Terinspirasi Kebangkitan PSS, Marian Mihail Tak Menyerah meski PSBS Turun Kasta

PSBS dipastikan turun kasta setelah terpuruk di papan bawah BRI Super League 2025/2026.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 17 Mei 2026, 17:15 WIB
Pelatih kepala PSS Sleman, Marian Mihail memberi instruksi kepada pemainnya saat menghadapi PSS Sleman pada laga pekan ke-9 BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Jumat (18/8/2023). (Bola.com/Abdul Aziz)

Bola.com, Sleman - Pelatih Marian Mihail masih menyimpan optimisme terhadap masa depan PSBS Biak, meski timnya sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2025/2026.

PSBS menjalani laga kandang terakhir musim ini saat takluk 2-5 dari Arema FC pada laga pekan ke-33 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (15-5-2026) malam WIB.

Advertisement

Hasil musim ini memang jauh dari harapan. Klub asal Papua itu dipastikan turun kasta setelah terpuruk di papan bawah.

Dari 33 laga, PSBS hanya mampu meraih empat kemenangan, enam laga berakhir imbang, dan 23 tumbang. Mereka juga baru mencetak 31 gol serta kebobolan 88 kali.

Situasi finansial jadi satu di antara faktor utama keterpurukan PSBS. Permasalahan gaji membuat sejumlah pemain memilih hengkang, meski kompetisi belum berakhir.


Fokus Bangun Fondasi Baru

PSBS Biak, BRI Super League. (Dok. ileague.id)

Marian Mihail menegaskan pihaknya tetap memikirkan pembangunan tim untuk musim depan. Skuad Badai Pasifik disebut bakal menjalankan proyek jangka panjang kendati diterpa banyak persoalan.

Itulah mengapa, pelatih asal Rumania tersebut mulai memberikan kesempatan kepada pemain akademi klub dalam beberapa pertandingan terakhir, termasuk saat melawan Arema FC pekan lalu.

"Untuk saat ini semuanya berjalan baik. Proyek kami adalah proyek yang serius. Kami telah melakukan upaya, kami mendatangkan 15 pemain dari akademi untuk dua pertandingan terakhir ini," ujar Mihail.

"Kami ingin melihat kemampuan para pemain untuk tahun depan. Dari sudut pandang ini, saya optimistis karena kami memiliki fondasi inti yang memungkinkan kami membangun tim dengan semangat yang baik dan di atas dasar yang sangat sehat," lanjutnya.


Terinspirasi Model PSS

Para pemain dan ofisial dari PSS Sleman merayakan keberhasilan promosi dari Pegadaian Championship 2025/2026 bersama para fans di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (3/5/2026). (Dok. PSS)

Pelatih berusia 68 itu menyinggung model pengembangan tim yang dilakukan PSS Sleman. Ia cukup mengenal situasi klub tersebut, mengingat dirinya pernah menukangi Super Elja pada musim 2023.

Menurutnya, keberadaan Direktur Teknis PSS, Pieter Huistra, bersama pelatih kepala, Ansyari Lubis, menjadi contoh kesinambungan proyek yang baik dalam membangun tim dengan fondasi talenta muda.

Buktinya, klub kebanggaan Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS) itu mampu bangkit dan langsung kembali ke kasta tertinggi musim depan setelah terdegradasi dari BRI Liga 1 2024/2025.

"Saya memberikan contoh PSS, yang saya kenal baik dan kita melihat bahwa Pieter Huistra tetap tinggal bersama Ansyari Lubis sebagai direktur teknis, karena dalam hal tertentu, hal yang sama akan berlaku bagi saya di Biak," katanya.

"Kami terinspirasi oleh pekerjaan mereka karena mereka telah bekerja dengan baik. Mereka bangkit kembali dengan para pemain muda dengan fondasi inti yang baik, dan saya juga mengucapkan selamat kepada mereka atas contohnya bagi Biak, demi masa depan kami," imbuhnya.

Berita Terkait