Kepastian Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker Jelang FIFA Matchday 5 dan 9 Juni, Pengamat: Saya Sih Masih Agak Ragu

Kepastian Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker Jelang FIFA Matchday 5 dan 9 Juni, Pengamat: Saya Sih Masih Agak Ragu

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 21 Mei 2026, 10:30 WIB
Aksi Luke Vickery bersama klub Australia, Macarthur di AFC Champions League Two 2025/2026. (Instagram Luke Vickery)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia tinggal menghitung hari menuju dua laga penting dalam agenda FIFA Matchday Juni 2026. Skuad Garuda dijadwalkan menghadapi Oman pada 5 Juni sebelum kembali bertarung melawan Mozambik empat hari kemudian.

Dua pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dan diprediksi menyedot perhatian besar publik sepak bola nasional. Selain menjadi ajang mengukur kekuatan tim, laga ini juga menjadi bagian penting dari persiapan Timnas Indonesia menuju putaran final Piala Asia 2027.

Advertisement

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, diperkirakan akan kembali memanggil mayoritas pemain terbaik yang sebelumnya tampil di FIFA Series. Nama-nama seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Emil Audero, hingga Maarten Paes diprediksi tetap menjadi andalan.

Namun di tengah persiapan tersebut, muncul kabar baru terkait potensi tambahan kekuatan bagi Timnas Indonesia. PSSI disebut tengah mengupayakan naturalisasi dua pemain keturunan, yakni Luke Vickery dan Mitchell Baker.

 


Luke Vickery dan Mitchell Baker Masuk Radar Naturalisasi

Striker Colorado Rapids di Major League Soccer (MLS), Mitchell Baker, disebut-sebut akan dipanggil pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk FIFA Matchday Juni 2026. (Bola.com/Dok.Instagram Mitchell Baker).

Luke Vickery merupakan penyerang berusia 20 tahun yang saat ini bermain untuk klub Australia, Macarthur FC. Sementara Mitchell Baker adalah striker muda milik Colorado Rapids di Major League Soccer (MLS), Amerika Serikat.

Kedua pemain tersebut dikabarkan masuk radar Timnas Indonesia untuk memperkuat lini depan yang selama ini masih sangat bergantung kepada Ole Romeny.

Meski rumor naturalisasi terus berkembang dalam beberapa hari terakhir, hingga kini PSSI belum memberikan pernyataan resmi terkait proses perpindahan kewarganegaraan kedua pemain tersebut.

Situasi itu pun memunculkan berbagai spekulasi di kalangan pecinta sepak bola Indonesia. Sebab, waktu menuju FIFA Matchday dinilai sangat sempit apabila proses naturalisasi benar-benar ingin dikebut.

 


Bung Ropan Sebut FIFA Matchday Jadi Momentum Penting

Striker Colorado Rapids di Major League Soccer (MLS), Mitchell Baker, disebut-sebut akan dipanggil pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk FIFA Matchday Juni 2026. (Bola.com/Dok.Instagram Mitchell Baker).

Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, ikut memberikan pandangannya terkait rumor naturalisasi tersebut. Pria yang akrab disapa Bung Ropan itu menyebut FIFA Matchday Juni menjadi agenda penting bagi Timnas Indonesia.

“Kita tahu bersama, di bulan Juni ada FIFA Matchday dan jadwalnya sudah jelas. Tanggal 5 Juni berhadapan dengan Oman. Kemudian tanggal 9 Juni kita jumpa dengan Mozambik. Semua akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta,” kata Ropan melalui kanal YouTube pribadinya.

Menurut Ropan, John Herdman kemungkinan besar masih akan mempertahankan mayoritas pemain yang sebelumnya tampil saat FIFA Series melawan Saint Kitts and Nevis dan Bulgaria.

“Menuju ke sana, John Herdman akan banyak mengambil pemain-pemain yang sudah kita lihat bermain di FIFA Series kemarin. Baik ketika menghadapi Saint Kitts and Nevis dan juga menghadapi Bulgaria,” lanjutnya.

Meski demikian, Ropan menilai masih ada peluang tambahan pemain baru untuk melengkapi komposisi skuad Garuda.

 


Ropan Lebih Memilih Luke Vickery

Penyerang Macarthur FC di A-League, Luke Vickery, disebut-sebut bakal dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia. (Instagram Luke Vickery)

Di tengah rumor lima hingga enam pemain diaspora yang disebut sedang dipantau Timnas Indonesia, Ropan menilai kemungkinan naturalisasi dalam waktu dekat hanya akan mengarah kepada satu nama saja.

Menurutnya, Luke Vickery menjadi opsi paling realistis apabila memang ada pemain keturunan yang ingin dipercepat proses naturalisasinya sebelum FIFA Matchday.

“Ada mungkin penambahan-penambahan pemain lainnya yang untuk dimasukkan melengkapi 23 pemain. Kabar yang mungkin saja banyak ditunggu banyak orang adalah apakah ada penambahan di FIFA Matchday untuk pemain diaspora,” ujar Ropan.

“Dua pemain tersebut adalah Luke Vickery, dia bermain di Macarthur FC. Ini pemain di lini serang dan juga kabar lain adalah Mitchell Baker yang sekarang bermain di Amerika Serikat dengan Colorado Rapids,” lanjutnya.

“Tapi kalau yang dipilih itu saya pikir hanya satu nama. Kalau memang memilih, mungkin Luke Vickery yang paling penting untuk bisa bergabung,” tambah Ropan.

Ia menilai kebutuhan Timnas Indonesia terhadap penyerang tambahan memang cukup mendesak. Karena itu, sosok Luke Vickery dianggap bisa menjadi alternatif menarik di lini depan Garuda.

 


Proses Naturalisasi Dinilai Sulit Dikebut

Meski rumor semakin ramai dibicarakan, Ropan mengaku masih meragukan proses naturalisasi bisa selesai dalam waktu sangat singkat. Sebab, seluruh tahapan administrasi masih harus melewati proses panjang.

Mulai dari pembahasan di DPR RI, persetujuan pemerintah, hingga pengambilan sumpah kewarganegaraan harus diselesaikan sebelum pemain bisa resmi membela Timnas Indonesia.

“Saya sih masih agak ragu, karena dengan waktu yang cepat. Semoga kalau memang ini geraknya cepat, dalam waktu 16 hari ke depan Luke Vickery bisa tersedia. Kalau itu memang yang diinginkan John Herdman,” ujar Ropan.

“Ini kan mesti lewat proses tahap demi tahap ke DPR RI. Dibahas di sana. Kemudian nantinya ada tanda tangan dari presiden terus pengambilan sumpah,” lanjutnya.

Menurut Ropan, percepatan naturalisasi sebenarnya memungkinkan jika dianggap mendesak. Namun ia mengingatkan bahwa keputusan tersebut tetap harus mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang Timnas Indonesia.

“Memang bisa dilakukan dengan cepat kalau memang dianggap urgent. Tapi kalau tidak urgent, untuk apa dipaksakan lebih cepat. Walaupun banyak yang menantikan,” pungkasnya.

Berita Terkait