Sejajar Luis Diaz, Bek Timnas Indonesia Kevin Diks Masuk Daftar Debutan Tersukses di Bundesliga 2025/2026

Ada banyak pemain berstatus debutan yang menyala di Bundesliga 2025/2026 dan sosok Kevin Diks masuk dalam daftar tersebut. Siapa saja selain Kevin Diks?

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 28 Mei 2026, 14:45 WIB
Kevin Diks mendapatkan peran baru dari Patrick Kluivert untuk menemani Jay Idzes di jantung pertahanan Timnas Indonesia. Bek asal klub Borussia Monchengladbach itu pun bisa menjalankannya dengan baik. (Bola.com/Abdul Aziz)

Bola.com, Jakarta - Berakhir sudah persaingan Bundesliga 2025/2026. Seluruh tim peserta telah menyelesaikan 34 pertandingan yang ditutup pada Sabtu (16/5/2026) malam WIB.

Bayern Munchen berhasil mempertahankan gelar juaranya musim ini. Sementara dua tim sudah dipastikan terdegradasi, yakni St. Pauli dan Heidenheim, setelah finis di urutan dua besar terbawah klasemen akhir.

Advertisement

Ada hal yang menarik dalam persaingan di Bundesliga musim ini, termasuk datang dari para debutan. Bundesliga baru-baru ini mengunggah konten menarik melalui media sosial mereka, mengenai sejumlah pemain yang moncer di sepanjang musim 2025/2026.

Ada banyak pemain berstatus debutan yang menyala di Bundesliga 2025/2026 dan sosok Kevin Diks masuk dalam daftar tersebut. Siapa saja selain Kevin Diks? Simak rangkumannya berikut ini:


Bilal El Khannouss (Stuttgart)

Bilal El Khannouss masuk ke dalam skuad Timnas Maroko untuk Piala Dunia 2022. Ia kini baru berusia 18 tahun. El Khannouss merupakan gelandang serang milik Racing Genk. Pada musim ini, ia telah membuat 16 penampilan dengan 1 assist. (AFP/Belga/Kurt Desplenter)

Nama pertama dalam daftar ini adalah Bilal El Khannouss, gelandang serang Stuttgart yang direkrut musim panas tahun lalu dari Leicester City. Ia langsung bersinar di musim pertamanya.

Bilal El Khannouss langsung menjadi pemain reguler di Stuttgart dengan 25 penampilan, mencetak empat gol plus lima assist di Bundesliga 2025/2026.

Atas kontribusinya, Stuttgart bisa finis di peringkat keempat dan berhak lolos menembus Liga Champions musim depan.


Yuito Suzuki (Freiburg)

Manchester United Bidik Pemain Jepang Yuito Suzuki (AFP)

 

Selanjutnya adalah Yuito Suzuki, playmaker asal Jepang yang membuat Freiburg ganas di lini depan. Digaet dari klub Denmark, Brondby pada musim panas 2025, Yuito Suzuki menjadi bagian penting Freiburg.

Ia memainkan total 25 laga di Bundesliga, mencetak empat gol dan tiga assist selama memperkuat Freiburg. Bahkan ia lebih gacor di ajang Liga Europa dengan juga mencetak empat gol plus tiga assist hanya dari 11 penampilan.


Nico Capaldo (Hamburg)

Kemudian ada sosok bek Hamburg SV, Nicolas Capaldo. Pemain asal Argentina ini tak kalah moncer dalam musim pertamanya di Bundesliga.

Digaet dari RB Salzburg pada Julo 2025, Nicolás Capaldo langsung nyetel. Ia cukup konsisten dengan 26 penampilan, mencetak satu gol dan satu assist, membawa Hamburg lolos dari jurang degradasi.


Jarell Quansah (Leverkusen)

Bek Bayer Leverkusen asal Inggris #04, Jarell Quansah (tak terlihat), mencetak gol 1-0 melewati kiper Hoffenheim asal Jerman #37 Luca Philipp (kanan) dalam pertandingan divisi satu Bundesliga Jerman antara Bayer 04 Leverkusen dan TSG 1899 Hoffenheim di Leverkusen, Jerman Barat pada 23 Agustus 2025. (INA FASSBENDER/AFP)

Lalu ada Jarell Quansah, bek Bayer Leverkusen yang pernah mengenyam pengalaman di Liverpool. Ia bergabung dengan Leverkusen pada musim panas tahun lalu.

Musim debutnya bersama Leverkusen terbilang ciamik. Jarell Quansah selalu menjadi pilihan pertama dalam 28 laga Bundesliga, mencetak empat gol.

Meski sayangnya Leverkusen harus puas finis di peringkat enam dan berhak tampil di Liga Europa.


Lennart Karl (Bayern Munchen)

Gelandang Bayern Munich asal Jerman bernomor punggung 42, Lennart Karl, merayakan gol ketiga (0-3) dalam pertandingan sepak bola divisi pertama Bundesliga Jerman antara Borussia Moenchengladbach dan FC Bayern Munich di Moenchengladbach, Jerman barat, pada 25 Oktober 2025. (INA FASSBENDER / AFP)

Bukan Bayern Munchen namanya jika tak mampu mengorbitkan pemain dari akademi mereka, yang kemudian menjelma sebagai wonderkid jempolan. Kesempatan itu datang kepada Lennart Karl.

Pemain berusia 18 tahun berposisi gelandang serang, Lennart Karl langsung meledak sejak naik kelas dari Munchen U-19 ke tim senior Die Rothen sepanjang musim 2025/2026. Ia mencatat 26 penampilam, dengan koleksi lima gol plus enam assist.

Lennart Karl menjadi senjata rahasia Vincent Kompany dalam perjalanan Bayern Munchen merajai Bundesliga musim ini dan menembus semifinal Liga Champions.


Yan Diomande (RB Leipzig)

Liverpool menahan diri untuk incar Yan Diomande, usai adanya kendala penawaran kontrak. (AFP)

Kemudian ada gelandang pemain sayap RB Leipzig, Yan Diomande. Pemain asal Pantai Gading. Ia tak tergantikan di sisi kiri permainan ofensif Leipzig.

Dalam 33 penampilan sepanjang musim ini, Yan Diomande mencetak 12 gol dan menyumbang sembilan assist. Padahal ia baru digaet dari CD Leganés musim panas tahun lalu.


Jobe Bellingham (Borussia Dortmund)

Pemain Atalanta Nicola Zalewski (kanan), berebut bola dengan pemain Borussia Dortmund, Jobe Bellingham, dalam laga leg kedua play-off Liga Champions di Bergamo, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB.

Selanjutnya ada Jobe Bellingham, adik kandung bintang Real Madrid Jude Bellingham. Ia mengikuti jejak kakaknya dengan bermain untuk Borussia Dortmund di Jerman.

Didatangkan dari Sunderland pada musim panas 22025, Jobe Bellingham langsung menjadi pemain yang susah tergantikan di lini tengah Die Borussien.

Meski tak mencetak gol selama 32 caps di Bundesliga, Jobe Bellingham tetap menjadi pemain inti Dortmund.


Said El Mala (FC Koln)

Said El Mala, winger muda Jerman yang sedang jadi buruan sejumlah klub elite Eropa, termasuk enam di antaranya dari Liga Inggris. (FC Koln)

Nama berikutnya adalah Said El Mala, debutan moncer di klub FC Koln. Ia sebenarnya bergabung untuk Koln pada musim 2024, namun ia kemudian dipinjamkan ke Viktoria Koln.

Membuatnya baru menjalani debut di Bundesliga pada musim 2025/2026. Hasilnya fantastis, dengan tak pernah absen selama 34 pertandingan musim ini. Dari jumlah itu, pemain asal Jerman tersebut mengoleksi 13 gol dan lima assist.

 


Luis Diaz (Bayern Munchen)

Pemain Bayern Munchen, Luis Diaz, merayakan golnya dengan selebrasi unik khas Diogo Jota, rekan setimnya di Liverpool, dalam kemenangan atas VfB Stuttgart di pertandingan Piala Super Jerman 2025 yang berlangsung di Stuttgart, Minggu (17/8/2025) dini hari WIB. (THOMAS KIENZLE / AFP)

Bintang Kolombia, Luis Diaz menjadi paling mendapat sorotan dalam daftar ini. Striker sayap yang digaet dari Liverpool pada musim panas tahun lalu, langsung meledak bersama Bayern Munchen.

Diaz tak membutuhkan adaptasi lama di Munchen, dan terbukti mencatat 15 gol ditambah 17 assist untuk Die Rothen dari 32 penampilan di Bundesliga. Sebuah statistik yang sangat menawan dari seorang Diaz.

Eks pemain Porto itu mempersembahkan gelar juara Bundesliga dan DFB-Pokal untuk Bayern Munchen musim ini.


Kevin Diks (Borussia Monchengladbach)

Ekspresi emosional bek Borussia Monchengladbach setelah mencetak gol kemenangan atas Union Berlin dalam laga pekan ke-24 Bundesliga 2025/2026, Minggu (1/3/2026). (Instagram Kevin Diks)

Selanjutnya adalah Kevin Diks, bintang Timnas Indonesia yang bersinar bersama Borussia Monchengladbach pada musim perdananya. Direkrut dari FC Copenhagen pada awal musim, Kevin Diks jadi bek gacor dan produktif dalam mencetak gol.

Meski berposisi stopper, ia gemar mencetak gol, terbukti dengan torehan 5 gol dari 30 penampilannya musim ini. Statistik unik lainnya dari Kevin Diks bersama Gladbach musim ini adalah ia menjadi eksekutor penalti andal bagi timnya.

Ia mencatatkan 100 persen keberhasilan setiap mengambil penalti. Empat gol dari titik putih masing-masing ia lakukan ke gawang FC Koln (pekan ke-10), Heidenheim (pekan ke-11), Augsburg (pekan ke-16), dan Union Berin (pekan ke-24).

Hanya Diks yang berhasil mencatat 100 persen gol dalam mengeksekusi penalti di klubnya. Sebab dua pemain lainnya, yakni Haris Tabakovic sudah dua kali gagal menjalankan tugas eksekusi penalti menjadi gol, dan satu eksekusi 12 pas dari Kevin Stoger juga gagal berbuah gol.

Adapun gol indahnya ke gawang Hoffenheim dari skema permainan bola hidup, mempertegas Kevin Diks punya naluri tak kalah tinggi untuk menjebol gawang lawan.

Sumber: Bundesliga

 
 
 
 

Berita Terkait