Akademi Persis Bersinar! Borong Penghargaan EPA dan Kirim Banyak Pemain ke Timnas Indonesia Junior

Direktur Akademi Persis Solo, Rasiman, merasa bangga dengan pencapaian tim junior Laskar Sambernyawa yang menyabet sejumlah penghargaan di EPA 2025/2026.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 21 Mei 2026, 05:30 WIB
Persis Solo - Ilustrasi logo Persis Solo 2024. (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Solo - Direktur Akademi Persis Solo, Rasiman, merasa bangga dengan pencapaian tim junior Laskar Sambernyawa yang menyabet sejumlah penghargaan di Elite Pro Academy (EPA) 2025/2026. Selain itu, sejumlah pemain binaan Persis menembus Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia.

Yang terbaru, Persis Solo U-16 mengakhiri persaingan sebagai runner-up EPA U-16 setelah tumbang dari Persik Kediri U-16 pada partai final. Meskipun gagal meraih titel juara, Persis U-16 berhasil memborong beberapa penghargaan.

Advertisement

Yang pertama adalah pelatih kepala Persis U-16, Imam Rohmawan, yang mendapatkan predikat Best Coach. Lalu, ada Dhanet Andika yang merengkuh Best Goalkeeper di kategori U-18, serta Erdeva Aulia sebagai Best Goalkeeper di kategori U-20.

“Tentu empat gelar ini cukup membanggakan, dan banyaknya individu yang menjadi pemain dan pelatih terbaik ini sangat bagus. Ini menunjukkan kami juga melakukan development tidak hanya pemain tetapi pelatih,” kata Rasiman.

“Ini kerja yang sangat simultan dari Tim Akademi tentu dukungan dari Persis Solo dalam hal ini yang memberikan full support kepada kami sehingga mudah sekali dalam mengarungi musim tanpa ada gangguan sedikit pun,” tambahnya.

 


Hadapi Musim Depan

Rasiman resmi ditunjuk menjadi pelatih interim Persis Solo (Dok. Persis Solo)

Rasiman menyebut prestasi yang diukir Akademi Persis pada Elite Pro Academy 2025/2026 bakal menjadi pondasi yang kuat untuk menatap kompetisi musim berikutnya. Dia memastikan pihaknya akan bekerja lebih keras agar makin berkembang.

“Tentu musim mendatang, tantangan akan jauh lebih keras lagi. Kami akan mulai bekerja lebih cepat karena kami tidak berhenti latihan. Untuk musim besok 2026/2027, kami sudah start dibanding tahun kemarin saat kami start di September,” kata dia.

“Tentu ini kami akan terus berlatih, ini sangat baik untuk pemain. Jadi kami mencoba membuat gap dengan tim lain. Jadi ini sebuah konsep Akademi terbaru dari Persis Solo dan mudah-mudahan berjalan cukup baik,” tambahnya.

 


Banyak Dipanggil Timnas

Selain itu, Rasiman juga turut bangga dengan pencapaian pembinaan pemain muda milik Persis Solo yang berhasil melahirkan pemain-pemain muda yang akhirnya mendapatkan panggilan memperkuat tim nasional.

Menurut dia, pemain-pemain asal U-16, U-18, dan U-20 yang dipanggil Timnas Indonesia bakal menjadi modal berharga sebagai investasi jangka panjang di tim senior Laskar Sambernyawa pada masa-masa mendatang.

“Dan banyaknya pemain-pemain kami yang dipanggil tim nasional baik dari U16, U18 dan U20 juga menunjukkan investasi jangka panjang Akademi untuk tim utama Persis. Tentu ini akan menjadi backbone di masa yang akan datang,” ujar Rasiman.

Di skuad Timnas U-17, misalnya, Persis Solo mengirimkan satu nama, yakni Zidane Raditya, yang ikut dibawa Kurniawan Dwi Yulianto pada Piala Asia U-17 2026. Di tahap seleksi, sebetulnya ada Muhammad Firlo yang juga dipanggil, tetapi tidak lolos.

Sementara itu, Erdeva Aulia, yang memperoleh Best Goalkeeper di EPA U-20, juga sempat dipanggil Nova Arianto untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia U-20 yang berlangsung di Surabaya.

Berita Terkait