John Herdman: Timnas Indonesia Butuh Talenta Lokal yang Tembus Liga-Liga Terbaik Dunia, Hampir Berhasil dengan Marselino Ferdinan

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengatakan bahwa Indonesia memerlukan talenta lokal yang bisa bermain di kompetisi-kompetisi terbaik di dunia.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 18 Mei 2026, 22:15 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan, merayakan gol yang dicetak oleh Ole Romeny ke gawang Bahrain pada laga kedelapan putaran ketiga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (25/3/2025) malam WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengatakan bahwa Indonesia memerlukan talenta lokal yang bisa bermain di kompetisi-kompetisi terbaik di dunia.

"Dan bagi kami, saya pikir, di Indonesia, kita membutuhkan bakat lokal untuk menembus," ujar John Herdman dinukil dari YouTube Antara TV Indonesia.

Advertisement

John Herdman mengambil contoh Marselino Ferdinan, yang telah tiga tahun berkarier di Eropa. Gelandang berusia 21 tahun itu bermain untuk AS Trencin di kasta teratas Liga Slovakia.

Marselino sedang dipinjamkan oleh klub divisi kedua Liga Inggris, Oxford United, ke AS Trencin selama semusim. Namun, ia tidak mendapatkan kesempatan turun karena kerap berkutat dengan cedera.


3 Tahun di Eropa

Penyerang Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan dalam duel FIFA Matchday melawan Chinese Taipei di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (5/9/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Pemain yang karib dipanggil Marceng itu hanya tampil empat kali dengan AS Trencin lewat 72 menit di atas lapangan, dengan koleksi satu kartu kuning.

Marselino pertama kali berkancah di Eropa pada 2023 dengan membela KMSK Deinze di divisi kedua Liga Belgia. Namun, hanya semusim, ia hijrah ke Oxford United.

"Kita benar-benar membutuhkan bakat lokal untuk menembus liga-liga teratas di dunia. Anda tahu, kita sudah hampir berhasil dengan Marselino," ucap John Herdman.


Ambil Contoh Alphonso Davies

John Herdman mengingat kembali ketika ia memberikan debut kepada bek Bayern Munchen, Alphonso Davies, bersama Timnas Kanada pada 2017 ketika masih berusia 16 tahun.

"Tapi kita membutuhkan itu karena di situlah kita menembus sebuah hambatan. Dan hambatan itu adalah menyampaikan kepada setiap pemain muda lainnya di negeri ini bahwa hal itu mungkin dilakukan," tutur John Herdman.

"Dan saya mengalami ini dengan Alphonso Davies di Kanada. Anda memiliki seorang pengungsi berusia 16 tahun di Kanada yang pindah ke Bayern Munchen, tapi tidak hanya pindah, dia bermain di setiap pertandingan dan kemudian memenangkan empat gelar sekaligus, Liga Champions, pada usia 18 tahun."

"Begitu hal itu terjadi, setiap anak di Kanada ingin menjadi Alphonso Davies. Tapi yang terjadi adalah menembus hambatan bahwa ini adalah hal yang mungkin," terangnya.


Dony Tri Pamungkas hingga Alfharezzi Buffon

John Herdman berusaha untuk membantu para pemain muda berkarier di Eropa. Selain Marselino, nama-nama seperti Dony Tri Pamungkas hingga Alfharezzi Buffon bakal didorong oleh nakhoda berusia 50 tahun itu.

"Jadi, bagi saya, saya sangat sadar bahwa saya memiliki tanggung jawab untuk membantu hal itu terjadi dan mewujudkannya," terang John Herdman.

"Apakah itu Dony Tri, apakah itu Marselino, apakah itu Buffon. Ada lebih banyak pemain yang muncul di tim U-17, di U-15, di U-20. Tapi saya sangat jelas bahwa kita perlu mewujudkan hal ini."

"Dan Anda tidak bisa memaksanya karena pengembangan bakat itu dinamis. Tapi saya tahu saya memiliki tanggung jawab, dan saya mengemban tanggung jawab itu dengan serius," katanya.

Berita Terkait