Pep Guardiola Resmi Pamit dari Man City, Beri Pesan Menyentuh dan Tegas untuk Pemain

Pep Guardiola resmi pamit sekaligus menyudahi 10 tahun kariernya di Manchester City.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 25 Mei 2026, 10:15 WIB
Pep Guardiola resmi meninggalkan jabatan sebagai manajer Manchester City pada akhir musim ini. (AFP/Darren Staples)

Bola.com, Manchester - Pep Guardiola resmi pamit sekaligus menyudahi 10 tahun kariernya di Manchester City. Momen emosional pun menyelimuti Stadion Etihad, saat Guardiola resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Man City.

Pelatih asal Spanyol itu tak mampu menahan air mata ketika memberikan pidato perpisahan di hadapan ribuan pendukung City, setelah timnya menelan kekalahan 1-2 dari Aston Villa pada laga terakhir musim ini, Minggu (24/05/2026) malam WIB.

Advertisement

Perpisahan Guardiola terasa sangat emosional. Sang pelatih bahkan ditemani ayahnya yang telah berusia 95 tahun, Valenti Guardiola, yang hadir langsung di tribune menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Dalam pidatonya di tengah lapangan, Pep Guardiola sempat melontarkan candaan mengenai tribune baru yang dinamai menggunakan namanya, "Pep Guardiola Stand".

 


Pemain Man City Bakal Terus Diawasi

Pelatih Manchester City Pep Guardiola memantau dari pinggir lapangan pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Aston Villa di Manchester, Minggu, 24 Mei 2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Namun di balik candaan itu, tersimpan pesan serius untuk para pemain Manchester City yang akan ditinggalkannya.

"Para pemain belum tahu, tetapi saya akan berada di sana, mengawasi mereka," ujar Guardiola sambil tersenyum.

Dia kemudian menegaskan pemain Manchester City memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga standar tinggi yang sudah dibangun selama satu dekade terakhir.

"Para pemain punya tanggung jawab besar untuk melanjutkan standar itu. Saya berharap mereka terus berjuang dan berjuang lagi. Ini rumah saya," tegas Pep Guardiola.

 


Ubah Manchester City

Pep Guardiola berusia 47 tahun dan 86 hari ketika memenangkan gelar Premier League pertama bersama Manchester City pada musim 2017/2018. (AFP/Oli Scarff)

Selama 10 tahun menangani Manchester City, Guardiola sukses mengubah klub tersebut menjadi satu di antara kekuatan terbesar dalam sejarah sepak bola di Inggris dan Eropa.

Bersama The Citizens, mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen itu mempersembahkan 20 gelar juara, termasuk enam trofi Premier League dan satu gelar juara Liga Champions.

Dominasi Manchester City di era Guardiola bahkan dianggap sebagai satu periode tersukses dalam sejarah Premier League.

 


Bangga Melatih Man City

Para pemain dan staf Manchester City merayakan kemenangan bersama trofi di lapangan setelah pertandingan final Piala FA Inggris antara Chelsea melawan Manchester City di Stadion Wembley, London, pada 16 Mei 2026. Manchester City memenangkan pertandingan dengan skor 1-0. Gelar Piala FA ketiga pada era kepelatihan Pep Guardiola tersebut mengakhiri rentetan dua kekalahan beruntun City di partai final. (Adrian Dennis / AFP)

Tak heran jika para pendukung City memberikan penghormatan luar biasa. Sepanjang acara perpisahan, stadion bergemuruh dengan nyanyian "10 more years" sebagai bentuk cinta dan apresiasi kepada Pep Guardiola.

“Itu adalah kehormatan luar biasa yang akan dikenang keluarga saya sepanjang hidup. Pada masa depan, di mana pun kalian melihat saya, baik di jalan maupun di Etihad, jika kalian fans City, datanglah kepada saya," kata Guardiola.

"Saya sangat bangga bisa mewakili klub ini. Setiap keputusan yang saya ambil selalu demi yang terbaik untuk Manchester City. Saya sangat mencintai kalian. Semua ini sangat menyenangkan," tambahnya.

 


Bernardo Silva: Guardiola adalah Ayah Saya di Sepak Bola

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memeluk dan mencoba menenangkan Bernardo Silva usai hasil imbang 3-3 kontra Everton pada laga pekan ke-35 Premier League, Selasa (05/05/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Selain Guardiola, Manchester City juga mengucapkan salam perpisahan kepada Bernardo Silva dan John Stones yang akan meninggalkan klub pda musim panas ini.

Keduanya mendapat guard of honour dari para pemain kedua tim ketika ditarik keluar pada babak kedua. Bernardo Silva bahkan memberikan penghormatan emosional kepada Guardiola dan menyebut sang pelatih sebagai sosok paling penting di balik kesuksesan Manchester City.

"Pep adalah alasan kami memenangkan begitu banyak trofi. Dia yang mengendalikan semuanya, membuat keputusan, dan menciptakan monster tim yang tidak hanya sukses satu atau dua musim, tetapi dalam waktu yang sangat lama," kata Silva.

"Secara pribadi, dia adalah ayah saya dalam sepak bola," lanjutnya.

Perpisahan Guardiola pun resmi menandai berakhirnya salah satu era paling ikonik dalam sejarah Manchester City. Kini, publik menanti bagaimana The Citizens melanjutkan perjalanan tanpa sosok pelatih yang telah mengubah wajah klub tersebut selama satu dekade terakhir.

Sumber: ESPN


Simak Posisi Akhir Musim Ini:

Berita Terkait