Menang Lawan Bali United Belum Bisa Bawa Dewa United Tembus 4 Besar, Tergantung Hasil Persebaya

Kemenangan atas Bali United tidak serta merta bisa mengamankan Dewa United di posisi empat besar klasemen BRI Super League musim ini.

BolaCom | Alit BinawanDiterbitkan 21 Mei 2026, 22:00 WIB
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink ketika mendampingi timnya melawan Shan United dalam laga ketiga Grup E AFC Challenge League 2025/2026 di Indomilk Arena, Tangerang, Sabtu (1/11/2025). (Bola.com/M. Iqbal Ichsan).

Bola.com, Jakarta - Bermain di Banten International Stadium, seharusnya menjadi peluang untuk Dewa United meraih kemenangan pada laga pamungkas BRI Super League 2025/2026.

Namun, kemenangan tidak serta merta bisa mengamankan Dewa United di posisi empat besar. Dengan mengoleksi 53 poin, klub yang dijuluki Banten Warriors tersebut dan Malut United punya peluang yang sama untuk menggeser Persebaya Surabaya di posisi empat besar dengan 55 poin.

Advertisement

Hasil positif melawan Bali United juga tidak cukup karena jika Persebaya Surabaya menang atau bahkan imbang kontra Persik Kediri, otomatis Tim Bajul Ijo yang mengunci posisi empat besar.

“Kami sempat berada di posisi keempat dan kendali ada di tangan kami sendiri, tetapi kami kehilangan poin dari situasi corner kick. Sekarang ambisi kami tetap finis setinggi mungkin,” ujarnya dalam sesi konferensi pers pada Kamis (21/5/2026).

“Jika Persebaya memenangkan pertandingan, posisi itu bukan lagi di tangan kami. Kami harus bergantung pada tim lain,” lanjutnya.

 

 


Performa Buruk pada Awal Musim

Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink saat melawan PSIS Semarang pada laga pekan ke-8 BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Senin (14/8/2023). Dewa United kalah telak 1-4 dari PSIS Semarang. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Menurut Jan Olde, kegagalan Dewa United bersaing stabil di papan atas musim ini tidak lepas dari buruknya performa pada awal kompetisi.

Saat itu, komposisi skuad dinilai belum ideal dan proses adaptasi berjalan lambat.Meski demikian, ia menilai timnya berhasil bangkit dan menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang paruh kedua musim.

Dewa United bahkan sempat mencatat tren positif dalam 20 pertandingan sebelum akhirnya kalah dari Persis Solo. “Dalam hidup maupun sepak bola, jika ada sesuatu yang salah, biasanya itu dimulai dari awal,” katanya.

 


Enggan Bahas Kekuatan Bali United

Pelatih asal Belanda tersebut juga menolak banyak membahas kekuatan Bali United yang musim ini identik dengan sentuhan pelatih dan pemain asal Belanda. Ia memilih fokus membenahi timnya sendiri.

“Bali United tetap tim dengan ambisi besar meski posisi mereka sekarang di papan tengah,” tutupnya.


Simak Persaingan Musim Ini:

Berita Terkait