Bola.com, Jakarta - Aston Villa akhirnya menutup penantian panjang mereka akan trofi Eropa dengan cara yang sangat meyakinkan. The Villans sukses menjuarai Liga Europa 2025/2026 usai membantai wakil Jerman, Freiburg, dengan skor telak 3-0 pada final di Tupras Stadyumu, Kamis (21/5/2026) dini hari WIB.
Gol-gol Youri Tielemans, Emiliano Buendia, dan Morgan Rogers memastikan Aston Villa mengangkat trofi Liga Europa pertama dalam sejarah klub. Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi gelar Eropa pertama Villa sejak menjuarai European Cup pada 1982 silam.
Di balik kesuksesan besar itu, sosok Unai Emery kembali menjadi pusat perhatian. Pelatih asal Spanyol tersebut kembali menunjukkan reputasinya sebagai spesialis kompetisi Eropa setelah sukses mempersembahkan gelar Liga Europa kelima sepanjang karier kepelatihannya.
Meski berhasil membawa Aston Villa menciptakan sejarah baru, Emery menegaskan perjalanan klub belum selesai. Menurutnya, trofi Liga Europa hanyalah satu langkah penting dalam proyek besar yang sedang dibangun Aston Villa bersama seluruh elemen klub.
Unai Emery Tegaskan Kesuksesan Aston Villa Dibangun Bersama
Unai Emery mengaku sejak awal memang datang ke Aston Villa dengan ambisi besar. Namun, ia menyadari mimpi besar tersebut tidak mungkin diwujudkan seorang diri tanpa dukungan penuh dari klub.
Pelatih berusia 54 tahun itu memuji kontribusi pemilik klub, staf, hingga para pemain yang dinilainya terus bergerak bersama untuk membawa Aston Villa naik ke level yang lebih tinggi.
“Saya memang orang yang ambisius dan tentu saya membutuhkan dukungan. Pemilik klub, semua orang yang bekerja di klub, para pemain, mereka mengikuti kami,” ujar Emery kepada TNT Sports usai pertandingan.
“Kami melakukan semuanya bersama-sama. Tapi kami juga harus menetapkan ambisi dengan jelas dan realistis. Setiap langkah maju yang kami lakukan harus memiliki arti,” lanjut mantan pelatih Sevilla dan Villarreal tersebut.
Aston Villa Langsung Pasang Target Tinggi di Liga Champions
Setelah sukses mengangkat trofi Liga Europa, Emery langsung mengalihkan fokus menuju tantangan berikutnya musim depan. Aston Villa dipastikan tampil di Liga Champions 2026/2027 dan sang pelatih sadar level persaingan akan jauh lebih berat.
Menurut Emery, tantangan terbesar tetap berada di Premier League yang ia sebut sebagai liga tersulit di dunia. Karena itu, mempertahankan konsistensi di papan atas menjadi target utama Aston Villa.
“Musim depan kami akan bermain di Liga Champions dan itu adalah tantangan besar. Premier League adalah liga paling sulit di dunia,” kata Emery.
“Bersaing di tujuh besar, lima besar, atau empat besar adalah sesuatu yang sangat sulit. Mudah-mudahan kami bisa semakin dekat dengan tim seperti Manchester City dan Arsenal. Selamat untuk mereka atas gelar juara musim ini,” lanjutnya.
Emery juga mengingatkan bahwa Aston Villa sejatinya bukan klub yang sejak awal diprediksi bersaing di papan atas. Namun perlahan, mereka berhasil membangun mentalitas untuk terus berada di level tertinggi.
“Di awal, kami bukan kandidat tujuh besar. Ada enam tim besar dan Newcastle sebagai tim ketujuh. Kami sedang mencoba masuk ke sana dan konsisten berada di level itu,” ujar Emery.
“Kami mulai berhasil melakukannya. Tapi mempertahankannya adalah tantangan sesungguhnya,” tambahnya.
Emery Sebut Pengalaman Jadi Kunci Kesuksesan Villa
Bagi Emery, keberhasilan Aston Villa musim ini tidak lepas dari pengalaman pahit yang mereka alami dalam beberapa kompetisi sebelumnya. Villa sempat gagal di semifinal dan perempat final beberapa turnamen, namun kegagalan itu justru menjadi pelajaran penting.
Emery menilai trofi Liga Europa akan memberi pengalaman berharga bagi skuadnya untuk terus berkembang sebagai tim elite Eropa.
“Dengan memenangkan trofi ini, kami menambah pengalaman untuk tim. Pengalaman itu sangat penting bagi para pemain,” tutur Emery.
“Musim lalu kami kalah di semifinal FA Cup dan Liga Champions. Itu menjadi pengalaman bagi kami. Hari ini, saya siap untuk menang dan saya juga siap untuk kalah. Tapi tentu saja, menang jauh lebih baik,” pungkasnya.
Keberhasilan di Istanbul kini membuka lembaran baru bagi Aston Villa. Bersama Unai Emery, The Villans tidak lagi sekadar menjadi kuda hitam, melainkan mulai menjelma menjadi ancaman serius di Inggris maupun Eropa.