Jay Idzes Dapat Pengakuan dari Media Italia: Pemain Paling Berpengaruh di Lini Belakang Sassuolo

Selama diperkuat Jay Idzes, Sassuolo meraih 14 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan 13 kekalahan.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 22 Mei 2026, 13:00 WIB
Aksi Jay Idzes bersama Sassuolo di Serie A 2025/2026. (Dok. Instagram Jay Idzes)

Bola.com, Jakarta - Bek andalan Sassuolo dan juga kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, masih diragukan kondisinya menjelang laga pamungkas Serie A 2025/2026. Ia masih menjalani pemulihan cedera tumit sejak tiga pekan terakhir.

Sassuolo dijadwalkan melakoni laga terakhir alias pekan ke-38 Serie A 2025/2026 dengan melawat ke markas Parma di Stadion Ennio Tardini, Minggu (24/5/2026) malam WIB.

Advertisement

Pertandingan ini tidak ada pengaruhnya lagi untuk kedua tim yang sama-sama tetap berada di Serie A musim depan. Sassuolo mengunci peringkat ke-11, sementara Parma berada di urutan ke-13.

Namun Jay Idzes belum dapat dipastikan bakal ikut bermain di laga terakhir musim ini. Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso menunggu kondisinya, setelah absen di dua pertandingan sebelumnya.

 


Statistik Ciamik

Pemain Sassuolo, Jay Idzes (kanan) berebut bola dengan pemain Inter Milan, Ange-Yoan Bonny dalam laga lanjutan Liga Italia 2025/2026 di Mapei Stadium, Minggu (08/02/2026) waktu setempat. (AFP/Piero Cruciatti)

Sassuolo menelan dua kekalahan beruntun di Serie A, masing-masing dari Torino (1-2) di pekan ke-36 dan Lecce (2-3) di pekan ke-37. Dalam dua pertandingan tersebut, Sassuolo tidak diperkuat Jay Idzes.

Bek berusia 25 tahun itu sudah menepi sejak pertandingan Sassuolo versus AC Milan pada pekan ke-35. Kala itu I Neroverdi menang meyakinkan 2-0, namun Jay Idzes tak dapat melanjutkan permainan sejak menit ke-40 karena masalah tumit.

Selama diperkuat Jay Idzes, Sassuolo meraih 14 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan 13 kekalahan. Pencapaian cukup baik bagi tim berstatus promosi. Paling tidak Sassuolo masih tetap bertahan untuk kembali meramaikan kerasnya persaingan di Serie A musim depan.

Dari seluruh penampilannya musim ini, gawang Sassuolo memang jebol 42 kali. Namun atas kontribusi dari Jay Idzes, Sassuolo mencatat delapan pertandingan tak kebobolan alias clean sheet. Tapi ketika Sassuolo tak diperkuatnya dalam tiga laga musim ini, semua berujung kekalahan dan kebobolan enam gol.

 


Mudah Kebobolan Tanpa Jay Idzes

Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampil solid mengawal lini belakang Sassuolo saat bersua Fiorentina pada laga pekan ke-34 Serie A di Stadio Artemio Franchi, Florence, Minggu (26/04/2026) malam WIB. Sayangnya, bang Jay harus puas membawa Sassuolo meraih hasil imbang 0-0 kontra Fiorentina. (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Rupanya tren minor Sassuolo dalam dua pertandingan terakhir ada pengaruh dari absennya Jay Idzes. Hal itu diungkapkan oleh media lokal Italia, Sassuolo News, dalam ulasannya.

"Jay Idzes bukan hanya salah satu bek tengah andalan Sassuolo. Secara statistik, Idzes menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di seluruh skuad Neroverdi. Ketika pemain Indonesia ini berada di lapangan, Sassuolo kebobolan rata-rata 1,23 gol per pertandingan, dengan total 42 gol dalam 34 pertandingan," tulis Sassuolo News, Kamis (21/5/2026).

"Tanpa dirinya, rata-rata kebobolan meningkat drastis menjadi 2,33 gol per pertandingan (7 gol kebobolan hanya dalam 3 pertandingan, 5 gol dalam dua pertandingan terakhir melawan Torino dan Lecce, dan 2 gol pada pertandingan pembuka melawan Lecce)," lanjut media tersebut.

 


Membawa Keseimbangan

Bek Sassuolo asal Indonesia, Jay Idzes, berduel memperebutkan bola dengan penyerang Inter Milan asal Prancis bernomor 9, Marcus Thuram, dalam pertandingan Serie A Italia antara Sassuolo dan Inter Milan di Stadion Mapei, Reggio Emilia, Italia, pada 8 Februari 2026. (Piero CRUCIATTI / AFP)

Statistik tersebut menjadi gambaran betapa pentingnya kehadiran Jay Idzes bagi keseimbangan tim Fabio Grosso, khususnya di sektor pertahanan.

Performa pertahanan Neroverdi jelas menurun, dengan pertahanan yang tampak lebih rapuh dan kurang terorganisir justru pada pertandingan-pertandingan di mana ia absen.

"Permainan membangun serangan yang terampil, timing yang luar biasa dalam duel udara, kepemimpinan, dan antisipasi: Idzes telah membawa ke tim hitam-hijau semua kualitas yang membuatnya terkenal pertama kali di Venezia dan kemudian bersama tim nasional Indonesia,"

"Di usia 25 tahun, ia menikmati salah satu musim terbaiknya di Serie A, mengukuhkan statusnya sebagai bek tengah modern dan lengkap," jelas dalam ulasan tersebut.

Sumber: Sassuolo News

Berita Terkait