kelahiran Buenos Aires ini berhasil menyumbang enam gol dan 12 assist dari 32 pertandingan. Tim asal Kota Bengawan ini pun akhirnya bisa mengakhiri persaingan di peringkat ke-7 dengan 50 poin.

Setelah Messi angkat kaki pada akhir musim itu, prestasi Persis mengalami kemerosotan. Pada dua musim terakhir ini, Laskar Sambernyawa selalu berjibaku di papan bawah dan dihantui ancaman degradasi.

Berita Terkait