Unai Emery dan Obsesi Tanpa Batas di Aston Villa, Main Catur Tengah Malam hingga Bawa The Villans Juara Eropa

Keberhasilan Aston Villa menjuarai Liga Europa 2025/2026 tidak datang secara kebetulan. Di balik revolusi besar yang terjadi di Villa Park, ada sosok Unai Emery yang dikenal nyaris terobsesi pada detail, disiplin, dan persiapan tanpa henti.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 21 Mei 2026, 10:15 WIB
Aston Villa. (Bola.com/Ai-Generated/Gemini)

Bola.com, Jakarta - Keberhasilan Aston Villa menjuarai Liga Europa 2025/2026 tidak datang secara kebetulan. Di balik revolusi besar yang terjadi di Villa Park, ada sosok Unai Emery yang dikenal nyaris terobsesi pada detail, disiplin, dan persiapan tanpa henti.

Pelatih asal Spanyol itu kembali menunjukkan reputasinya sebagai spesialis kompetisi Eropa setelah membawa Aston Villa menghancurkan Freiburg 3-0 pada final Liga Europa di Tupras Stadyumu, Kamis (21/5/2026) dini hari WIB. Gelar tersebut menjadi trofi Liga Europa kelima sepanjang karier Emery sebagai pelatih.

Advertisement

Keberhasilan itu juga mengakhiri penantian 30 tahun Aston Villa untuk kembali mengangkat trofi mayor. Bagi Villa, ini adalah gelar Eropa pertama sejak menjuarai European Cup pada 1982 silam.

Namun di balik pencapaian besar tersebut, tersimpan kisah unik tentang metode kerja Emery yang disebut-sebut berbeda dari kebanyakan pelatih elite dunia. Dari bermain catur online dini hari hingga menonton pertandingan divisi bawah Spanyol pukul 02.00 pagi, Emery dikenal hidup nyaris sepenuhnya untuk sepak bola.

 


Main Catur Online Jadi Cara Emery Melatih Fokus

Emiliano Martinez menggendong Unai Emery setelah Aston Villa memastikan gelar juara Liga Europa. (YASIN AKGUL / AFP)

Salah satu kebiasaan unik Emery adalah bermain catur online melalui aplikasi di telepon genggamnya. Menariknya, ia melakukannya menggunakan nama aslinya dan melawan siapa pun secara acak dalam permainan cepat berdurasi tiga menit.

Bagi Emery, catur bukan sekadar hiburan. Permainan itu menjadi cara untuk menjaga fokus, konsentrasi, dan kemampuan berpikir cepat dalam mengambil keputusan.

Pelatih berusia 54 tahun tersebut percaya bahwa seorang pelatih sepak bola tidak boleh kehilangan fokus sedikit pun. Karena itu, ia selalu mencari cara untuk menjaga ketajaman mentalnya setiap hari.

Tak hanya bermain catur, Emery juga diketahui sering menghabiskan malamnya dengan menonton berbagai tayangan edukatif hingga dini hari. Ia menyukai kuliah atau diskusi dari ilmuwan dan tokoh pemikir yang dianggap mampu membuka sudut pandang baru.

Bahkan, salah satu rutinitas Emery pada pukul 02.00 pagi adalah menonton pertandingan sepak bola dari berbagai level kompetisi di iPad miliknya.

 


Rela Begadang demi Menonton Tim Divisi Bawah

Cover Aston Villa juara Liga Europa. (Bola.com/AI-Generated)

Obsesi Emery terhadap sepak bola disebut nyaris tidak mengenal batas. Salah satu contoh yang disebut dalam laporan BBC adalah ketertarikannya menonton pertandingan Racing Santander, klub yang baru promosi ke kasta tertinggi Liga Spanyol.

Bagi banyak orang, menonton pertandingan klub yang bukan rival atau peserta Liga Champions mungkin terasa tidak penting. Namun bagi Emery, semua pertandingan memiliki pelajaran yang bisa dipelajari.

Itulah alasan mengapa ia dikenal selalu satu langkah lebih maju dibanding banyak pelatih lain. Emery disebut tidak pernah benar-benar berhenti memikirkan sepak bola.

Musim ini, pendekatan tersebut kembali membuahkan hasil luar biasa. Emery sukses membawa Aston Villa mengamankan tiket Liga Champions sekaligus menjuarai Liga Europa.

Padahal pada awal musim, Aston Villa sempat mengalami periode sulit setelah gagal menang dalam lima pertandingan beruntun. Namun Emery mampu meyakinkan skuadnya bahwa mereka tetap akan menjalani musim yang besar.

 


Emery Bangun Aston Villa Lewat Detail dan Disiplin

Aston Villa juara Liga Europa. (Dok. Europa League)

Dalam kesehariannya, Emery dikenal sangat detail dalam melatih. Ia memperhatikan bentuk tubuh pemain saat latihan, taktik, hingga detail fisik kecil yang dianggap penting untuk meningkatkan performa tim.

Emery bahkan disebut meminta para pemain mendedikasikan sekitar 70 persen hidup mereka untuk sepak bola. Bagi mantan pelatih Sevilla dan Villarreal itu, kesuksesan hanya bisa diraih lewat komitmen total.

Ia juga dikenal sangat protektif terhadap fokus dan konsentrasinya. Emery memilih mengabaikan suara-suara dari luar ketika merasa sudah memiliki keyakinan terhadap rencana yang ia buat.

Hal itu terlihat ketika Aston Villa sempat dikritik karena mengistirahatkan sejumlah pemain utama saat kalah dari Tottenham Hotspur sebelum semifinal Liga Europa melawan Nottingham Forest. Emery tetap tenang karena merasa poin Liga Inggris yang dibutuhkan Villa bisa didapatkan dari pertandingan lain.

Keputusan itu akhirnya terbukti tepat. Aston Villa berhasil mengamankan tiket Liga Champions dan kini sukses menjuarai Liga Europa.

 


Dari Zona Degradasi hingga Juara Eropa

Transformasi Aston Villa di era Emery memang luar biasa. Saat pertama kali datang pada November 2022, Villa masih berada di posisi ke-16 klasemen Premier League dan hanya berjarak satu poin dari zona degradasi.

Namun perlahan Emery mengubah wajah klub asal Birmingham tersebut. Pada musim pertamanya, Villa finis di posisi ketujuh dan kembali tampil di kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sejak musim 2010/2011.

Di musim penuh pertamanya, Emery membawa Villa lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 1982/1983. Kini, Aston Villa bahkan berhasil menjuarai Liga Europa dan kembali menjadi salah satu kekuatan baru di Eropa.

Mantan pemain Aston Villa, Ashley Young, mengaku tidak terkejut melihat dampak besar yang diberikan Emery kepada klub.

“Begitu Unai Emery datang ke Aston Villa, para pemain langsung melihat apa yang sudah dia capai sepanjang kariernya,” kata Ashley Young kepada BBC Radio 5 Live.

“Emery adalah pemenang sejati, terutama di kompetisi ini. Dia membawa klub ini kembali ke Eropa dan kembali ke Liga Champions. Kalau dulu ada yang bilang Villa akan juara Liga Europa, mungkin tidak ada pemain yang percaya,” lanjutnya.

Senada dengan Young, eks gelandang Villa Mark Albrighton menyebut Emery telah membawa Aston Villa naik ke level berbeda.

“Unai Emery membawa Aston Villa ke level berikutnya,” ujar Albrighton.

Kini, setelah sukses mempersembahkan trofi Eropa pertama dalam satu generasi, Emery tampaknya belum akan berhenti. Seperti kebiasaannya selama ini, ia diyakini akan kembali bekerja lebih keras dibanding siapa pun demi membawa Aston Villa terus bersaing di level tertinggi.

Berita Terkait