Bawa Arsenal Akhiri Puasa Gelar Liga Selama 22 Tahun, Mikel Arteta Sabet Penghargaan Manajer Terbaik Premier League 2025/2026

Mikel Arteta menuai hasil manis setelah sukses membawa Arsenal menjuarai Premier League 2025/2026.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 27 Mei 2026, 18:00 WIB
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, dinobatkan sebagai manajer terbaik Premier League 2025/2026. (dok. Arsenal)

Bola.com, Jakarta - Mikel Arteta menuai hasil manis setelah sukses membawa Arsenal menjuarai Premier League 2025/2026. Atas pencapaian luar biasa tersebut, Arteta resmi dinobatkan sebagai Premier League Manager of the Season.

Penghargaan bergengsi itu diterima Arteta dalam acara League Managers Association Awards yang digelar di Grosvenor Hotel. Trofi tersebut diterima manajer asal Spanyol itu, 48 jam setelah The Gunners memastikan gelar juara liga sekaligus mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun, atau terakhir kali menjuarai Premier League pada 2003/2004.

Advertisement

Musim ini menjadi salah satu perjalanan paling impresif Arsenal dalam dua dekade terakhir. Di bawah arahan Arteta, The Gunners mencatatkan 27 kemenangan dan tujuh hasil imbang dari total 38 pertandingan liga.

Mereka pun finis di puncak klasemen akhir Premier League dengan nilai 85, unggul tujuh poin atas Manchester City di tempat kedua. Tak hanya konsisten di papan atas, Arsenal juga tampil dominan hampir sepanjang musim.

Mereka hanya sekali turun dari puncak klasemen sejak pertama kali mengambil alih posisi teratas pada Oktober 2025.

 


Pertahanan Solid

Manajer Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta (kiri ke kanan), memberikan instruksi dari pinggir lapangan kepada gelandang Arsenal asal Inggris bernomor punggung 41, Declan Rice, gelandang Arsenal asal Brasil bernomor punggung 11, Gabriel Martinelli, dan bek Arsenal asal Spanyol bernomor punggung 36, Martin Zubimendi, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Bayer 04 Leverkusen vs Arsenal di Leverkusen, Jerman barat, pada 12 Maret 2026. (INA FASSBENDER/AFP)

Performa solid Arsenal juga terlihat dari lini pertahanan. Klub London Utara itu mencatat clean sheet dalam separuh pertandingan liga dan hanya kebobolan 27 gol sepanjang musim, toreha pertahanan terbaik di Premier League musim ini.

Kesuksesan Arsenal tidak berhenti di kompetisi domestik. Arteta juga membawa timnya melaju hingga final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir, mempertegas kebangkitan The Gunners di era kepemimpinannya.

Pada usia 44 tahun, Arteta kini tercatat sebagai manajer termuda kedua yang berhasil memenangkan Premier League. Penghargaan Manajer Terbaik Musim Ini juga terasa semakin spesial.

 


Menyamai Arsene Wenger

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memegang trofi saat merayakan gelar Liga Inggris mereka setelah pertandingan Liga Inggris antara Crystal Palace dan Arsenal di London, Inggris, Minggu, 24 Mei 2026. (AP Photo/Kin Cheung)

Dia menjadi manajer Arsenal pertama yang meraihnya sejak era Arsène Wenger pada 2004. Ketika itu, Tim Gudang Peluru meraih titel juara dengan status The Invincibles atau tak terkalahkan.

Dalam perebutan penghargaan tersebut, Arteta berhasil mengungguli sejumlah nama besar seperti Pep Guardiola (Manchester City), Andoni Iraola (Bournemouth), Michael Carrick (Manchester United), Keith Andrews (Brentford), hingga Regis Le Bris (Sunderland).

Penentuan pemenang dilakukan melalui kombinasi voting publik dan penilaian panel ahli sepak bola.

 


Melewati Banyak Masa Sulit

Setelah mengangkat trofi juara selepas laga melawan Crystal Palace pada 24 Mei lalu, Arteta mengaku emosional karena akhirnya mampu memberikan gelar yang telah lama dinantikan para fans Arsenal.

"Para fans sudah menunggu momen ini sangat lama. Kami melewati banyak masa sulit dalam perjalanan ini, tetapi semuanya terasa sepadan ketika melihat reaksi seperti itu," ucap Arteta.

"Kami menunjukkan koneksi yang luar biasa, komitmen luar biasa, dan keberanian luar biasa. Semua hal di sekitar kami menjadi bahan bakar untuk terus melangkah dan mewujudkannya," lanjutnya.

Arteta juga mengakui sempat dihantui keraguan selama proses membangun Arsenal menjadi tim juara.

"Ada momen ketika muncul keraguan dan pertanyaan apakah Anda orang yang tepat untuk pekerjaan ini. Tetapi syukurlah kami berhasil melakukannya. Saya merasakan kebahagiaan yang besar sekaligus kelegaan," ungkapnya.

Sumber: Arsenal, Tribalfootball


Simak Posisi Akhir Musim Ini:

Berita Terkait