Fans Milan Desak Klub Ikut Depak Zlatan Ibrahimovic usai Pemecatan Massal

Pemecatan Massal di Milan belum cukup, Fans minta Zlatan Ibrahimovic ikut pergi.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 26 Mei 2026, 16:30 WIB
Zlatan Ibrahimovic memutuskan gantung sepatu di AC Milan pada akhir musim ini. Ibrakadabra yang berkarier di AC Milan dalam dua periode yakni 2010-2012 dan 2020-2023 ini telah mengoleksi 93 gol dan 35 assist dari 163 pertandingan di semua kompetisi. (AP Photo/Antonio Calanni)

Bola.com, Jakarta - Kelompok ultras Milan meluapkan kemarahan mereka kepada Zlatan Ibrahimovic setelah gelombang pemecatan besar-besaran yang mengguncang klub.

Mereka menilai mantan striker asal Swedia itu tak layak tetap bertahan, apalagi kini justru mendapat kewenangan lebih besar di internal klub.

Advertisement

Situasi di Milan memang sedang kacau. Dalam 24 jam terakhir, Rossoneri dihantam dua pukulan sekaligus. Harapan lolos ke Liga Champions musim depan sirna setelah kalah 1-2 dari Cagliari di San Siro, Senin dini hari WIB kemarin.

Hasil imbang sebenarnya sudah cukup untuk membuat Milan unggul rekor pertemuan atas Como dan merebut posisi keempat klasemen. Namun, kekalahan itu menjadi akhir pahit yang memicu keputusan drastis dari petinggi klub.

Pemilik RedBird, Gerry Cardinale, langsung bergerak cepat dengan memecat pelatih Massimiliano Allegri, Igli Tare (direktur olahraga), Giorgio Furlani (CEO), serta direktur teknik, Geoffrey Moncada, sekaligus.

Pengumuman pemecatan itu disampaikan dalam satu pernyataan resmi yang mengejutkan banyak pihak.


Peran Lebih Besar

Zlatan Ibrahimovic memutuskan untuk pensiun dari sepak bola dalam usia 41 tahun. AC Milan menjadi klub terakhir yang dibela dalam sepanjang karier luar biasa striker asal Swedia itu. (AP Photo/Antonio Calanni)

Di tengah sapu bersih tersebut, Ibrahimovic justru tetap dipertahankan. Bahkan, pria yang kini menjabat penasihat khusus klub itu disebut mendapat peran lebih besar dibanding sebelumnya.

Pada Selasa malam waktu setempat, Ibrahimovic terlihat mendatangi hotel tempat Cardinale menginap untuk mengikuti pertemuan darurat membahas krisis yang melanda Milan.

Sebelum kekalahan dari Cagliari, ultras Milan sebenarnya lebih banyak mengarahkan protes kepada Giorgio Furlani. Mereka juga masih mendukung Allegri dan Tare untuk tetap bertahan.


Sikap Suporter Garis Keras

Para suporter AC Milan bersorak pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Udinese di Milan, Italia, Sabtu, 11 April 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Namun, kekalahan memalukan di kandang sendiri mengubah sikap mereka secara drastis. Suporter garis keras Milan kemudian memasang spanduk baru di depan markas klub, Casa Milan.

"Tak seorang pun boleh bertahan: Ibrahimovic juga harus keluar sekarang," demikian isi pesan dalam spanduk tersebut.

Kendati tekanan dari suporter makin keras, Cardinale tampaknya belum berniat menyingkirkan Ibrahimovic.

Setelah memecat seluruh jajaran pelatih dan direksi sepak bola, penasihat khusus Milan itu masih menjadi sosok yang dipercaya untuk membantu membenahi klub.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait