Pengamat soal Skuad Indonesia U-19 di Piala AFF U-19: Semua Harus Bersaing, Tidak Ada yang Pemain Istimewa

Tak ada pemain istimewa di Timnas Indonesia U-19. Semuanya harus bersaing, semuanya punya kesempatan yang sama. Termasuk tujuh pemain Diaspora yang dipanggil pelatih Nova Arianto.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 22 Mei 2026, 16:15 WIB
Amar Brkic salah satu andalan Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Tak ada pemain istimewa di Timnas Indonesia U-19. Semuanya harus bersaing, semuanya punya kesempatan yang sama. Termasuk tujuh pemain Diaspora yang dipanggil pelatih Nova Arianto.

Timnas Indonesia U-19 bersiap bertarung di Piala AFF U-19 yang akan berlangsung di Medan, Sumatera Utara, dari tanggal 1 hingga 14 Juni mendatang.

Advertisement

Demikian dikatakan pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, via kanal YouTube pribadinya, Bung Ropan.

Berada di Grup A, tuan rumah bakal bertarung habis-habisan dengan Timnas Vietnam U-19, Timnas Myanmar U-19, dan Timnas Timor Leste U-19.

Di ajang bergengsi ini, Timnas Indonesia U-19 sudah dua kali menggondol gelar juara, yakni pada 2013 dan 2024.

Di Medan nanti, Garuda Muda juga siap tampil sebaik mungkin guna merengkuh kembali gelar kampiun di depan pendukung setia.

Sebanyak 26 pemain kini tegah mengikuti pemusatan latihan (TC) di Kota Gudeg Yogyakarta. Dari jumlah ini, tim pelatih akan mengerucutkannya menjadi 23 pemain sesuai dengan regulasi. Dengan demikian, tiga pemain bakal dicoret.

 

 

 

 

 


3 Pemain Bakal Dicoret

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto. (Bola.com/Ana Dewi).

Terkait kesempatan dan persaingan, semua pemain Timnas Indonesia U-19 punya kans yang sama. Artinya, tak ada pemain yang diistimewakan. Termasuk para pemain Diaspora.

"Sekarang yang tercatat semua ada 26 pemain. Masih tiga pemain lagi yang akan dicoret oleh Nova sebelum berlaga di Piala AFF U-19. Karena regulasinya 23 pemain. Ini tahap-tahap terakhir untuk memutuskan tiga pemain yang akan dicoret," kata Ronny Pangemanan.

"Pemain-pemain Diaspora tetap akan bersaing tentunya. Dilihat dari kemampuan mereka, semua harus siap. Jadi tidak ada pilih kasih." 

"Tinggal dilihat bagaimana performa, kesiapan, dan kebugaran mereka. Sekarang Nova tinggal pendekatan taktikal," imbuh pengamat yang akrab disapa Ropan.

 

 


Kondisi Skuad Siap Tempur

Diakui Ropan, ia sudah bicara banyak dengan Nova Arianto, jelang keberangkatan ke Medan. Garuda Muda terus melakukan persiapan, mematangkan persiapan, termasuk strategi permainan yang akan diterapkan.

"Persiapan Timnas U-19, sebenarnya ini U-20 yang ditangani oleh coach Nova Arianto. Sekarang sedang berlatih di Yogyakarta Independent School, tepatnya di Sleman," ujar Ropan.

"Nah, saya kemarin sempat ngobrol-ngobrol dengan coach Nova yang berbicara lewat WA, menanyakan kondisi anak-anak. Nova mengatakan, 'Ya, baik-baik semua, dalam keadaan bugar, siap untuk tampil'," Nova menambahkan.

"Saya juga menanyakan bagaimana kabar tentang pemain-pemain diaspora kita yang katanya akan datang tujuh pemain. Nova bilang, 'Sudah siap semua, bang'. Jadi ketujuhnya sudah menyatakan oke," lanjutnya. 


Menyisakan Matthew Baker

Pelatih Nova Arianto berbicara dengan Matthew Baker (kiri). (Bola.com/Abdul Aziz)

Menurut Ropan, hanya Matthew Baker yang belum bergabung. Pasalnya, Matthew Baker masih menikmati libur usai memperkuat Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 beberapa waktu lalu.

"Tinggal menunggu Matthew Baker. Menurut Nova, Matthew Baker langsung bergabung ke Medan. Jadi sekarang enam sudah ada, termasuk Welber Jardim," tutur Ropan.

"Ada juga Timothy Baker dari Western United Australia. Ada Zinadein Ardiansyah dari l Sydney FC Australia juga, Eizar Tanjung dari Sydney FC Australia, Igor Sanders dari FC Eindhoven, dan terakhir Amar Brkic dari Darmstadt, Jerman".

"Nah, semua kata Nova sudah berada di Yogyakarta. Jadi tinggal Matthew Baker saja. Dia kan baru memperkuat Timnas U-17 di Piala Asia U-17 dan pastinya perlu istirahat. Nova memberikan kelonggaran," tutup Ropan.

Berita Terkait