Jadikan Duel Kontra Bulgaria di Final FIFA Series sebagai Tolok Ukur, Bung Ropan Yakin Timnas Indonesia Bisa Bicara di Piala Asia

Pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan yakin Timnas Indonesia bisa bersaing di Piala Asia 2027.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 18 Mei 2026, 19:30 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes, berusaha mengahalau pemain Bulgaria, Vladimir Nikolov, dalam laga final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGK), Senayan, Jakarta, Senin (30/03/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan yakin Timnas Indonesia bisa bersaing di Piala Asia 2027, terlebih di fase grup.

Indonesia disebut-sebut berada di grup neraka, mengingat di Grup F Indonesia tak cuma bertarung dengan salah satu kekuatan terbesar Asia Tenggara yakni Thailand, melainkan juga dua tim yang sudah pernah juara, Jepang dan Qatar.

Advertisement

Piala Asia 2027 rencananya akan berlangsung di Arab Saudi, dari tanggal 7 Januari hingga 7 Februari tahun depan.

Skuad Garuda tampil ke putaran final alias tak lewat babak kualifikasi seperti Thailand karena berhasil melangkah jauh hingga ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Jelang datangnya perhelatan akbar, tim pelatih yang dikepalai John Herdman terus melakukan persiapan, termasuk memantau permainan pilar kunci yang berkarier di sejumlah negara Eropa macam Jay Idzes, Emil Audero, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, Justin Hubner, Joey Pelupessy, serta Maarten Paes.


Main Seperti Melawan Bulgaria

Para pemain Timnas Indonesia berfoto bersama sebagai runner up setelah laga final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria di tadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (30/03/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Untuk pemain timnas yang berkarier di kompetisi domestik, sebanyak 23 pemain akan segera mengikuti pemusatan latihan (TC). Mereka tak hanya dipersiapkan ke Piala Asia, tapi juga FIFA matchday, Piala AFF, juga FIFA ASEAN Cup.

Ronny Pangemanan iptimistis, Jay Idzes dkk. bisa tampil baik di Piala Asia. Pengamat yang akrab disapa Ropan menjadikan pertandingan final melawan Bulgaria di pentas FIFA Series beberapa waktu lalu sebagai tolok ukur.

"Saya masih percaya dengan tim ini. Apalagi ketika melawan Bulgaria kemarin. Tim kelas Eropa yang bagus yang dipaksa untuk bertahan parkir bus oleh kita," kata Ropan lewat kanal YouTube ITSMe.

"Memang kita kalah, tapi kan golnya cuma dari penalti. Secara permainan kita bagus. Kelihatan kan kita bermain bagus? Tidak dalam tekanan lawan atau dikurung habis-habisan dua hari dua malam oleh Bulgaria. Enggak," imbuhnya.

"Kita bisa memberikan perlawanan sengit dan itu diakui oleh pemain-pemain Bulgaria dan oleh pelatih Bulgaria. Jadi melihat itu, John Herdman yakin dengan tim ini."


Piala Asia

Pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner, berusaha mengahalau bola saat melawan Bulgaria dalam laga final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGK), Senayan, Jakarta, Senin (30/03/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Mengingat pagelaran Piala Asia masih jauh, pelatih John Herdman punya banyak waktu untuk terus mematangka skuad terbaik. Apalagi jika nanti amunisi-amunisi anyar, khususnya di lini serang, bertambah via program naturalisasi.

"Makanya John bilang dia yakin, Piala Asia itu, karena masih jauh, dia bisa membentuk tim yang baik. Apalagi kalau ada penambahan-penambahan pemain naturalisasi," tukas Ropan.

Ropan kembali menegaskan, langkah pertama yang harus diambil PSSI dan tim pelatih adalah segera mendapatkan tambahan stok di lini serang. Soalnya, selama ini, Indonesia masih bertumpu kepada Ole Romeny.

"Kalau di belakang sudah tebal. Bukan berarti tidak bisa ada penambahan. Bisa saja di belakang misalnya Pascal Struijk masuk, kalau dia enggak kepilih di tim nasional Belanda. Dia kan lagi bagus dengan Leeds United. Kalau dia enggak kepilih, bisa saja dia memilih Indonesia," tandas Ropan.

"Terpenting, kita perlu penambahan pemain depan. Karena tidak mungkin hanya mengandalkan Ole Romeny. Ole kan bukan pemain nomor 9 murni, tapi lebih ke nomor 10. Dia lebih bagus bermain di belakang striker, seperti yang ia perlihatkan ketika kita melawan Saint Kitts and Nevis".

"Dua assist dia kepada Beckham Putra menghasilkan gol dan dia bisa membuat gol. Artinya, dia lebih bebas bermain di belakang striker. Maka kita perlu mencari nomor 9. Nomor 9 dari mana? Harus ambil dari Eropa-lah," tutup Ropan.

Berita Terkait